
JAKARTA – Kecelakaan beruntun yang menewaskan tiga orang terjadi di Jalan Kembang Kerep, dekat turunan Jembatan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (5/9/2026) sore. Insiden tersebut melibatkan sejumlah kendaraan dan menyebabkan tiga orang yang berada di sebuah sepeda motor meninggal dunia.
Polisi menduga kecelakaan maut tersebut dipicu oleh kesalahan manusia atau human error dari pengemudi mobil BYD berwarna putih. Kendati demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses pendalaman karena polisi masih menunggu keterangan dari sejumlah pihak yang terlibat.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang menyampaikan bahwa dugaan sementara kecelakaan berasal dari pengemudi BYD yang kehilangan kendali atas kendaraannya. Mobil listrik tersebut diduga tidak dapat dikendalikan ketika melaju di kawasan jalan yang memiliki turunan. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan rangkaian kejadian dan faktor yang menyebabkan kendaraan keluar kendali. Kesimpulan sementara mengenai human error belum menjadi hasil akhir penyidikan karena petugas masih membutuhkan informasi tambahan dari para korban maupun pihak lain yang berada di lokasi kejadian.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu melibatkan tiga mobil dan satu sepeda motor. Kendaraan yang terlibat terdiri dari Toyota Fortuner, Toyota Avanza, mobil listrik BYD berwarna putih, serta sepeda motor Honda Vario. Berdasarkan informasi awal, BYD berada di bagian belakang dan kemudian menabrak kendaraan yang berada di depannya secara beruntun. Setelah mengalami benturan, kendaraan tersebut disebut bergerak tidak terkendali hingga menabrak tiang listrik di sekitar lokasi. Pada saat kejadian, sepeda motor yang membawa tiga orang berada di sisi jalan dan kemudian ikut tersambar kendaraan yang kehilangan kendali.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga orang yang berada di sepeda motor Honda Vario meninggal dunia. Ketiga korban masing-masing berinisial AP sebagai pengendara, serta YS berusia 39 tahun dan ZZ yang masih berusia 7 tahun. Ketiganya diduga merupakan satu keluarga yang sedang bepergian menggunakan sepeda motor. AP sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot, tetapi nyawanya tidak tertolong. Sementara YS dan ZZ meninggal dunia di lokasi kecelakaan. Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses selanjutnya.
Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan beruntun tersebut juga menyebabkan empat orang mengalami luka-luka. Mereka berasal dari kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan, termasuk seorang penumpang Toyota Kijang Innova berinisial YL yang berusia 39 tahun. Tiga korban lainnya merupakan orang yang berada di dalam mobil BYD, yakni pengemudi berinisial K berusia 51 tahun serta dua penumpangnya, SS berusia 75 tahun dan HA berusia 73 tahun. Para korban yang terluka masih menjalani perawatan medis. Kondisi mereka menjadi salah satu alasan polisi belum dapat langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Penyidik lalu lintas masih menunggu kondisi korban yang menjalani perawatan membaik sebelum meminta keterangan secara lebih intensif. Informasi dari para pihak yang berada di dalam kendaraan dinilai penting untuk mencocokkan kronologi kecelakaan dengan hasil pemeriksaan di lapangan. Polisi juga perlu memastikan faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan, situasi jalan, serta proses terjadinya benturan secara beruntun. Dengan demikian, dugaan human error pada pengemudi BYD masih menjadi kesimpulan awal dan penyebab lengkap kecelakaan maut di Kembangan akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut.