
Konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali memanas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena wilayah yang terdampak ketegangan berada di sekitar jalur yang berkaitan dengan perjalanan jemaah umrah, termasuk kawasan Jeddah dan Mekkah.
Pakar geopolitik Timur Tengah Yon Machmudi mengingatkan bahwa eskalasi konflik dapat berdampak terhadap aktivitas penerbangan apabila situasi berkembang hingga mengganggu keamanan wilayah udara Arab Saudi. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi jemaah umrah asal Indonesia yang melakukan perjalanan melalui jalur udara.
Yon Machmudi menilai perkembangan konflik perlu dipantau karena gangguan terhadap wilayah udara dapat memengaruhi penerbangan sipil. Jika situasi keamanan memburuk dan terdapat ancaman terhadap jalur penerbangan, maskapai berpotensi melakukan penyesuaian rute atau jadwal demi keselamatan penumpang.
Kondisi tersebut menjadi relevan bagi jemaah umrah Indonesia karena sebagian besar perjalanan menuju Arab Saudi dilakukan melalui penerbangan internasional. Dengan demikian, perkembangan konflik bukan hanya menyangkut keamanan di wilayah konflik, tetapi juga berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi maupun perjalanan pulang.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah otoritas Arab Saudi pada Selasa (15/9/2026) mengeluarkan peringatan potensi bahaya untuk sejumlah wilayah, termasuk Mekkah, Jeddah, dan Taif. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah situasi dinyatakan kembali aman.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena Mekkah merupakan pusat ibadah umrah. Sementara itu, Jeddah menjadi salah satu pintu masuk utama jemaah internasional menuju Arab Saudi. Kemunculan peringatan keamanan di wilayah tersebut menunjukkan bahwa eskalasi konflik memiliki dampak yang perlu dipantau oleh calon maupun jemaah yang sedang menjalankan ibadah.
Kementerian Luar Negeri RI telah mengimbau WNI yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. Kemlu menyebut peringatan keamanan sebelumnya mencakup Mekkah, Jeddah, dan Taif, meskipun peringatan tersebut telah dicabut.
Hingga laporan tersebut disampaikan, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak langsung akibat konflik tersebut. Namun, masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi tetap diminta memantau informasi terbaru melalui kanal resmi pemerintah dan mengikuti instruksi keamanan apabila kembali dikeluarkan.
Situasi semakin sensitif setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut mengarah ke wilayah Mekkah. Pihak Houthi kemudian membantah bahwa kelompok tersebut menargetkan Mekkah atau situs-situs suci Islam.
Perbedaan klaim tersebut membuat perkembangan situasi harus dilihat secara hati-hati. Yang sudah terkonfirmasi adalah adanya peningkatan serangan dan peringatan keamanan di sejumlah wilayah Arab Saudi, sementara tuduhan mengenai sasaran spesifik serangan masih dibantah oleh Houthi. Kondisi ini juga menjadi alasan penting bagi jemaah untuk mengandalkan informasi dari otoritas resmi.
Bagi masyarakat Indonesia yang telah merencanakan perjalanan umrah, perkembangan keamanan di Arab Saudi perlu dipantau secara berkala. Selain kondisi di sekitar Mekkah dan Jeddah, situasi wilayah udara serta kebijakan maskapai juga dapat menentukan kelancaran perjalanan.
Sejumlah negara juga memperbarui imbauan perjalanan terkait situasi keamanan di Arab Saudi. Pemerintah Australia, misalnya, pada pembaruan 16 September 2026 menyarankan pelancong mempertimbangkan kembali kebutuhan perjalanan ke Arab Saudi karena situasi keamanan regional, sementara kawasan dalam radius 30 kilometer dari perbatasan Yaman dinyatakan sebagai wilayah yang tidak disarankan untuk dikunjungi.
Karena situasi masih berkembang, calon jemaah sebaiknya memastikan informasi mengenai penerbangan, jadwal keberangkatan, serta kondisi keamanan diperoleh dari maskapai, penyelenggara perjalanan umrah, dan perwakilan resmi pemerintah Indonesia. Dengan demikian, setiap perubahan situasi dapat segera diantisipasi tanpa bergantung pada informasi yang belum terverifikasi.