1. Sejumlah Negara Telah Rayakan Idulfitri 1446 H Lebih Dulu
Kuatbaca.com - Meskipun Indonesia baru akan merayakan Idulfitri pada 31 Maret 2025, sejumlah negara lain telah lebih dulu mengumumkan hari kemenangan umat Islam tersebut. Berdasarkan hasil rukyatul hilal, Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah, termasuk Palestina, Afghanistan, dan Yaman, merayakan 1 Syawal 1446 H pada Minggu, 30 Maret 2025.
Perayaan Idulfitri di berbagai penjuru dunia ini diwarnai dengan pelaksanaan Salat Id yang khusyuk, suasana penuh suka cita, serta semangat kebersamaan umat Islam meski dalam kondisi yang sangat beragam, bahkan di tengah konflik dan ancaman keamanan.
2. Arab Saudi: Masjidil Haram Dipenuhi Takbir dan Doa
Di Makkah, Masjidil Haram menjadi pusat perhatian dunia saat ribuan jemaah memenuhi seluruh pelataran masjid untuk melaksanakan Salat Idulfitri. Imam dan Khatib Masjidil Haram, Syekh Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, memimpin langsung salat dengan khutbah yang menyentuh hati umat Islam.
Dalam khutbahnya, Syekh Al-Sudais mengingatkan umat Islam untuk tetap menjaga ketaatan dan semangat ibadah meskipun Ramadan telah usai. Ia juga menyampaikan pujian dan doa khusus kepada Penjaga Dua Masjid Suci dan Putra Mahkota Arab Saudi atas komitmen mereka dalam melayani jemaah.
Di Madinah, suasana serupa juga terlihat di Masjid Nabawi, sementara Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menjalankan salat Id di Istana Al-Salam, Jeddah, bersama keluarga kerajaan.
3. Palestina: Salat Id Penuh Haru di Masjid Al Aqsa
Umat Islam di Yerusalem Timur juga melaksanakan Salat Id di Masjid Al Aqsa, meski situasi keamanan di wilayah tersebut masih memanas akibat ketegangan dengan Israel. Grand Mufti Palestina, Syekh Mohammad Hussein, telah menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada 30 Maret 2025.
Masyarakat Palestina datang berbondong-bondong bersama keluarga ke Al Aqsa. Banyak anak-anak terlihat membawa balon, tersenyum dan bermain usai salat digelar pemandangan yang menjadi pengingat bahwa kebahagiaan Idulfitri tetap hidup di tengah ketidakpastian dan konflik.
4. Afghanistan: Salat Id di Bawah Pengamanan Taliban
Di ibu kota Afghanistan, Kabul, pelaksanaan Salat Id salah satunya berlangsung di Masjid Shah-Do Shamshira. Umat Islam di sana melaksanakan ibadah dengan khusyuk, meskipun dijaga ketat oleh pasukan keamanan Taliban.
Pemeriksaan terhadap jemaah dilakukan secara menyeluruh demi mengantisipasi ancaman keamanan. Pasukan bersenjata lengkap berjaga di berbagai titik strategis, memastikan pelaksanaan ibadah berjalan damai.
5. Yaman: Salat Id di Tengah Serangan Udara
Di Yaman, Salat Id juga digelar dengan penuh khidmat, meskipun negara tersebut masih bergolak akibat konflik bersenjata dan serangan udara dari militer Amerika Serikat yang menargetkan kelompok Houthi.
Warga terlihat memadati lapangan hingga jalan-jalan untuk menunaikan Salat Id. Banyak orang tua membawa anak-anak mereka, menunjukkan bahwa semangat Idulfitri tetap menyala meski langit mereka dikepung ketakutan dan ketidakpastian.
6. Lebaran Jadi Simbol Harapan di Tengah Beragam Situasi Dunia
Perayaan Idulfitri di berbagai belahan dunia tahun ini memperlihatkan kontras dan kesatuan. Di satu sisi, ada yang bisa berlebaran dengan penuh kedamaian dan kemewahan, di sisi lain ada yang harus melakukannya dalam bayang-bayang konflik, penjajahan, dan penderitaan.
Namun satu hal yang sama: semangat Idulfitri tidak pernah padam. Dari Makkah hingga Al Aqsa, dari Kabul hingga Sanaa, umat Islam bersatu dalam doa, takbir, dan harapan untuk dunia yang lebih damai, adil, dan berperikemanusiaan.