Laksanakan Operasi Zebra Candi 2023, Sat Lantas Salatiga Mengaku Sering Diprotes Masyarakat

Oleh Nouval Ibra
19 September 2023 19:56 WIB·18
65090f2ec8190.jpg

Kuatbaca.com- Anggota Satlantas Polres Salatiga yang bertugas saat Operasi Zebra Candi 2023 mengaku sering mendapat protes dari pengendara. Tak hanya disampaikan secara langsung, protes juga disampaikan melalui media sosial.

Kasat Lantas Polres Salatiga, AKP Suci Nugraheni mengungkapkan protes dilakukan karena pengendara tak mau mengakui pelanggaran yang telah dilakukan.

"Kebanyakan beralasan hanya keluar sebentar, rumahnya dekat, atau lupa membawa dompet. Mereka menyampaikan protes kenapa ditilang, seharusnya sudah tidak ada razia, dan lain sebagainya," ujarnya, Selasa (19/9/2023) di kantor Satlantas Polres Salatiga.

"Tentu kalau ada pelanggaran lalu lintas yang terlihat, langsung diambil tindakan. Kalau ada orang boncengan tiga, knalpot tidak standar, kelengkapan kendaraan tidak standar, maka langsung ditilang," kata Suci.

1. Suci menegaskan, untuk para pelanggar yang melakukan protes, tetap diberikan edukasi.

"Saya sudah instruksikan kepada anggota, kalau ada yang seperti itu, beri pengertian dan pemahaman, polisi harus tetap sabar dan humanis. Jangan reaktif dalam menerima masukan atau protes tersebut," paparnya.

Sementara itu, selama Operasi Zebra Candi 2023, Satlantas Polres Salatiga menindak 702 pelanggar lalu lintas. Kapolres Salatiga Aryuni Novitasari menyampaikan, operasi ini mengedepankan tindakan edukatif dengan tujuan utamanya adalah membentuk masyarakat tertib dan disiplin berlalu lintas.

"Jumlah penindakan terhadap pelanggar lalu lintas sebanyak 702, dengan rincian ditindak melalui ETLE Mobile 298 dan tilang manual sebanyak 424, sedangkan untuk jumlah teguran 180," kata Aryuni.

Menurut Aryuni, pelanggaran didominasi pengguna kendaraan roda dua dengan rincian tidak menggunakan helm SNI sejumlah 533 dan knalpot tidak standar (brong) 125. "Kemudian lima mobil penumpang dan tujuh mobil muatan barang karena over load maupun over dimensi."

Sementara barang bukti yang disita berupa SIM 67, STNK 212 dan ranmor roda dua sebanyak 125. "Usia pelanggar didominasi 16-20 tahun dengan jumlah 263 pelanggar dan usia 21-25 tahun sejumlah 155 pelanggar. Jumlah kecelakaan ada 17 kejadian, nihil korban jiwa," kata Aryuni.

"Kita berharap masyarakat pengguna jalan lebih disiplin dan tertib dalam berlalu lintas serta taat pajak, walaupun Operasi Zebra Candi 2023 sudah berakhir. Patuhi segala aturan berlalu lintas di jalan, hormati hak-hak pengguna jalan yang lain dan utamakan keselamatan saat berkendara, jadikan keselamatan yang pertama dan utama," kata dia.

Seorang pelanggar lalu lintas, Wahyu Andika mengakui knalpot brong yang dipasang di sepeda motor trailnya mengganggu masyarakat lain.

"Kemarin itu maksudnya untuk modifikasi, meski memang menganggu. Tapi karena ini ditilang dan diminta ganti knalpot yang standar, saya patuhi," ungkapnya.(*)

Fenomena Terkini






Trending