Eskalasi Timur Tengah Memanas, Iran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Sejumlah Negara Arab

10 June 2026 10:29 WIB
Eskalasi Timur Tengah Memanas, Iran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Sejumlah Negara Arab.jpg

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran bagian selatan pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu (10/6/2026) dini hari WIB. Aksi militer tersebut memicu respons cepat dari Teheran yang dikabarkan menyerang sejumlah lokasi yang berkaitan dengan kepentingan militer AS di negara-negara Arab.

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal ke beberapa negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Negara Arab

Berdasarkan laporan AFP, serangan dilaporkan terjadi di Bahrain, Yordania, hingga Kuwait. Negara-negara tersebut diketahui menjadi bagian dari delapan negara Arab yang menampung fasilitas militer Amerika Serikat. Selain ketiganya, pangkalan AS juga berada di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Irak, dan Suriah.

Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pihaknya telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain sebagai respons atas operasi militer Washington terhadap Iran.

Sebelumnya, pemerintah AS menyatakan bahwa serangan ke Iran dilakukan secara proporsional setelah insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya yang dikutip media Iran, IRGC menyebut serangan AS menyasar beberapa titik di Jask, Sirik, dan Qeshm. Mereka menuduh Washington menggunakan alasan yang tidak berdasar sehingga mengakibatkan kerusakan terhadap infrastruktur sipil, termasuk menara telekomunikasi dan fasilitas penyimpanan air.

Sebagai balasan, IRGC mengklaim telah mengerahkan pesawat nirawak angkatan laut untuk menyerang Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain pada pukul 02.30 waktu setempat.

Iran juga memperingatkan akan memberikan respons yang lebih besar apabila serangan dari pihak Amerika Serikat terus berlanjut.

Yordania Jadi Sasaran Rudal Jarak Jauh Iran

Tak berselang lama setelah serangan ke Bahrain, IRGC kembali mengumumkan operasi militer terhadap fasilitas militer AS di Yordania.

Menurut pernyataan tersebut, pasukan Iran berhasil menyerang empat sasaran utama, termasuk area yang disebut sebagai tempat operasional jet tempur F-35 serta pusat komando dan kendali militer Amerika Serikat.

IRGC menyatakan bahwa serangan tersebut menggunakan rudal jarak jauh yang diarahkan ke target-target strategis.

Kuwait Klaim Berhasil Cegat Target Udara

Di sisi lain, Kuwait juga melaporkan adanya ancaman serangan udara di wilayahnya.

Pihak militer Kuwait menyebut sistem pertahanan udara negara tersebut berhasil mencegat sejumlah target udara musuh sebelum mencapai sasaran. Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai asal maupun dampak dari insiden tersebut.

Serangan AS Dipicu Instruksi Donald Trump

Sebelum rangkaian serangan balasan Iran terjadi, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dilaporkan telah memulai operasi yang disebut sebagai tindakan pertahanan diri atas instruksi Presiden Donald Trump.

Sejumlah media internasional turut melaporkan adanya ledakan di berbagai wilayah Iran setelah operasi militer AS dimulai.

Media pemerintah Iran, IRIB, menayangkan rekaman yang memperlihatkan ledakan besar mengguncang Provinsi Qeshm yang berada di dekat Selat Hormuz.

Media Rusia RT juga melaporkan sedikitnya enam ledakan terdengar di kawasan tersebut ketika serangan Amerika Serikat berlangsung.

Selain Qeshm, beberapa laporan media lokal menyebut ledakan juga terdengar di sejumlah titik di Provinsi Hormozgan. Warga setempat bahkan mengaku melihat keberadaan jet tempur Amerika Serikat di langit wilayah tersebut.

Kekhawatiran Konflik Timur Tengah Meluas

Rangkaian serangan dan aksi balasan ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Keterlibatan langsung Amerika Serikat dan respons militer Iran berpotensi memperluas konflik, terutama karena sejumlah negara Arab turut menjadi lokasi pangkalan strategis milik Washington.

Perkembangan situasi masih terus dipantau dunia internasional, sementara berbagai pihak mendesak agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik berskala lebih besar yang dapat mengganggu keamanan regional maupun perekonomian global.

Iran
amerika serikat
timur tengah
konflik geopolitik

internasional

Fenomena Terkini






Trending