
Kuatbaca.com-Sebanyak 15 jadwal penerbangan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang) menuju Bandara Internasional Kualanamu (Deli Serdang, Sumatera Utara) terpaksa dibatalkan. Pembatalan operasional ini dilakukan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik dan erupsi abu vulkanik Gunung Sinabung yang membubung tinggi ke udara.
Otoritas penerbangan bersama BMKG mendeteksi sebaran partikel abu vulkanik telah memasuki koridor ruang udara (airspace) lintasan pesawat di kawasan Sumatera Utara. Keberadaan abu vulkanik sangat membahayakan keselamatan turbin mesin jet pesawat udara serta mengganggu jarak pandang pendaratan, sehingga penutupan sejumlah jalur terbang menjadi langkah mutlak demi keselamatan penerbangan.
Kementerian Perhubungan bersama AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait batas area terdampak abu vulkanik. Maskapai penerbangan nasional langsung memberlakukan skema penanganan darurat bagi calon penumpang terdampak, mulai dari pengembalian dana tiket (refund) secara penuh hingga penjadwalan ulang waktu keberangkatan (reschedule) tanpa biaya tambahan.
Pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan posko informasi terpadu guna melayani para calon penumpang yang penerbangannya tertunda atau dibatalkan. Otoritas bandara dan maskapai terus memantau pergerakan arah angin serta laporan visual berkala dari PVMBG sebelum memutuskan untuk membuka kembali rute operasional penerbangan normal menuju Sumatera Utara.