Soal Kemungkinan RK Cawapres Ganjar, Bos PPI Singgung Duet SBY-JK 2004

9 September 2023 15:50 WIB·108
direktur-parameter-politik-indonesia-ppi-adi-prayitno_169.jpeg

KuatBaca.com -Nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) disebut sebut masuk dalam bursa cawapres Ganjar Pranowo. Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai kemungkinan duet Ganjar-Ridwan Kamil bisa saja terjadi.

"Kalau bicara kemungkinan politik tentang Ridwan Kamil kemungkinan menjadi wakilnya Ganjar di 2024, saya termasuk meyakini cukup mungkin. Karena dalam politik kita apapun bisa terjadi, yang tidak mungkin dalam politik itu menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal. Ya selebihnya mungkin. Apalagi soal kemungkinan Ridwan Kamil menjadi pendampingnya Ganjar, tingkat kemungkinannya sangat luar biasa," kata Adi saat dihubungi, Jumat (8/9/2023).

1. Perbedaan Dukungan Internal Golkar dan Para Elite

Menurut Adi, kemungkinan itu dilihat dari sering adanya perbedaan dukungan antara keputusan internal Golkar dengan para elitenya. Dia kemudian menyinggung Jusuf Kalla (JK) yang pernah menjadi cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004, padahal Golkar saat itu mengusung Wiranto maju dengan Gus Solah.


"Karena Golkar itu sangat biasa dukungan politiknya di Pilpres secara kelembagaan sering berbeda dengan elitenya yang lain. Contoh 2004 Golkar hasil memajukan Wiranto berpasangan dengan Gus Solah. Sementara pada saat yang bersamaan Pak JK saat itu kader Golkar yang cukup berpengalaman justru berpasangan dengan Pak SBY. Itu pengalaman politik pertama dari Golkar," ujarnya.

Adi menyampaikan gaya politik Golkar itu kembali terulang saat Pilpres 2014. Golkar saat itu mendukung Prabowo Subianto, namun JK berpasangan dengan Jokowi dan memenangkan pilpres.

"Pengalaman selanjutnya di Pilpres 2014. Saat itu Golkar secara kelembagaan mendukung Prabowo Subianto, tapi kita ingat Pak JK justru berpandangan dengan Pak Jokowi dan memenangkan pertarungan. Itu artinya ada pertalian sejarah, di mana dukungan Golkar secara kelembagaan tapi saat yang bersamaan ada kader Golkar yang justru berpasangan dengan capres yang berbeda partai," ucapnya.

"Itu hal lumrah bagi Golkar. Golkar kan sangat terbiasa memainkan politik semacam ini," jelasnya.

Lebih lanjut Adi menilai salah satu cara agar Ganjar mendulang suara di Jawa Barat dengan menggandeng RK. Terlebih elektabilitas Ganjar yang saat ini tengah kembali meningkat.

"Kedua, harus kita akui salah satu jawaban untuk Ganjar Pranowo yang saya kira yang elektabilitasnya sedang reborn untuk terus meningkatkan momen politiknya dengan cara menggandeng Ridwan Kamil. Apalagi Ridwan Kamil mengatakan yang paling butuh Jawa Barat itu Ganjar Pranowo. Supaya Ganjar kuat di Jawa Barat satu-satunya cara menggandeng Ridwan Kamil sebagai cawapresnya. Harapannya bisa menang melawan Prabowo, melawan Anies," imbuhnya.

2. Ridwan Kamil Masuk Radar Bakal Cawapres

Sekjen PPP Arwani Thomafi sebelumnya bicara kabar Ridwan Kamil (RK) yang masuk dalam radar bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo. Arwani menyebut nama Ridwan Kamil memang muncul dalam pembahasan soal bakal cawapres.

"Di dalam pertemuan para ketua umum nama-nama itu belum muncul, dalam pertemuan lebih luas lagi yang hadir juga sekjen dan elite parpol di DPP masing-masing parpol, nama-nama itu juga belum muncul," kata Arwani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9).

Arwani tak menampik nama tersebut muncul meski bukan pada level ketum atau elite partai. Meski demikian, bukan hanya nama Ridwan Kamil, tetapi ada kandidat lain calon pendamping Ganjar Pranowo.

"Tapi memang dari rasan-rasan, perbincangan-perbincangan selain Pak Sandi ada beberapa nama. Tentu kami juga tidak dalam posisi menyebut nama itu, tapi kami mendengar, memang kami rasa nama itu juga yang kami dengar ya, yang seperti sampeyan sebutkan," kata dia.

"Ya saya mendengar itu (nama Ridwan Kamil)," pungkasnya.(*)

Fenomena Terkini






Trending