Di PBB, Menlu Sugiono Sebut Rakyat Jadi Inti Ketahanan Indonesia

27 September 2026 19:34 WIB
6ab8b3a2eb18a.webp

1. Sugiono Paparkan Konsep Ketahanan Nasional Indonesia

Menteri Luar Negeri RI Sugiono memaparkan konsep ketahanan nasional Indonesia dalam Sidang Umum PBB ke-18 di New York, Amerika Serikat. Dalam forum tersebut, ia menjelaskan bahwa konsep ketahanan nasional telah dikembangkan Indonesia sejak dekade 1960-an sebagai upaya menjaga jati diri bangsa, kedaulatan, persatuan, serta keberlanjutan pembangunan di tengah berbagai tantangan.

Dalam pemaparan tersebut, Sugiono menempatkan masyarakat sebagai unsur utama dalam ketahanan nasional. Menurut konsep yang disampaikannya, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemerintah atau institusi negara, tetapi juga oleh kondisi kehidupan masyarakat sehari-hari. Ketahanan nasional pada akhirnya berkaitan erat dengan kemampuan rakyat untuk menjalani kehidupan secara aman dan produktif.

2. Kesejahteraan Keluarga Menjadi Bagian dari Ketangguhan Negara

Sugiono menjelaskan bahwa ketangguhan suatu negara dapat dilihat dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga menjadi salah satu gambaran kondisi ketahanan di tingkat masyarakat.

Hal yang sama terlihat dari kemampuan petani menghasilkan pangan, pekerja memperoleh pekerjaan yang layak, serta anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Anak-anak juga perlu memiliki ruang untuk membangun cita-cita dan mempersiapkan masa depan. Dengan demikian, pembangunan manusia menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan nasional.

Bagi Indonesia, konsep tersebut diterjemahkan melalui berbagai upaya, termasuk memperkuat kemandirian pangan dan ketahanan energi. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat memperoleh pendidikan yang berkualitas serta akses terhadap layanan kesehatan dasar sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia.

3. Ekonomi dan Lapangan Kerja Mendukung Ketahanan Nasional

Selain memenuhi kebutuhan dasar, ketahanan Indonesia juga dikaitkan dengan kemampuan perekonomian menghadapi berbagai guncangan. Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia terus berupaya membangun perekonomian yang memiliki daya tahan sekaligus mampu menciptakan peluang baru bagi masyarakat.

Penguatan ekonomi tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja, pembangunan industri yang lebih kuat, serta peningkatan kapasitas produksi nasional. Semakin kuat fondasi ekonomi dalam negeri, semakin besar pula kemampuan masyarakat dan negara menghadapi perubahan maupun tekanan yang datang dari luar.

Dalam konteks tersebut, ketahanan nasional tidak berdiri sendiri. Ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan perekonomian saling berkaitan dalam membentuk kondisi masyarakat yang mampu menghadapi berbagai tantangan.

4. Mengelola Keberagaman untuk Menjaga Persatuan

Sugiono juga menekankan bahwa kemampuan mengelola perbedaan menjadi salah satu kunci ketangguhan Indonesia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa dan latar belakang masyarakat yang beragam, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga persatuan nasional.

Keberagaman yang terdapat di berbagai daerah dinilai perlu dikelola dan dihormati. Dalam pemaparan Sugiono, partisipasi demokratis, dialog, dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi bagian dari cara Indonesia menjaga persatuan.

Pendekatan tersebut menempatkan keberagaman bukan sekadar sebagai kondisi yang harus dihadapi, tetapi juga sebagai potensi yang dapat menjadi kekuatan. Kemampuan menjaga persatuan di tengah perbedaan menjadi salah satu unsur yang mendukung ketahanan nasional Indonesia.

5. Ketahanan Indonesia Dapat Berkontribusi bagi Dunia

Sugiono kemudian menghubungkan ketahanan nasional dengan kontribusi Indonesia terhadap masyarakat internasional. Menurutnya, negara yang memiliki ketangguhan di dalam negeri akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berkontribusi dalam menghadapi persoalan yang melampaui batas wilayah.

Ketahanan pangan Indonesia, misalnya, dapat mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat kawasan maupun global. Begitu pula dengan ketahanan energi yang dapat membuka ruang kontribusi Indonesia terhadap agenda transisi energi dunia.

Di sisi lain, perekonomian nasional yang kuat dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja sama dan membuka kesempatan untuk mendorong kemakmuran bersama. Dari perspektif tersebut, Sugiono menggambarkan ketahanan nasional sebagai sesuatu yang dapat berkembang menjadi ketahanan kolektif.

Konsep tersebut juga dikaitkan dengan upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan memperkuat kondisi masyarakat di dalam negeri, Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung agenda pembangunan yang menjadi perhatian bersama di tingkat global.

Sugiono
KeamananNasional
IndonesiaDiPBB

internasional

Fenomena Terkini






Trending