
Kuatbaca.com-Insiden dugaan keracunan makanan melanda Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Rangkaian peristiwa bermula ketika paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba di lingkungan pesantren sekitar pukul 11.30 WIB dan baru disantap oleh para santri pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Menu makanan yang dibagikan kepada para santri tersebut antara lain berisi olahan telur dadar dan sayur.
Gejala gangguan kesehatan mulai dirasakan oleh sejumlah santri beberapa saat setelah melaksanakan ibadah salat Asar. Para santri secara bertahap mengeluhkan rasa pusing di kepala, mual, serta sakit perut hebat hingga bolak-balik menuju kamar mandi. Jumlah santri yang mengalami keluhan serupa terus bertambah signifikan menjelang sore hari.
Melihat lonjakan santri yang mengeluhkan sakit, pihak pengurus pondok pesantren berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk segera melarikan para korban ke rumah sakit sesaat setelah waktu magrib. Ratusan santri terdampak dievakuasi dan didistribusikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo—termasuk RSUD Notopuro, RS Delta Surya, RS Islam Siti Hajar, RS Purusa Candi, dan RS Bhayangkara Pusdik Porong—guna menjalani perawatan intensif, rehidrasi cairan, serta observasi medis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) langsung turun tangan melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi kejadian. Petugas mengambil sampel sisa makanan dan memeriksa seluruh rantai pengolahan dari dapur penyedia guna mengidentifikasi cemaran bakteri atau zat pemicu keracunan massal tersebut.