1. Data Desil Berpeluang Dipakai dalam Program Rekening MassalKementerian Sosial (Kemensos) membuka kemungkinan data desil digunakan dalam program pembukaan rekening bank secara massal, terutama apabila rekening tersebut nantinya berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos). Data desil merupakan pengelompokan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dapat digunakan pemerintah untuk menentukan sasaran program. Kemensos menilai integrasi tersebut memungkinkan dilakukan, tetapi sampai saat ini belum menjadi keputusan final. Pembahasan lebih lanjut masih menunggu koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang menangani program pembukaan rekening massal.2. Kemensos Masih Menunggu Pembahasan dengan Kemenko PerekonomianTenaga Ahli Kemensos Andy Kurniawan menjelaskan bahwa program kepemilikan rekening secara massal bukan berada langsung di bawah kewenangan Kemensos. Program tersebut menjadi bagian dari kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Karena itu, Kemensos masih menunggu perkembangan koordinasi dengan Kemenko Perekonomian dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Kemensos nantinya akan memberikan informasi lebih lanjut apabila sudah memperoleh kepastian mengenai mekanisme program tersebut, termasuk kemungkinan penggunaan data desil untuk menentukan masyarakat yang menjadi sasaran.3. Pemerintah Siapkan Pembukaan Rekening melalui BRI dan BSISebelumnya, pemerintah mengungkapkan rencana pembukaan rekening secara massal bagi masyarakat melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh warga negara Indonesia memiliki rekening perbankan. Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus mendorong peningkatan literasi keuangan. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan sinkronisasi data pembukaan rekening dengan data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.4. Pemerintah Perlu Pastikan Rekening Massal Tepat SasaranAnggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang belum memiliki rekening bank atau kelompok unbanked. Menurutnya, program tersebut jangan sampai justru membuat masyarakat yang sudah memiliki rekening memperoleh rekening baru. Penentuan sasaran dinilai penting agar pembukaan rekening benar-benar memberikan manfaat kepada kelompok yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan. Pemerintah juga perlu memastikan mekanisme pelaksanaan tidak menimbulkan pemborosan maupun tumpang tindih penerima.5. Verifikasi Data Diperlukan untuk Cegah Rekening GandaMarwan juga menekankan pentingnya proses verifikasi dan validasi data sebelum rekening massal dibuka. Pemerintah perlu memastikan setiap penerima tercatat secara akurat sehingga satu orang tidak mendapatkan rekening atau manfaat program secara berulang. Integrasi berbagai sumber data, termasuk data kependudukan dan apabila memungkinkan data desil, dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan ketepatan sasaran. Dengan pendataan yang lebih baik, program pembukaan rekening massal diharapkan tidak hanya mengejar jumlah rekening yang dibuat, tetapi juga benar-benar memperluas inklusi keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan.