Fenomena Terkini







Trending

9 Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Akibat Demo, Lalu Lintas Jakarta Lumpuh

9 Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Akibat Demo, Lalu Lintas Jakarta Lumpuh

Kuatbaca - Aksi demonstrasi besar yang berlangsung pada Jumat (29/8/2025) membawa dampak signifikan terhadap mobilitas warga Jakarta. Jasa Marga terpaksa menutup sembilan gerbang tol di ruas Tol Dalam Kota untuk sementara waktu. Penutupan ini dilakukan demi menjaga kelancaran dan keamanan arus kendaraan, mengingat ribuan massa aksi memenuhi kawasan sekitar Gedung DPR/MPR RI.Daftar Gerbang Tol yang DitutupSejumlah gerbang tol strategis dari dua arah ditutup secara serentak. Dari arah Bandara Soekarno-Hatta, pengendara tidak bisa mengakses GT Cawang, GT Tebet 1, GT Kuningan 1, dan GT Senayan. Sementara dari arah Cawang, lima pintu tol ditutup, yakni GT Angke 2, GT Jelambar 2, GT Tanjung Duren, GT Slipi 2, dan GT Pejompongan. Penutupan total sembilan gerbang tol ini menyebabkan pengendara terpaksa mencari jalur alternatif, baik melalui tol lingkar luar maupun jalan arteri yang juga padat merayap.Tidak hanya gerbang tol yang ditutup, sejumlah pintu keluar atau exit tol seperti di Semanggi dan Pejompongan juga ikut disekat. Arus kendaraan yang datang dari Tol Jakarta–Tangerang (Janger) maupun Tol Jagorawi diarahkan ke jalur lain untuk menghindari simpul kemacetan di pusat kota. Kendati demikian, rekayasa lalu lintas ini menimbulkan kemacetan parah di berbagai ruas jalan. Pengendara harus rela menghabiskan waktu lebih lama di perjalanan karena kepadatan mengular hingga berkilometer.Aksi Demonstrasi Memanas di Pusat JakartaPenutupan tol ini tidak lepas dari aksi unjuk rasa yang memusat di kawasan Senayan, depan Gedung DPR/MPR, serta titik lain seperti Markas Brimob dan Polda Metro Jaya. Ribuan massa, termasuk mahasiswa, pelajar, hingga pengemudi ojek online, turun ke jalan menyuarakan tuntutan mereka. Gelombang protes kali ini dipicu oleh tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi pada Kamis malam (28/8).Peristiwa yang memicu kemarahan publik itu terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Sebuah kendaraan taktis milik Brimob awalnya menabrak Affan. Mobil sempat berhenti, namun kemudian kembali melaju hingga melindas tubuh korban yang sudah tergeletak di jalan. Peristiwa ini sontak menyulut amarah luas, terutama di kalangan pengemudi ojek online yang merasa kehilangan salah satu rekan mereka. Tragedi tersebut kemudian menjadi bahan bakar solidaritas masyarakat untuk turun ke jalan.Respons dari Pihak KepolisianKepolisian bergerak cepat merespons gelombang kemarahan publik. Kapolri menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara transparan. Tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan saat insiden terjadi langsung diamankan. Mereka kini menjalani pemeriksaan mendalam, baik secara etik maupun pidana. Propam Polri telah menyatakan bahwa ketujuh anggota tersebut melanggar kode etik dan saat ini ditempatkan khusus sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.Presiden Prabowo Subianto pun ikut menyampaikan kekecewaannya terhadap peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan aparat yang menyebabkan hilangnya nyawa tidak bisa ditoleransi dan meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Desakan publik pun semakin kuat, menuntut adanya reformasi di tubuh kepolisian agar kejadian serupa tidak kembali terulang.Selain membawa korban jiwa, tragedi ini menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan sehari-hari warga Jakarta. Penutupan tol dan rekayasa lalu lintas menyebabkan kemacetan panjang, menghambat aktivitas ekonomi, dan memperburuk mobilitas masyarakat. Banyak pengendara yang terjebak berjam-jam di jalan, sementara transportasi umum juga ikut terganggu. Kondisi ini memperlihatkan betapa besar imbas dari aksi massa terhadap kehidupan perkotaan.Hingga malam hari, massa aksi masih bertahan di sekitar Senayan. Meski aparat berusaha menjaga ketertiban, ketegangan masih terasa. Penutupan sembilan gerbang tol menjadi simbol betapa seriusnya dampak dari demonstrasi kali ini. Di balik itu semua, suara utama tetap sama: masyarakat menuntut keadilan bagi Affan dan menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara. Selama tuntutan itu belum dijawab secara tuntas, besar kemungkinan gelombang protes akan terus berlanjut.

a day ago

Tambang Data