Korban Tewas Gempa Dahsyat di Filipina Selatan Bertambah Menjadi 32 Orang

Kuatbaca - Filipina kembali dilanda bencana alam besar setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan negara tersebut pada Senin pagi, 8 Juni 2026. Guncangan kuat yang berpusat di dekat General Santos City, Pulau Mindanao, menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah dan memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar dari rumah maupun bangunan publik.
Gempa terjadi sekitar pukul 07.37 waktu setempat saat aktivitas masyarakat mulai berlangsung. Banyak warga mengaku merasakan getaran yang sangat kuat selama beberapa detik, cukup untuk mengguncang bangunan bertingkat, meretakkan sejumlah infrastruktur, serta memicu tanah longsor di beberapa wilayah perbukitan.
Jumlah Korban Terus Bertambah
Hingga laporan terbaru, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai sedikitnya 32 orang. Selain korban jiwa, lebih dari 100 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Tim penyelamat dan petugas tanggap darurat masih terus melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang terdampak paling parah. Otoritas setempat memperkirakan angka korban masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi yang terus berlangsung dan pendataan yang belum sepenuhnya selesai dilakukan.
Rumah sakit di beberapa wilayah terdampak dilaporkan menerima gelombang pasien sejak beberapa jam setelah gempa terjadi. Sebagian besar korban mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan, terkena material longsoran, maupun cedera saat berusaha menyelamatkan diri.
Tanah Longsor Menjadi Penyebab Banyak Korban
Salah satu dampak paling mematikan dari gempa ini terjadi di kota pesisir Glan yang berada di Provinsi Sarangani. Di wilayah tersebut, tanah longsor besar menerjang permukiman warga dan menimbun sejumlah rumah.
Sedikitnya 13 korban meninggal dunia ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor. Proses pencarian berlangsung cukup sulit karena tim penyelamat harus bekerja di tengah kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang tidak selalu mendukung.
Alat berat dikerahkan untuk membantu membuka akses menuju lokasi yang tertutup timbunan tanah dan batu. Sementara itu, keluarga korban serta warga sekitar turut membantu upaya pencarian dengan harapan masih ada korban yang dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Kerusakan Infrastruktur di Sejumlah Daerah
Selain menelan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Beberapa bangunan mengalami keretakan serius, sementara sejumlah jalan dilaporkan mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah.
Gangguan listrik sempat terjadi di beberapa wilayah setelah jaringan distribusi mengalami kerusakan. Aktivitas ekonomi dan pelayanan publik pun terganggu karena banyak bangunan harus diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya sebelum dapat digunakan kembali.
Pemerintah daerah bersama badan penanggulangan bencana setempat bergerak cepat dengan mendirikan pos-pos darurat untuk menampung warga yang rumahnya rusak atau berada di area rawan bencana. Bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan kepada para pengungsi.
Meski gempa utama telah berlalu, kekhawatiran masih dirasakan masyarakat di wilayah terdampak. Sejumlah gempa susulan dilaporkan terjadi setelah guncangan utama, membuat banyak warga memilih bertahan di ruang terbuka atau pusat pengungsian sementara.
Rasa trauma juga mulai muncul di kalangan masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Beberapa warga mengaku belum berani kembali ke dalam rumah karena takut terjadi gempa susulan yang lebih kuat.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan petugas kebencanaan terkait langkah-langkah keselamatan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Gempa yang mengguncang Mindanao kali ini tercatat sebagai salah satu gempa paling kuat yang pernah melanda Filipina dalam beberapa dekade terakhir. Kekuatan guncangannya dirasakan hingga wilayah yang cukup jauh dari pusat gempa dan menyebabkan dampak luas di berbagai daerah.
Posisi geografis Filipina yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire membuat negara tersebut memang rentan terhadap aktivitas seismik dan vulkanik. Setiap tahun, ratusan hingga ribuan gempa bumi tercatat terjadi di wilayah kepulauan tersebut, meskipun tidak semuanya menimbulkan kerusakan besar.
Bencana kali ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko gempa bumi di kawasan Asia Pasifik. Di tengah upaya penyelamatan yang masih berlangsung, fokus utama pemerintah dan tim kemanusiaan saat ini adalah memastikan keselamatan warga terdampak serta mempercepat pemulihan kondisi di daerah yang mengalami kerusakan paling parah.