Pulau Rempang: Mendekati Investasi dengan Menghargai Budaya dan Adat Lokal

17 September 2023 02:52 WIB·28
sarmuji_169.jpeg

Kuatbaca.com - Ketegangan antara warga Pulau Rempang, Batam, dan aparat terkait penolakan pengukuran lahan oleh BP Batam telah menarik perhatian banyak pihak. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, M Sarmuji, tidak terkecuali. Ia mendesak agar ditemukan solusi konstruktif yang mementingkan dialog dan rekonsiliasi.

Menurut Sarmuji, konflik seperti ini seharusnya dapat dicegah dengan pendekatan yang lebih inklusif dan menghargai. Ia mengemukakan bahwa penduduk lokal harus menjadi prioritas utama dalam setiap rencana investasi. Pendekatan seperti ini tidak hanya menciptakan iklim investasi yang kondusif, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis antara investor, pemerintah, dan masyarakat.

Sarmuji berpendapat bahwa kunci dari investasi yang sukses dan diterima oleh masyarakat adalah penghormatan terhadap adat dan budaya setempat. Pendekatan berbasis kearifan lokal, yang mempertimbangkan kepentingan masyarakat, akan menciptakan atmosfer yang lebih mendukung bagi investor. Sebaliknya, jika masyarakat merasa tidak dihargai atau dikesampingkan, konflik akan menjadi tak terhindarkan.

Namun, pendekatan semacam ini bukanlah tanpa tantangan.

Dalam proses investasi, seringkali ada banyak kepentingan yang bermain, termasuk kepentingan lokal yang mungkin tidak selalu sejalan dengan visi investasi. Untuk itulah pentingnya memahami dan mengidentifikasi potensi hambatan sejak awal, agar bisa ditemukan solusi yang saling menguntungkan.

Sarmuji juga menyoroti pentingnya komunikasi yang intensif dan transparan antara semua pihak yang terlibat. Menurutnya, ketika pemerintah dan investor benar-benar mendengarkan apa yang diinginkan oleh masyarakat, negosiasi akan berjalan dengan lebih baik. Ini bukan hanya tentang kompensasi finansial, tetapi juga tentang memahami nilai-nilai kultural dan spiritual yang mungkin melekat pada tanah atau wilayah tertentu.

Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini menambahkan bahwa DPR RI berkomitmen untuk memastikan pemerintah mengadopsi pendekatan yang lebih inklusif dan sensitif terhadap kebudayaan. DPR RI akan mendorong pemerintah untuk berdialog kembali dengan masyarakat Pulau Rempang dan mencari solusi terbaik yang memenuhi kepentingan semua pihak.

Sebagai penutup, Sarmuji mengingatkan bahwa investasi yang benar-benar berhasil adalah investasi yang dapat diterima dan dihargai oleh semua pihak. Ini bukan hanya tentang keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang membangun hubungan yang tahan lama dan saling menghormati. Sejatinya, jika kita mampu mendekati setiap rencana investasi dengan rasa hormat dan pengertian, kemungkinan suksesnya akan jauh lebih besar.

(*)

Fenomena Terkini






Trending