Cinta Mati Tim Sepak Bola Australia, Nenek Ini Rela Ditato dan Keluar Ongkos Bepergian

Oleh Kuatbaca - 23 September 2022 16:16

Ketika klub andalannya yang bernama Sydney Swans mengalahkan Collingwood dan maju ke final hari Sabtu, Nell Cooper yang berusia 93 tahun segera menelepon salon tato di dekat tempat tinggalnya.


Nell adalah pendukung setia Sydney Swans sejak klub tersebut masih bernama South Melbourne Bloods.

Karena tinggal di Melbourne, Nell akan menonton secara langsung pertandingan di Stadion MCG.


Pertandingan final antara Sydney Swans melawan klub Geelong adalah puncak dari kompetisi sepak bola gaya Australia yang lebih dikenal dengan nama AFL.


Ini adalah salah satu acara olahraga terbesar di Australia, hingga negara bagian Victoria menetapkan satu hari libur, yaitu hari Jumat, menjelang final untuk merayakan tradisi olahraga yang sudah berusia lebih dari 100 tahun tersebut.


Sebelumnya Sydney Swans sudah dua kali juara di tahun 2005 dan 2012. Nell sudah mengabadikan kejadian tersebut menjadi tato di tangan kanannya.


"Semua tato ada di lengan kanan saya karena biasa bersalaman dengan tangan itu sehingga orang bisa melihatnya," kata Nell.


"Saya akan melakukan apa pun untuk menunjukkan kecintaan saya pada Swans."


Saat ini, Nell tinggal di fasilitas perawatan lansia di Melbourne, dan setiap kali Swans bertanding di negara bagian Victoria ia tidak pernah absen.


Ia juga adalah salah satu anggota awal kelompok pendukung Swans, sehingga sudah mendatangi hampir seluruh negara bagian di Australia untuk mengikuti jadwal pertandingan tim tersebut selama bertahun-tahun.


"Saya tahu bahwa saya mungkin bukan orang yang tertua yang menjadi pendukung Swans," katanya.


"Tetapi saya pendukung tertua yang masih pergi menonton setiap minggu."


Kedekatan Nell Cooper dengan Sydney Swans dimulai sejak kecil karena hubungan keluarganya dengan salah seorang bintang tim tersebut, Bob Pratt.


"Ibu saya memiliki lima saudara laki-laki dan Bobby Pratt adalah teman dekat dengan semua mereka dan seringkali main ke rumah," katanya.


"Jadi wajarlah saya kemudian mendukung South Melbourne."


Klub South Melbourne ini didirikan tahun 1873 dan dikenal dengan sebutan Bloods karena seragam mereka yang berwarna merah seperti darah.


Klub tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Swans, yang berarti angsa, di tahun 1933 setelah banyaknya pemain asal Australia Barat pindah ke sana. Negara bagian tersebut dikenal dengan angsa hitam yang juga menjadi simbol negara bagian tersebut.


Di tahun 1982, klub ini menjadi klub profesional pertama yang pindah ke negara bagian lain dari Victoria ke New South Wales dan dikenal dengan nama resmi Sydney Swans.


Nell yang memiliki lima orang anak, merupakan nenek dari 13 cucu dan buyut bagi 14 orang cicit ini mengatakan bahwa hobi menonton pertandingan AFL sudah mengakar dalam keluarganya.

Meski tidak semua keluarganya adalah pendukung Swans, akhir pekan ini pilihannya cuma satu yaitu Sydney.


Dan di Stadion MCG yang mungkin akan dihadiri oleh sekitar 100 ribu penonton di akhir pekan, salah seorangnya adalah Nell Cooper.


"Saya akan ada di sana. Tidak mungkin saya akan berada di tempat lain," katanya dengan karcis pertandingan sudah dibeli oleh cucunya.


Presiden Asosiasi Pendukung AFL Cheryl Critchley mengatakan Nell menunjukkan betapa mendalamnya kecintaan banyak warga Australia akan olahraga dan terutama AFL.


"Pendukung seperti Nell adalah darah daging AFL dan sangat menyenangkan melihat mereka begitu antusias menjelang final minggu ini," katanya.


"Itulah mengapa kami mendorong klub tersebut untuk memberikan akses lebih besar bagi pendukung mereka untuk mendapatkan tiket. Para pendukung ini sangat setia, bersemangat dan sangat memberi warna bagi pertandingan."





Sumber: https://www.suara.com/news/2022/09/23/144206/cinta-mati-tim-sepak-bola-australia-nenek-ini-rela-ditato-dan-keluar-ongkos-bepergian?page=all


Tag :

Informasi