Buruh Batasi Demo Sudirman-Thamrin hingga Siang untuk Antisipasi Kericuhan

1. Aksi Buruh di Sudirman-Thamrin Dijadwalkan Berakhir Pukul 13.00 WIB
Kelompok buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis, 24 September 2026. Berbeda dengan aksi yang berlangsung hingga sore atau malam, massa buruh berencana mengakhiri kegiatan lebih cepat, yakni sekitar pukul 13.00 WIB. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pihak lain yang masuk setelah massa buruh meninggalkan lokasi.
2. Buruh Khawatir Aksi Disusupi Kelompok Perusuh
Pembatasan waktu aksi dilakukan karena kelompok buruh memperkirakan potensi kericuhan dapat muncul pada sore hingga malam hari. Andi Gani menyebut massa buruh akan meninggalkan kawasan demonstrasi sebelum waktu tersebut untuk menghindari kemungkinan aksi mereka disusupi kelompok yang tidak berkaitan dengan agenda buruh. Setelah peserta aksi kembali ke daerah masing-masing, pengamanan terhadap kondisi di lapangan selanjutnya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Buruh berharap aksi yang mereka lakukan tetap berlangsung secara tertib dan damai.
3. Massa Buruh Akan Bergerak dari Semanggi ke Thamrin
Rangkaian aksi akan diawali dengan konvoi sepeda motor yang diikuti buruh dari wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Massa akan berkumpul dan bergerak dari kawasan Semanggi menuju Jalan MH Thamrin. Titik kegiatan direncanakan berada di sekitar depan Menara UOB, sebelum kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Pergerakan massa tersebut berpotensi memengaruhi arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang dilalui sehingga masyarakat yang beraktivitas di kawasan pusat Jakarta perlu memperhatikan perkembangan situasi lalu lintas.
4. Perwakilan Buruh Juga Akan Menyerahkan Petisi kepada Pemerintah
Selain menggelar aksi di jalan, perwakilan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) akan menyampaikan petisi kepada pemerintah. Penyampaian aspirasi tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB dengan melibatkan pimpinan organisasi buruh. Petisi dan surat yang dibawa massa akan ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui pihak terkait di lingkungan Istana Negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi buruh selain demonstrasi di kawasan Sudirman-Thamrin.
5. Buruh Sampaikan Tuntutan soal Perlindungan dan Kepastian Kerja
Dalam aksi tersebut, buruh membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan perlindungan tenaga kerja. Salah satu agenda utama adalah mendorong terbentuknya Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang dinilai dapat memberikan perlindungan lebih bagi pekerja. Buruh juga menuntut adanya kepastian kerja, termasuk pembenahan sistem outsourcing dan pekerja kontrak serta pencegahan penyalahgunaan program pemagangan. Selain itu, mereka meminta agar hak atas upah diberikan secara layak dan bermartabat serta menyoroti penggunaan sistem koefisien tertentu dalam pengupahan yang dinilai belum memberikan kejelasan.