
Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan meskipun saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) sedang menjalani proses pembenahan internal. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen menjalankan program strategis tersebut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan dukungan gizi secara berkelanjutan.
Pembenahan yang dilakukan di tubuh BGN disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola program agar berjalan lebih efektif dan akuntabel. Pergantian kepemimpinan serta proses hukum yang berlangsung dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melakukan evaluasi terhadap berbagai kendala yang muncul. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, KSP melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai wilayah. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa banyak dapur yang telah menerapkan standar operasional dengan baik, mulai dari kebersihan, kualitas bahan makanan, keamanan pangan, hingga ketepatan distribusi kepada penerima manfaat. Praktik-praktik terbaik tersebut dinilai layak dijadikan contoh bagi daerah lain yang sedang mengembangkan layanan serupa.
Pemerintah juga terus memperkuat sistem pengawasan agar pelaksanaan program MBG berlangsung lebih transparan dan terukur. Selain pengawasan internal, masyarakat didorong untuk ikut berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan program dengan memberikan masukan maupun melaporkan potensi penyimpangan yang ditemukan di lapangan. Langkah ini dilakukan agar program tidak hanya fokus pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan yang diberikan.
Program Makan Bergizi Gratis tetap diarahkan untuk membantu kelompok yang paling membutuhkan, termasuk anak-anak sekolah, ibu hamil, dan masyarakat rentan lainnya. Pemerintah juga menargetkan distribusi manfaat program dapat menjangkau daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) agar pemerataan akses gizi berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dengan perbaikan sistem yang terus dilakukan, MBG diharapkan menjadi salah satu program strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.