Penyebab Bau Mulut saat Puasa Ramadan dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter Gigi

19 February 2026 09:42 WIB
Penyebab Bau Mulut saat Puasa Ramadan dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter Gigi.jpg

Bau mulut kerap menjadi keluhan yang muncul selama menjalani puasa Ramadan. Sebagian orang mengaitkannya dengan makanan yang dikonsumsi saat sahur, padahal kondisi tersebut umumnya dipicu oleh mulut yang kering akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman dalam waktu lama. Penurunan produksi air liur membuat rongga mulut lebih mudah ditumbuhi bakteri penyebab bau tidak sedap.

Dokter gigi dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Paulus Januar, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus bau mulut tergolong patologis. Kondisi ini disebabkan bakteri anaerob gram negatif yang menghasilkan senyawa sulfur mudah menguap atau volatile sulfur compounds (VSCs). Ia menyebut sekitar 85 hingga 90 persen keluhan bau mulut termasuk dalam kategori tersebut.

Bakteri biasanya berkembang di pangkal lidah, gigi berlubang, karang gigi, hingga jaringan gusi yang meradang. Bau mulut jenis ini juga sering muncul setelah tidur karena air liur berkurang dan mengendap, meski umumnya dapat diatasi dengan berkumur dan menjaga kebersihan mulut.

Jenis Bau Mulut Selain Faktor Patologis

Selain penyebab medis, bau mulut juga dapat dipicu konsumsi makanan beraroma tajam seperti petai, jengkol, dan bawang putih, serta kebiasaan merokok. Jika pemicunya dihentikan, bau tidak sedap biasanya ikut menghilang.

Ada pula kondisi pseudohalitosis, yakni ketika seseorang merasa mulutnya berbau padahal secara medis tidak ditemukan gangguan. Keluhan ini kerap berkaitan dengan faktor psikologis seperti kecemasan, stres, atau depresi yang menimbulkan persepsi subjektif terhadap bau mulut.

Untuk memastikan penyebabnya, dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan melalui metode organoleptik, analisis kromatografi gas, maupun penggunaan alat halimeter guna mengukur kadar senyawa penyebab bau.

Tips Mencegah Bau Mulut Selama Berpuasa

Selama puasa, berkurangnya aliran air liur membuat bakteri di rongga mulut lebih mudah berkembang dan menghasilkan gas penyebab bau. Karena itu, memperbanyak minum air saat sahur dianjurkan untuk membantu merangsang produksi air liur. Jika mulut terasa kering, berkumur secara berkala juga dapat membantu mengurangi keluhan.

Di samping itu, penting membatasi konsumsi makanan berbau tajam serta menghindari rokok. Apabila kebersihan mulut sudah dijaga tetapi bau mulut tetap muncul, pemeriksaan ke dokter gigi disarankan agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

puasa
bau mulut
dokter gigi

kesehatan

Fenomena Terkini






Trending