Krisis Sampah Sungai Cibanten: Bau Tak Sedap Muncul, Warga Serang Keluhkan Dampaknya

18 September 2023 21:38 WIB·20
6507e07365f70.jpeg

Tumpukan Sampah di Sungai Cibanten Serang Menimbulkan Masalah Lingkungan

Tumpukan sampah yang melimpah di Sungai Cibanten, khususnya di bawah jembatan Kidemang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, telah menjadi sumber masalah serius bagi lingkungan. Selain merusak keindahan sungai, tumpukan sampah ini juga mengeluarkan bau tak sedap yang mengganggu warga sekitar.

Mengungkapkan bahwa sampah rumah tangga telah menutupi permukaan air sungai hingga ke Teluk Banten. Masalah ini tidak hanya disebabkan oleh sampah yang tersangkut di bawah jembatan, tetapi juga karena beberapa warga membuang sampah dari atas jembatan.

"Sudah setengah bulan tumpukan sampah ini terus bertambah. Selain sampah yang tersangkut di bawah jembatan, kami juga harus menghadapi sampah yang dibuang oleh pengendara dari atas jembatan," ujar Sampuro, seorang warga Kidemang pada, 18 September 2023.

Warga merasa tidak berdaya meskipun terganggu dengan tumpukan sampah yang semakin lama semakin mengeluarkan bau yang tak sedap.

Tumpukan sampah ini memerlukan alat berat untuk membersihkan aliran sungai dari berbagai jenis sampah, termasuk styrofoam, plastik, bambu, dan bahkan batang pohon yang menghambat aliran sungai.

"Jika tidak segera dibersihkan, tumpukan sampah ini akan terus bertambah, dan saat musim hujan tiba, risiko banjir akan meningkat," tambahnya.

Seorang warga lainnya, Karman, menegaskan bahwa sampah di aliran sungai Cibanten bukanlah hasil dari kelalaian warga sekitar, melainkan karena sampah kiriman dari luar.

"Warga di Kidemang tidak membuang sampah ke sungai. Sebaliknya, mereka sering membantu membersihkan dan membakar sampah yang terjebak di jembatan," kata Karman, yang juga mantan Ketua RT setempat.

Karman pun mengimbau kepada pemerintah dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan membersihkan sungai ini. Ia khawatir bahwa jika musim hujan tiba, akan terjadi banjir yang serupa dengan yang terjadi pada awal tahun 2022.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 10 Lingkungan Kidemang, Yadi, mengatakan bahwa sudah enam warga yang tinggal tidak jauh dari tumpukan sampah mengeluhkan masalah ini kepadanya. Mereka melaporkan bahwa tumpukan sampah yang semakin bertambah setiap harinya menghasilkan bau yang tak sedap dan menarik banyak lalat ke sekitar rumah mereka.

Warga juga mengkhawatirkan bahwa tumpukan sampah di sungai ini dapat menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit.

Ini adalah masalah serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah dan semua pihak terkait.

Fenomena Terkini






Trending