Kebakaran di Museum Nasional, Polisi Periksa 14 Saksi

Oleh dino Sapto
18 September 2023 01:30 WIB·19
kondisi-terkini-museum-nasional-pasca-kebakaran-6_169.jpeg

Kuatbaca.com - Penyebab kebakaran yang melanda Gedung A Museum Nasional, Jakarta Pusat, masih diusut. Polisi sudah memeriksa 14 saksi.

"Saat ini interogasi masih terus dilakukan, berjalan sampai dengan siang hari ini ada 14 yang secara bergantian," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin kepada wartawan, Minggu (17/9/2023).

Komarudin mengatakan 14 saksi yang diperiksa mulai petugas keamanan hingga pekerja yang tengah merenovasi museum. Tak hanya itu, CCTV di dalam museum pun sudah diamankan.


"Ada sekuriti, ada juga dari pekerja, pekerja bangunan. Kita sudah ada posko terpadu di dalam untuk melakukan menggali informasi lebih dalam lagi terkait dengan apa yg terjadi serta siapa yang melihat dan aktivitas keseharian mereka," tuturnya.

Komarudin mengatakan saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Pihaknya juga melibatkan tim Puslabfor untuk mengamati awal mula titik api.

"Saat ini sedang mengevakuasi barang-barang bernilai sejarah yang masih bisa kita selamatkan. Termasuk juga dari tim Puslabfor yang sedang mengamati titik api mulanya dari mana," kata dia.

"Kita belum sampai pada dugaan. Tim masih bekerja untuk mencari, dugaan titik pertama penyebabnya nanti apakah korsleting, atau apa, ini masih sangat-sangat bias," imbuhnya.

6 Ruangan Terbakar

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat ada enam ruangan yang terbakar di Museum Nasional. Keenam ruangan tersebut berada di Gedung A museum.

"Ada 6 ruangan di Gedung A yang terdampak, sedangkan 15 ruangan lainnya di gedung A serta ruangan pamer gedung B dan C sama sekali tidak terdampak. Api tidak menyebar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) Ahmad Mahendra dalam keterangannya, Minggu (17/9).

Dari hasil penyelidikan sementara, beberapa koleksi yang terbakar adalah replika di bagian prasejarah. Hingga kini pihaknya masih mendata dampak kebakaran tersebut.

"Sebagian koleksi yang terdampak adalah replika, seperti di bagian prasejarah. Sisanya dipastikan dalam keadaan aman. Kami secara intensif terus melakukan pengukuran dampak dan rencana tindak lanjut," ujarnya.

(*)

Fenomena Terkini






Trending