Internasional

Kembali

Bertambah, Total 92 Orang Tewas dalam Protes Iran Atas Kematian Mahsa Amini

Jakarta -Sebanyak 92 orang dilaporkan meninggal dunia dalam protes yang dilakukan di beberapa kota di Iran terkait kematian perempuan muda, Masha Amini dalam tahanan polisi. Laporan kematian disampaikan oleh kelompok Hak Asasi Manusia Iran Minggu waktu setempat.Dilansir AFP, Senin (3/10/2022) pada pekan ketiga demonstrasi meluas sejumlah tempat. Presiden Iran, Ebrahim Raisi mengatakan bahwa "musuh" Iran telah "gagal dalam konspirasi mereka".Seperti diketahui, Mahsa Amini, yang berusia 22 tahun, berasal dari kota Kurdi Iran, Saqez, ditangkap di Teheran karena mengenakan pakaian yang dianggap "tidak sesuai". Polisi moralitas yang memberlakukan aturan berpakaian ketat Republik Islam untuk perempuan.Kematiannya memicu demonstrasi besar-besaran yang direspons dengan kebrutalan pihak keamanan di jalan-jalan Iran. Sebelumnya pihak berwenang juga memberlakukan respons keras terhadap protes kenaikan harga bensin pada 2019."Setidaknya 83 orang termasuk anak-anak, dipastikan tewas dalam #IranProtests," kata Iran Human Rights, sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM) yang berbasis di Norwegia, di Twitter.Meskipun jumlah korban tewas meningkat dan adanya tindakan keras oleh pihak berwenang, para demonstran tetap teguh menyerukan ditiadakannya aturan garis keras di Teheran, Qom, Rasht, Sanandaj, Masjed-i-Suleiman, dan kota-kota lain.Televisi pemerintah mengatakan polisi telah menangkap sejumlah besar "perusuh", tanpa memberikan angka.Kelompok HAM mengatakan puluhan aktivis, mahasiswa, dan seniman telah ditahan. Komite Perlindungan Jurnalis mengatakan di Twitter bahwa pasukan keamanan telah menangkap setidaknya 28 wartawan pada 29 September 2022.Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan pada Kamis (29/09) bahwa dia ingin Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Iran setelah kematian Amini.\

RI: Referendum 4 Wilayah Ukraina Langgar Prinsip Piagam PBB dan Hukum Internasional

JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia (RI) menegaskan bahwa referendum 4 wilayah Ukraina melanggar prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Hukum Internasional.Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) lewat 4 pernyataan pada Minggu (2/10/2022), terkait pencaplokan 4 wilayah Ukraina Timur yang dilakukan Rusia, Jumat (30/9/2022). Keempat wilayah itu adalah Donetsk, Luhansk bagian timur, Zaporizhzhia dan Kherson bagian selatan.Pertama, Indonesia menegaskan setiap negara harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain.Prinsip ini secara jelas tertera dan merupakan salah satu prinsip utama Piagam PBB.Kedua, Indonesia secara konsisten menjunjung tinggi dan menghormati prinsip tersebut.Ketiga, prinsip ini juga berlaku terhadap referendum 4 wilayah Ukraina."Referendum tersebut melanggar prinsip piagam PBB dan hukum internasional," tulis pernyataan tersebut Keempat, Indonesia menegaskan bahwa referendum itu akan semakin menyulitkan penyelesaian konflik melalui perundingan dan akibatkan perang semakin berkepanjangan, yang akan merugikan semua pihak.

Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Ini Sikap RI

Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berbicara mengenai referendum di 4 wilayah teritori Ukraina. Kemlu menyebut pemerintah Indonesia konsisten menghormati kedaulatan wilayah negara lain."Setiap negara harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain. Prinsip ini secara jelas tertera dan merupakan salah satu prinsip utama Piagam PBB," demikian dikutip dari keterangan Kemlu di akun Twitter resmi @Kemlu_RI, Minggu (2/10/2022).Kemlu berpendapat Indonesia secara konsisten menjunjung tinggi dan menghormati prinsip tersebut. Hal tersebut juga termasuk terhadap referendum 4 wilayah Ukraina."Prinsip ini juga berlaku terhadap referendum 4 wilayah Ukraina," sambungnya.Menurut Kemlu referendum tersebut melanggar prinsip piagam PBB dan hukum internasional. Pernyataan Kemlu itu disampaikan tanpa menyebutkan Rusia dalam keterangannya. Adanya referendum tersebut, menurut Kemlu, justru akan menyulitkan penyelesaian konflik."Referendum itu akan semakin menyulitkan penyelesaian konflik melalui perundingan dan akibatkan perang semakin berkepanjangan, yang akan merugikan semua pihak," ujar Kemlu.Sebelumnya, referendum kemerdekaan telah digelar di empat wilayah Ukraina yang diduduki Rusia dan kelompok separatis pro-Rusia, yakni wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat merespons referendum itu."Referendum yang kemarin dilakukan di empat wilayah Ukraina: di Donetsk, di Luhansk, di Zaporizhzhia, dan Kherson, makin merumitkan lagi kapan akan selesai dan imbasnya kepada ekonomi seperti apa. Makin rumit," kata Jokowi di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9) kemarinJumat (30/9) Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin negaranya mencaplok empat wilayah di Ukraina itu. Rusia juga mendesak Kyiv meletakkan senjatanya dan merundingkan diakhirinya pertempuran selama tujuh bulan.Dilansir AFP, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengutuk pencaplokan Rusia atas empat wilayah di Ukraina. NATO menyebut itu sebagai perampasan tanah yang ilegal dan tidak sah. Mereka tidak mengakui empat wilayah itu sebagai wilayah Rusia.Group of Seven (G7), yang terdiri atas AS, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis, juga menyatakan tidak akan pernah mengakui pencaplokan Rusia atas empat wilayah Ukraina itu.

Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Kemenlu RI: Langgar Prinsip Piagam PPB dan Hukum Internasional

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) buka suara soal langkah Rusia yang mencaplok 4 wilayah Ukraina menjadi bagian dari negaranya.Pihak Kemenlu menyatakan, langkah referendum 4 wilayah Ukraina itu melanggar hukum internasional dan prinsip piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)."Referendum tersebut melanggar prinsip Piagam PBB dan hukum internasional," tulis Kemenlu dalam akun Twitter @Kemlu_RI, Minggu (2/10/2022).Adapun prinsip Piagam PBB yakni setiap negara harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain.Dalam hal ini, keempat wilayah yang dicaplok Rusia itu sebelumnya merupakan bagian dari Ukraina.Pihak Kemenlu menyatakan, prinsip tersebut secara jelas tertera dan merupakan salah satu prinsip utama Piagam PBB."Indonesia secara konsisten menjunjung tinggi dan menghormati prinsip tersebut," tulis Kemenlu.Oleh karena itu, prinsip Piagam PBB ini juga berlaku terhadap referendum 4 wilayah Ukraina. Apalagi, dengan dicaploknya empat wilayah tersebut, konflik semakin sulit diselesaikan."Referendum itu akan semakin menyulitkan penyelesaian konflik melalui perundingan dan mengakibatkan perang semakin berkepanjangan, yang akan merugikan semua pihak," kata Kemenlu.Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat (30/9/2022) menyebut akan mencaplok bagian selatan dan timur Ukraina di tengah perang telah meningkatkan risiko konflik.Putin mengancam untuk membawa kampanye militer Kremlin yang sedang berjuang lebih dekat ke ambang pintu Barat.Dilansir The Hill, langkah menakjubkan ini telah memicu aktivitas di seluruh dunia, termasuk sanksi baru AS dan Kelompok Tujuh (G7).Sebagian besar dunia, termasuk anggota G7 dan Uni Eropa telah bersumpah untuk tidak pernah mengakui perampasan tanah, sedangkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut langkah itu sebagai “lelucon.”Putin bahkan menyatakan langkah tersebut ketika berbicara dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (30/9/2022) lewat sambungan telepon.Putin menyebut, referendum di Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk serta wilayah Kherson dan Zaporizhzhia berjalan secara transparan dan dilaksanakan sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB.Putin menyebut, penduduk di empat wilayah Ukraina itu sedang menjalankan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri sesuai dengan Piagam PBB, Kovenan Internasional 1966 tentang hak asasi manusia dan Undang-Undang Terakhir Helsinki 1975."Vladimir Putin memberi tahu (Erdogan) tentang hasil referendum yang berlangsung pada tanggal 23-27 September. Ditekankan bahwa pemungutan suara berlangsung secara transparan, sepenuhnya sesuai dengan norma dan prinsip hukum internasional," tulis Kantor Pers Kremlin, dikutip dari Kantor berita Rusia, TASS.

Pasukan Ukraina Rebut Lyman dari Rusia, Ramzan Kadyrov Sampai Marah

KYIV– Pasukan Ukraina mengaku berhasil merebut Kota Lyman dari tangan tentara Rusia pada Sabtu (1/10/2022). Perebutan itu terjadi selang sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin resmi mencaplok empat wilayah Ukraina, termasuk Donetsk, wilayah di mana Lyman berada.Pencaplokan Rusia tersebut menempatkan wilayah yang dicaplok berada di bawah payung senjata nuklir Rusia. Wakil Kepala Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunggah video yang merekam klaim pasukan Ukraina di luar Gedung Dewan Kota di pusat Lyman.“Rakyat Ukraina yang terhormat, hari ini angkatan bersenjata Ukraina membebaskan dan menguasai Lyman, wilayah Donetsk,” kata salah satu tentara Ukraina.Di akhir video, sekelompok tentara Ukraina melemparkan bendera Rusia dari atap gedung dan mengibarkan bendera Ukraina. Beberapa jam sebelum klaim itu dibuat, pasukan Ukraina mengepung ribuan tentara Rusia di Kota Lyman, sebagaimana dilansir Reuters.Kota Lyman merupakan benteng penting bagi Moskwa yang digunakan Rusia sebagai pusat logistik dan transportasi untuk operasinya di utara wilayah Donetsk. Bila Kota Lyman jatuh, itu akan menjadi kemunduran besar baru bagi Kremlin dalam upayanya menduduki semua wilayah industri Ukraina timur alias Donbass.Sementara itu, Zelensky menjanjikan keberhasilan yang lebih cepat di Donbass, mencakup wilayah Donetsk dan Luhansk yang sebagian besar masih berada di bawah kendali Rusia.“Selama sepekan terakhir, jumlah bendera Ukraina yang berkibar di Donbass telah meningkat. Akan ada lebih banyak (wilayah yang direbut) dalam sepekan,” ujar Zelensky dalam pidato Sabtu malam.Zelensky menambahkan, pasukan Ukraina telah merebut Desa Torske, di jalan utama keluar dari Lyman ke timur. Keberhasilan Ukraina baru-baru ini membuat marah sekutu Putin seperti Ramzan Kadyrov, pemimpin daerah otonom Chechnya Rusia.“Menurut pendapat pribadi saya, tindakan yang lebih drastis harus diambil, hingga deklarasi darurat militer di daerah perbatasan dan penggunaan senjata nuklir berdaya rendah,” tulis Kadyrov di Telegram.Pejabat tinggi lainnya, termasuk mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, juga menyarankan Moskwa mungkin perlu menggunakan senjata nuklir.Pekan lalu, Putin mengatakan bahwa dia tidak menggertak saat dia mengumumkan akan mempertahankan “integritas teritorial” Rusia dengan segala cara yang ada.

Dampak Krisis di Inggris: Kereta Berhenti Beroperasi, Puluhan Ribu Pekerja Mogok, Anak-anak Makan Karet

Inggris mengalami krisis ekonomi yang dipicu oleh keputusan Perdana Menteri Liz Truss pekan lalu. Awalnya Bank of England menaikkan suku bunga dengan setengah poin persentase yang relatif sederhana untuk mengatasi inflasi.Kurang dari 24 jam kemudian, pemerintah Perdana Menteri Inggris yang baru Liz Truss mengumumkan rencananya untuk pemotongan pajak terbesar dalam 50 tahunSaat ini Inggris berada dalam situasi yang sulit karena mata uang poundsterling berada dalam titik terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.Apa saja dampak krisis di Inggris? Berikut beberapa di antaranya:Anak-anak makan karetKisah memilukan akibat krisis di Inggris salah satunya adalah anak-anak di sana sangat kelaparan sehingga mereka makan karet atau bersembunyi di taman bermain karena mereka tidak mampu membeli makan siang.Tagihan energi yang besar memaksa lebih banyak keluarga untuk memilih antara menyalakan pemanas dan membeli makanan.Sebuah sekolah di Lewisham, London tenggara, mendapati seorang anak yang berpura-pura makan dari kotak makan yang kosong karena mereka tidak ingin teman-teman mereka tahu bahwa tidak ada makanan di rumah.“Kami mendengar tentang anak-anak yang sangat lapar sehingga mereka makan karet di sekolah,” kata kepala eksekutif Chefs in Schools, Naomi Duncan, dikutip dari The Guardian, 25 September 2022.Selain itu anak-anak sudah datang ke sekolah pagi-pagi karena mereka belum makan siang dari hari sebelumnya. Di Inggris, semua anak sekolah berhak atas makanan sekolah gratis dari penerimaan hingga tahun kedua.Akan tetapi syaratnya adalah orang tuanya berpenghasilan kurang dari £7.400 per tahun dan 800.000 anak yang hidup dalam kemiskinan tidak termasuk.Perawat tidak makan di tempat kerjaDiberitakan The Guardian, Jumat (30/9/2022), beberapa perawat di NHS sangat kekurangan sehingga mereka harus memilih untuk tidak makan di tempat kerja untuk memberi makan dan membelikan pakaian anak-anak mereka.Staf NHS juga tidak mampu lagi membayar biaya perjalanan untuk shift mereka. Lainnya mengambil pekerjaan sampingan di luar NHS untuk memenuhi kebutuhan.Ada juga yang tidak mampu mengisi bensin mobil mereka karena harga bensin naik.Bahkan ada yang mendapatkan masalah kesehatan mental karena stres membayar tagihan mereka. Hal tersebut adalah dampak dari krisis biaya hidup pada pekerja layanan kesehatan di Inggris.Situasinya sangat serius sehingga beberapa staf kesehatan bergaji rendah, seperti asisten kesehatan, berhenti dari pekerjaan mereka di NHS dan mengambil peran dengan gaji lebih baik di pub dan toko.Banyak kereta berhenti beroperasiDilansir BBC, Sabtu (1/10/2022), sebagian besar wilayah Inggris tidak memiliki layanan kereta api karena pekerja kereta api di beberapa serikat pekerja keluar pada hari yang sama.Tidak ada kereta api yang beroperasi antara London dan kota-kota besar seperti Edinburgh, Brighton, dan Newcastle. Sementara itu beberapa operator kereta di Northern, Avanti West Coast, dan Southeastern tidak menjalankan kereta sepanjang hari.Para serikat pekerja melakukan aksi pemogokan terbesar tahun ini. Melibatkan sekitar 54.000 pekerja.

AS, Australia, dan Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Militer Lawan China

HONOLULU - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Australia dan Jepang pada Sabtu (1/10/2022) bersepakat untuk meningkatkan kerja sama militer dalam menghadapi ambisi China yang semakin besar."Kami sangat prihatin dengan perilaku China yang semakin agresif dan menggertak di Selat Taiwan dan di tempat lain di kawasan ini," kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin saat menyambut rekan-rekannya dari Australia dan Jepang ke markas militer AS untuk kawasan Pasifik.Sementara itu, Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menekankan kepentingan kelompok ini terletak pada penegakan tatanan berbasis aturan global."Tapi kami melihat tatanan di Indo-Pasifik berada di bawah tekanan, karena China berusaha membentuk dunia di sekitarnya dengan cara yang belum pernah kami lihat sebelumnya," kata dia, sebagaimana dikutip dari AFP.Amerika Serikat sedang menekan serangan diplomatik untuk melawan pengaruh China di wilayah tersebut.Pada Kamis (29/9/2022), Washington mengumumkan paket bantuan 810 juta dollar AS untuk negara-negara Kepulauan Pasifik, di mana Amerika Serikat berencana untuk mengintensifkan kehadiran diplomatiknya.Wakil Presiden Kamala Harris melakukan perjalanan pekan lalu ke Jepang dan Korea Selatan dan mengatakan AS akan bertindak tanpa rasa takut atau ragu di seluruh Asia, termasuk Selat Taiwan.Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari China dan juga mengklaim saluran air yang tipis dan sibuk yang memisahkan keduanya. Harris juga melakukan perjalanan ke Seoul dan mengunjungi zona demiliterisasi antara kedua Korea.Kunjungannya dirancang untuk menunjukkan komitmen Washington untuk membela Korea Selatan melawan Korea Utara. 

Ledakan di Pusat Pendidikan Afghanistan, 19 Orang Tewas

Ledakan terjadi di Pusat Pendidikan di Kabul, Afghanistan. Setidaknya 19 orang tewas dan 27 orang luka-luka.

Menerka Langkah Putin Selanjutnya setelah Caplok 4 Wilayah Ukraina

Langkah Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat (30/9/2022) untuk mencaplok bagian selatan dan timur Ukraina di tengah perang telah meningkatkan risiko konflik.Putin mengancam untuk membawa kampanye militer Kremlin yang sedang berjuang lebih dekat ke ambang pintu Barat.Dilansir The Hill, langkah menakjubkan ini telah memicu aktivitas di seluruh dunia, termasuk sanksi baru AS dan Kelompok Tujuh (G7).Sanksi menargetkan pejabat pemerintah dan militer Rusia dan anggota keluarga mereka.Tetapi tindakan Putin disebut memiliki dampak yang jauh lebih luas dan jangka panjang untuk masa depan, kata para ahli.Para ahli mengungkapkan ketidakpastian yang mendalam tentang ke mana situasi akan pergi dari sini.“Saya pikir akan ada peringatan lanjutan karena Putin melanggar salah satu garis merah yang telah dijatuhkan. Dan menurut saya, akan ada penguatan sanksi lebih lanjut. Di luar itu, sulit mengantisipasi dengan tepat apa yang mungkin terjadi,” kata Thomas Pickering, yang menjabat sebagai duta besar AS untuk PBB dan juga Rusia.Sebagian besar dunia, termasuk anggota G7 dan Uni Eropa, telah bersumpah untuk tidak pernah mengakui perampasan tanah, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut langkah itu sebagai “lelucon.”“Seluruh wilayah negara kita akan dibebaskan,” Zelensky berjanji dalam video pra-rekaman yang dirilis setelah pidato Putin.Aneksasi tersebut jadi perampasan wilayah terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II dan terjadi ketika Putin semakin agresif dalam retorikanya karena serangan balasan Ukraina.Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Rusia akan tetap berpegang pada pesan mereka bahwa mengambil wilayah paling timur Ukraina yang dikenal sebagai Donbass tetap menjadi tujuan terbatas invasi mereka, seperti yang disarankan dalam pidato Putin.Kremlin telah berfokus untuk merebut wilayah itu sejak kampanyenya yang gagal untuk menggulingkan Kyiv, tetapi tidak jelas apakah Moskwa akan terbuka untuk mengakhiri perang jika hal itu tercapai.Yang juga belum ditentukan adalah perdebatan baru mengenai apakah NATO harus mengizinkan Ukraina untuk bergabung setelah negara itu mengumumkan akan mengajukan aplikasi yang dipercepat ke aliansi militer.Amerika Serikat dengan cepat mendesak agar proses semacam itu “harus dilakukan pada waktu yang berbeda”, menurut penasihat keamanan nasional Jake Sullivan.Jonathan Katz, direktur Inisiatif Demokrasi dan rekan senior di Dana Marshall Jerman AS, mengatakan tawaran NATO Ukraina adalah aplikasi serius.Apalagi ini dilakukan setelah pidato Putin dan di tengah upaya putus asa yang sedang berlangsung untuk membuat keuntungan dalam perang.

Militer Ukraina Kepung Pasukan Rusia di Donetsk saat Putin Rayakan Kemenangan Aneksasi

Pasukan Ukraina dilaporkan mengepung pasukan Rusia di Lyman, distrik Kramatorsk, Donetsk yang merupakan salah satu wilayah yang dicaplok Kremlin.Tentara Ukraina telah memasuki Stavky yakni desa tetangga Lyman, lapor Serhii Cherevatyi, juru bicara militer untuk kelompok timur pasukan Ukraina."Kelompok Rusia di daerah Lyman dikepung. Permukiman Yampil, Novoselivka, Shandryholove, Drobysheve, dan Stavky dibebaskan. Langkah-langkah stabilisasi sedang berlangsung di sana," kata Cherevatyi dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, pada Sabtu (1/10/2022)."(Pembebasan) Lyman penting, karena ini adalah langkah lain menuju pembebasan Donbas Ukraina. Ini adalah kesempatan untuk melangkah lebih jauh ke Kreminna dan Severodonetsk. Oleh karena itu, pada gilirannya, secara psikologis sangat penting," tambahnya.Lebih lanjut, ia mengatakan pasukan Ukraina saat ini sedang mengatur nada untuk "memutuskan jalannya permusuhan ini."Menurutnya, ada banyak korban tewas dan terluka.Namun ia tidak dapat memberikan rinciannya, karena operasi tersebut masih berjalan.Dilansir CNN, Rusia menggunakan Lyman sebagai pusat logistik untuk operasinya di wilayah tersebut. Kejatuhan pasukan Kremlin di wilayah ini, akan menjadi keuntungan paling signifikan Ukraina sejak melancarkan serangan balasan yang sukses di Kharkiv bulan lalu.Kepala administrasi militer regional Luhansk, Serhiy Hayday mengungkap rincian mengenai serangan di Lyman pada Sabtu ini.Ia mengatakan, pasukan Rusia sudah bermaksud untuk mundur namun tidak dibiarkan oleh Ukraina."Penjajah meminta (atasannya) kemungkinan untuk mundur, dan mereka ditolak. Dengan demikian, mereka memiliki dua opsi.""Tidak, mereka sebenarnya memiliki tiga pilihan. Cobalah menerobos, menyerah, atau semua orang di sana akan mati," kata Hayday."Ada beberapa ribu dari mereka. Ya, sekitar 5.000. Belum ada angka pasti. Lima ribu masih pengelompokan kolosal. Belum pernah ada kelompok sebesar itu dalam pengepungan sebelumnya. Semua rute untuk pasokan amunisi atau mundurnya kelompok semuanya sepenuhnya diblokir," tambahnya.Yurii Mysiagin, anggota Parlemen Ukraina dan wakil kepala komite parlemen untuk keamanan nasional, mengunggah video di Telegram yang menunjukkan sebuah tank Ukraina sedang bergerak menuju Stavky.Para pengamat berkumpul di depan rumah sakit bersalin yang hancur di Kramatorsk, wilayah Donetsk pada 12 September 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. - Pasukan Ukraina dilaporkan berhasil mengepung pasukan Rusia di Donetsk, sementara Putin merayakan pencaplokan 4 wilayah Ukraina. Di video terpisah yang dibagikan kepala staf kepresidenan Ukraina, menunjukkan dua tentara Kyiv berdiri di atas kendaraan militer.Mereka terlihat memasangkan bendera dengan pita ke sebuah tanda bertuliskan Lyman."Kami mengibarkan bendera negara kami dan menanamnya di tanah kami. Di Lyman. Semuanya akan menjadi Ukraina," kata salah satu tentara ke kamera.Belum ada tanggapan resmi dari Rusia terhadap pertempuran di wilayah tersebut.Pada Jumat (30/9/2022) sebelumnya, pasukan Ukraina mengklaim kendali atas desa Drobysheve di wilayah Donetsk, pemukiman tetangga Lyman yang diduduki Rusia.Sementara itu pada hari Sabtu, direktur jenderal pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia ditahan oleh patroli Rusia, menurut presiden perusahaan nuklir negara Energoatom."Direktur Jenderal Ihor Murashov sedang berada di dalam kendaraannya dalam perjalanan dari pabrik ketika dia dihentikan dibawa keluar dari mobil, dan dengan mata tertutup dia didorong ke arah yang tidak diketahui. Untuk saat ini tidak ada informasi tentang nasibnya," kata Petro Kotin dari Energoatom dalam sebuah pernyataan."Murashov adalah orang berlisensi dan memikul tanggung jawab utama dan eksklusif untuk keselamatan nuklir dan radiasi PLTN Zaporizhzhya," jelas Kotin, menambahkan bahwa penahanannya berdampak pada operasi PLTN terbesar di Eropa.Kotin menyerukan pembebasan Murashov dan mendesak direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk bertindak.Kementerian Luar Negeri Ukraina mengutuk penahanan Murashov dan menyebutnya sebagai aksi terorisme Rusia.Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, 4 wilayah yang mengadakan referendum untuk bergabung dengan Rusia - Pasukan Ukraina dilaporkan berhasil mengepung pasukan Rusia di Donetsk, sementara Putin merayakan pencaplokan 4 wilayah Ukraina. "Kami menyerukan kepada masyarakat internasional, khususnya PBB, IAEA dan G7, untuk juga mengambil tindakan tegas untuk tujuan ini," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.Sejumlah perkembangan situasi di medan perang Ukraina, terjadi setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan pencaplokan seperlima tanah Ukraina.Moskow telah mengakui empat wilayah Ukraina sebagai anggota Federasi Rusia, di antaranya Luhansk dan Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia.Donetsk dan Luhansk atau Donbas, merupakan wilayah yang dikuasai separatis pro-Kremlin dan telah memproklamasikan kemerdekaan sendiri.Sedangkan Kherson dan Zaporizhzhia, adalah dua wilayah di selatan Ukraina yang diduduki pasukan Rusia sejak invasi dimulai.