Viral, Video Siswa SMP Modifikasi Tipp-Ex Bekas Jadi Mainan Motor Trondol, Bagaimana Caranya?

21 February 2023 21:44 WIB
63f0ec8e7e097.png

Guru Seni Budaya sekaligus Informatika di SMP Negeri 1 Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Ndaru Kurniawan Suseno menceritakan inspirasi idenya dalam membuat modifikasi tipp-ex.

Hasil kreativitasnya bersama dengan puluhan siswa didikannya itu mendadak viral di media sosial @ndarukurniawan. Ndaru menyebutnya sebagai tipp-ex trondol. Trondol merupakan istilah bahasa Jawa yang merujuk pada modifikasi kendaraan.

Melalui video berdurasi 16 detik yang diunggahnya melalui Tik Tok, Ndaru memamerkan hasil kreativitas siswa SMP Negeri 1 Cangkringan yang mampu mengubah tipp-ex bekas menjadi mainan menyerupai motor yang bergerak.

Video yang diunggah pada Sabtu (11/2/2023) itu kini sudah ditonton hingga 37,4 juta kali dan dikomentari sebanyak 16.900 warganet. Tak cukup sampai disitu, 3,3 juta pengguna juga menyukai video tersebut.

Apresiasi warganet

Puluhan ribu warganet meninggalkan komentar dalam unggahan tersebut.

Banyak dari mereka yang mengapresiasi dan menanyakan bagaimana cara membuat mainan dari tip-ex tersebut.

"Astaga tip-ex trondol itu ini to," ujar warganet.

"Siswa kreatif dan kepo yang tinggi muncul karya yang unik," kata akun lainnya.

"Apakah ini alasan di tempat gua kerja anak-anak SMP pada beli tip-ex?" tutur seorang warganet.

"Pantesan adekku bikin kayak gitu juga," ungkap pengguna lain.

Lantas, bagaimana cerita di balik modifikasi tipp-ex bekas tersebut?

Terinspirasi dari keisengan siswa

Ndaru mengatakan bahwa karya seni itu justru terinspirasi dari keisengan para siswanya.

"Beberapa minggu yang lalu saya pernah melihat ada konten semacam tipp-ex yang ada di Tik Tok. Terus saya waktu mengajar saya lihat beberapa kali ada anak-anak yang di jam kosong bukannya jajan atau istirahat, malah membuat modifikasi tipp-ex," terang Ndaru kepada Kompas.com, Jumat (17/2/2023) malam.

"Saya dari situ mengapresiasi dan memberi ide, gimana kalau dibuat konten dan dikasih lampu," imbuhnya.

Di sisi lain, kreativitas itu bersinggungan dengan kurikulum pembelajaran siswa, terutama materi pembuatan elektro. Materi pembuatan elektro menuntut siswa untuk berpikir secara kritis. Misalnya, bagaimana membuat sesuatu yang mungkin belum pernah mereka ciptakan.

"Nah, entah mengapa siswa itu bisa kepikiran untuk membuat semacam modifikasi. Mungkin yang cowok pengennya modif motor," kata Ndaru.

Tipp-ex bekas dan dinamo

Ndaru bercerita bahwa para siswa membuat mainan tipp-ex trondol dengan memanfaatkan tipp-ex bekas.

"Mereka menggunakan tipp-x bekas pakai yang mereka minta dari anak-anak perempuan terus waktu minta itu mereka buat semacam montor-montoran," kata Ndaru.

Modifikasi yang diciptakan bisa beragam. Para siswa akan memainkan imajinasi mereka agar modifikasi motor terlihat keren. Selain menggunakan tipp-ex bekas, mainan itu juga dibuat menggunakan dinamo, lampu, hingga rangka pulpen.

"Mereka (tip-ex trondol" dikasih lampu, aku juga dikasih lampu. Kelas lain ada yang dikasih dinamo, bisa jalan," ucap Ndaru.

Untuk membuat permainan tipp-e trondol itu, para siswa membutuhkan waktu sekitar 2 jam saja. Akan tetapi, jika siswa ingin menambahkan aksesori seperti lampu dan dinamo, maka proses pengerjaannya bisa lebih lama.

"Kalau yang mau bisa gerak, ada dinamo dan lampunya, itu mungkin nambah waktu jadi 4 jam," kata Ndaru.

Selain itu, siswa juga harus merakit baterai jam dan dinamo agar tipp-ex trondol itu bisa berjalan. Tak hanya bisa dibuat sebagai mainan atau koleksi, Ndaru mengatakan bahwa tipp-ex trondol itu juga bisa dibuat dengan tetap mengedepankan fungsi tip-ex itu sendiri.

"Kalau mau dibikin dua fungsi, buat style juga bisa buat fungsi itu juga bisa," ucapnya.

Hanya saja, untuk saat ini, para siswa hanya membuat tipp-ex trondol sebagai mainan koleksi saja.

Antusiasme tinggi

Selama proses merakit, siswa mengaku bahwa mereka sangat antusias. Bahkan, banyak dari mereka yang memesan tipp-ex di toko alat tulis terdekat.

"Sampai toko-toko di sekitar sini heran kenapa mereka itu kok beli tipp-ex. Dan mereka itu suruh cepet-cepet minta dihabisin ke anak-anak yang perempuan," kata Ndaru.

Ada kalanya, para siswa tidak sabar untuk mneghabiskan tipp-ex tersebut dan langsung membongkarnya. Antuasiasme itu tidak hanya dirasakan oleh siswa laki-laki, tetapi juga perempuan.

"Mereka (siswa perempuan) mengapresiasi dengan kok bisa ya, kok cowok-cowok sampai kepikiran seperti itu," ungkap Ndaru.

Sejak mainan tipp-ex trondol itu viral, antusiasme siswa malah semakin tinggi.

Bahkan guru-guru di SMP Negeri 1 Cangkringan juga turut memberikan apresiasi.

Ingin dijadikan pameran

Setelah berhasil merakit satu mainan dari tipp-ex bekas, Ndaru mengaku bahwa para siswa memiliki keinginan untuk memamerkan hasil karyanya. Hal ini terinspirasi dari siswa-siswa SMK di bidang otomotif yang kerap memamerkan proyek belajar mereka.

"Mereka (siswa) itu punya ide untuk mem-branding itu sana (tipp-ex trondol) karena hemat, enggak keluar uang banyak, modifikasi sesuai kemauan kita, alatnya juga gampang," kata Ndaru,

Tak hanya sekadar menjadi koleksi, beberapa orang juga mulai mempertanyakan apakah tip-ex trondol itu akan dijual.

Menyikapi hal tersebut, Ndaru mengatakan bahwa saat ini hasil karya itu belum diperjualbelikan.

"Itu baru kita inovasikan karena itu kan produk anak-anak dan itu bisa dikatakan belum layak untuk dijual," jelas dia.

Namun, tidak menutup kemungkinan hasil karya tersebut akan diperjual belikan.

Pasalnya, dalam kurikulum Merdeka Belajar, para siswa juga dilatih untuk bisa berbinis, berdagang, dan mengolah suatu hal yang bisa dijualbelikan.

Namun, tentu saja hal tersebut tidak menjadi tujuan utama dari modifikasi tipp-ex trondol ini.

"Tujuannya itu murni dari anak-anak itu pengen mengeksplor diri mereka sendiri untuk mengasah kreativitas," tandas Ndaru.

yogyakarta
video viral
sleman
siswa SMP

Fenomena Terkini






Trending