KLHK Tekankan Pentingnya Sinergi dalam Pengembangan EBT Melalui Tanaman

18 September 2023 00:40 WIB·20
klhk.jpeg

Kuatbaca.com - Dalam era yang semakin sadar akan perubahan iklim dan keberlanjutan, Indonesia telah menempatkan diri di garis depan upaya menuju Energi Baru Terbarukan (EBT). Festival LIKE, yang berlangsung di Indonesia Arena GBK, Jakarta, memadukan konsep Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan EBT menjadi platform diskusi dan solusi.

Salah satu segmen penting dalam festival ini adalah talkshow dengan tema 'Menanam Harapan Energi Baru Terbarukan melalui Rehabilitasi Hutan dan Lahan'. Talkshow ini dihadiri oleh beberapa tokoh kunci dalam industri, termasuk Nikolas Nugroho, Direktur Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dalam sambutannya, Nikolas menekankan pentingnya sinergi antara berbagai institusi dalam pengembangan tanaman yang mendukung EBT.

Dia percaya bahwa untuk mencapai kesuksesan dalam upaya ini, kolaborasi antar sektor adalah kunci. "Kita memerlukan kolaborasi yang kuat dan pandangan holistik untuk memastikan bahwa ketika kita berbicara tentang EBT, kita juga memikirkan bagaimana kita dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan ekologi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan nasional," ucap Nikolas.

Budi Leksono, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberikan pandangannya tentang bagaimana tanaman dapat berperan dalam mendukung EBT. Menurutnya, optimalisasi tanaman dan EBT tidak hanya mendukung komitmen global Indonesia untuk net-zero emission, tetapi juga berkontribusi terhadap produksi oksigen dan penyimpanan karbon, yang keduanya penting bagi generasi mendatang. 

"Tanaman memiliki potensi ganda. Di satu sisi, mereka mendukung ekologi dengan menyerap karbon dan menghasilkan oksigen, dan di sisi lain, mereka dapat menjadi sumber energi terbarukan yang penting," jelas Budi. Dia menambahkan, "Dengan potensi besar seperti hydro, surya, angin, dan arus laut, kita tidak boleh melupakan bagaimana tanaman dapat diintegrasikan ke dalam matriks energi kita."

Selain itu, Budi juga menyoroti kebutuhan untuk memilih tanaman yang memiliki potensi ekonomi, seperti buah, daun, atau kayu yang dapat dijual dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, dan dengan sumber daya tersebut datang tanggung jawab untuk memanfaatkannya dengan bijaksana. Festival LIKE, dengan diskusinya yang mendalam dan beragam, mencerminkan upaya Indonesia untuk memimpin dalam bidang keberlanjutan dan EBT. Dengan dukungan dan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi EBT yang berkelanjutan.

(*)

Fenomena Terkini






Trending