BNPB Catat 11.202 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan, Ribuan Personel Dikerahkan

22 October 2026 20:06 WIB
6ad43909ecb1c.jpg

1. Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Tiga Provinsi Kalimantan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan mencapai 11.202 hektare. Penanganan masih berlangsung di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas ke wilayah lain.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers di Studio BNPB, Kamis (22/10/2026). Menurutnya, upaya penanggulangan terus dilakukan melalui berbagai langkah di lapangan, termasuk pengerahan personel dan dukungan operasi udara. Besarnya luas lahan yang terbakar membuat penanganan karhutla menjadi perhatian serius, terutama untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan dampak terhadap masyarakat.

2. Kalimantan Tengah Catat Luas Kebakaran Terbesar

Berdasarkan data BNPB, Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan luas lahan terbakar terbesar di antara tiga wilayah yang dipantau. Luas area yang terdampak kebakaran di provinsi tersebut mencapai 7.938 hektare.

Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat sekitar 1.974 hektare lahan terbakar, sedangkan Kalimantan Barat mencapai 1.290 hektare. Jika dijumlahkan, ketiga wilayah tersebut memiliki total luas kebakaran sebesar 11.202 hektare.

Perbedaan luas area terdampak menunjukkan bahwa kebutuhan penanganan di setiap provinsi tidak selalu sama. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengatur pengerahan personel dan sarana pendukung agar upaya pemadaman dapat disesuaikan dengan situasi di lapangan. Pengawasan juga diperlukan untuk mengidentifikasi titik api baru dan mengantisipasi kemungkinan kebakaran kembali meluas.

3. BNPB Kerahkan Lebih dari 38.000 Personel Satgas Darat

Untuk memperkuat penanganan karhutla, BNPB menyiagakan 38.772 personel satuan tugas darat di tiga provinsi. Personel tersebut ditempatkan sesuai kebutuhan penanggulangan kebakaran di masing-masing wilayah.

Rinciannya, Kalimantan Tengah mendapatkan dukungan 16.387 personel, Kalimantan Selatan sebanyak 7.927 personel, dan Kalimantan Barat sekitar 14.458 personel. Mereka mendukung berbagai kegiatan penanganan, mulai dari pemadaman langsung hingga patroli untuk memantau kondisi wilayah rawan kebakaran.

Keterlibatan personel darat menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla karena penanganan membutuhkan pemantauan dan tindakan langsung di area terdampak. Selain memadamkan api, patroli juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan titik panas serta mengurangi risiko kebakaran meluas ke permukiman maupun kawasan lain yang rentan.

4. Sebanyak 34 Sarana Operasi Udara Disiapkan untuk Pemadaman

Selain memperkuat satgas darat, BNPB menyiapkan 34 unit sarana pendukung operasi udara untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan. Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, termasuk untuk mendukung pemadaman dari udara melalui operasi pengeboman air atau water bombing.

Berton menjelaskan bahwa sarana operasi udara tidak hanya digunakan untuk menangani kebakaran di provinsi tempat peralatan tersebut ditempatkan. Apabila situasi membutuhkan, dukungan dapat dialihkan ke provinsi lain di Kalimantan sesuai kondisi dan prioritas penanganan.

Pola pengerahan lintas wilayah tersebut memungkinkan sumber daya yang tersedia dimanfaatkan secara lebih fleksibel. Dengan koordinasi antarsatuan tugas, dukungan udara diharapkan dapat membantu penanganan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pelaksanaan operasi tetap disesuaikan dengan kondisi cuaca, kebutuhan teknis, dan perkembangan kebakaran di lapangan.

5. Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Mendukung Penanganan

BNPB juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah pendukung dalam penanggulangan karhutla. Operasi ini dilakukan melalui penyemaian bahan tertentu, termasuk natrium klorida (NaCl) atau garam dan dry ice atau es kering, sesuai kebutuhan pelaksanaan di lapangan.

Selain modifikasi cuaca, rangkaian penanganan mencakup pemadaman langsung, patroli darat, serta operasi water bombing. Seluruh upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan kebakaran yang masih berlangsung di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Karhutla tidak hanya mengancam kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara. Karena itu, pengendalian kebakaran perlu disertai pemantauan berkelanjutan serta koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petugas di lapangan. Data BNPB mengenai luas lahan terbakar menjadi salah satu dasar untuk melihat skala penanganan yang masih diperlukan di ketiga provinsi tersebut.

BNPB
KebakaranHutan
KarhutlaKalimantan

Fenomena Terkini






Trending