Postcards From Indonesia: Membangkitkan Kembali Kejayaan Kartu Pos dalam Seni Lokal

Kuatbaca - Postcards From Indonesia bukan hanya sebuah ajang kompetisi seni, tetapi juga sebuah pameran yang mengundang seniman lokal untuk berpartisipasi. Kampanye ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kejayaan kartu pos, sebuah konsep yang mencoba melawan arus era media sosial yang serba instan. Acara ini masih dapat dinikmati di Pos Bloc Jakarta, Jakarta Pusat.
Menghadirkan Keunikan Kartu Pos dalam Era Modern
Di tengah dominasi media sosial yang mengutamakan kemudahan dan kecepatan, Postcards From Indonesia, yang diadakan oleh Connected Art Platform, mengusung gagasan kartu pos yang dianggap oleh sebagian orang sebagai barang kuno. Mona Liem, pendiri Connected Art Platform, menjelaskan bahwa di Swiss, kartu pos telah diadaptasi menjadi teknologi modern. Namun, di Indonesia, terdapat keunikan tersendiri karena sudah menginjak era media sosial.
Postcards From Indonesia di Swiss dan Rencana Acara Tahunan
Pada Maret lalu, kompetisi Postcard From Indonesia sukses diselenggarakan di Swiss dan terbuka untuk para seniman Indonesia. Pameran Postcards From Indonesia kembali digelar pada Agustus, menampilkan puluhan karya seniman. Menurut Mona Liem, masyarakat Swiss memberikan apresiasi tinggi terhadap ilustrasi kartu pos yang dipamerkan, bahkan sebagian karya berhasil terjual. Oleh karena itu, acara ini berencana menjadi event tahunan untuk terus menjangkau dan mengangkat bakat-bakat lokal.
Sukses Menarik Perhatian Seniman Lokal
Postcards From Indonesia membuka peluang bagi seniman Indonesia untuk menunjukkan kreativitas mereka. Dengan pembukaan open call pada awal tahun ini, sebanyak 400 seniman mengirimkan karya mereka kepada Connected Art Platform. Dari puluhan karya yang dipamerkan di Swiss dan Pos Bloc Jakarta, terpilihlah 15 nominasi dan 4 pemenang yang dinilai sebagai karya terbaik.
PFI, dalam pameran terbarunya, bekerjasama dengan Binus DKV Jakarta. Mereka mempersembahkan Rekat Rupa, sebuah karya visual yang mencerminkan keberagaman Indonesia melalui berbagai teknik dan medium dari para dosen dan mahasiswa DKV Universitas Binus. Selain itu, karya interaktif "Moda Kisah Kehendak Rasa" oleh Octavianus Frans dan Budi Sriherlambang membawa pengunjung dalam perjalanan ekspresi visual moda, terinspirasi dari lalu lintas transportasi Pos Indonesia dan terpaparkan sesuai dengan kehendak rasa penerimanya.