
1. Komisi V DPR Minta Kemenhub Bertanggung Jawab
Komisi V DPR RI berencana memanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub), otoritas pelabuhan, serta pihak operator terkait kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang terjadi di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai penyebab kecelakaan sekaligus mengevaluasi aspek keselamatan pelayaran. Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menilai insiden yang menimpa kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut perlu ditangani secara serius dan tidak berhenti pada proses evakuasi korban. Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait harus memberikan penjelasan menyeluruh mengenai kondisi kapal, pengawasan keselamatan, hingga prosedur pelayaran sebelum kecelakaan terjadi.
2. Basarnas Diminta Maksimalkan Pencarian dan Penyelamatan
Selain meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait, Komisi V DPR mendorong Basarnas bersama tim SAR gabungan untuk mengerahkan seluruh kemampuan dalam proses pencarian dan penyelamatan penumpang KMP Virgo Transport 8. Operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur laut dan udara untuk menyisir wilayah tempat kapal mengalami kecelakaan. Upaya tersebut menjadi sangat penting karena masih terdapat penumpang yang belum ditemukan. DPR juga meminta pemerintah memberikan pendampingan kepada keluarga korban, termasuk dukungan psikologis selama proses pencarian berlangsung. Hak-hak keluarga korban serta kompensasi yang menjadi bagian dari ketentuan juga dinilai perlu dipastikan agar dapat diberikan secara layak.
3. DPR Soroti Rentetan Kecelakaan Kapal di Indonesia
Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 kembali menyoroti persoalan keselamatan transportasi laut di Indonesia. Komisi V DPR menilai insiden tersebut tidak seharusnya hanya dilihat sebagai akibat kondisi cuaca atau musibah semata. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kecelakaan kapal juga terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Beberapa di antaranya adalah insiden yang melibatkan KMP Mutiara Sentosa II, KM Prince Soya, KMP Putri Yasmin, dan KM Nurul Salsa. Rentetan kejadian tersebut dinilai menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran. Pengawasan terhadap kelayakan kapal, kepatuhan operator, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang.
4. Kemenhub Didorong Perbaiki Sistem Pengawasan Pelayaran
Komisi V DPR meminta Kemenhub mengambil langkah yang lebih menyeluruh setelah kecelakaan KMP Virgo Transport 8. Evaluasi dinilai tidak cukup hanya dilakukan setelah kecelakaan terjadi, tetapi harus mencakup sistem pengawasan dan pencegahan sejak sebelum kapal berlayar. Pemeriksaan kondisi kapal, kelengkapan keselamatan, kesiapan awak, hingga pengawasan terhadap pemberian izin berlayar menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan. Langkah tegas juga diperlukan apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keselamatan. Dengan pengawasan yang lebih ketat, potensi kecelakaan dapat ditekan dan keselamatan penumpang maupun awak kapal menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan laut.
5. Enam Orang Tewas, 140 Penumpang Masih Dicari
KMP Virgo Transport 8 yang membawa sekitar 243 penumpang dilaporkan mengalami hilang kontak ketika dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal tersebut berangkat pada Sabtu, 12 September 2026, sebelum akhirnya kehilangan kontak pada Minggu dini hari di perairan Laut Jawa. Dalam perkembangan operasi SAR, Basarnas mencatat enam orang meninggal dunia dan 97 penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, sebanyak 140 orang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di kawasan perairan lokasi kecelakaan. Di tengah proses tersebut, perhatian juga diarahkan pada upaya memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta mengungkap penyebab pasti kecelakaan KMP Virgo Transport 8.