PDIP Terbitkan Surat Edaran Larang Kader Manfaatkan Program MBG

Kuatbaca.com - Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengeluarkan surat edaran (SE) yang melarang seluruh kadernya memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah menjaga integritas partai sekaligus memastikan program pemerintah tersebut tidak dikomersialisasikan.
Surat edaran tertanggal 24 Februari 2026 itu ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun. Dalam dokumen tersebut, partai menekankan bahwa program MBG dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk dari realokasi anggaran pendidikan yang bersumber dari pajak rakyat.
1. PDIP Tegaskan MBG Bukan Ajang Bisnis Politik
Politikus PDIP, Guntur Romli, menjelaskan bahwa surat edaran tersebut bersifat internal dan dimaksudkan untuk mempertegas sikap partai terhadap isu keterlibatan kader dalam bisnis MBG.
Ia menyampaikan,“Betul, surat tersebut untuk internal Partai sebagai jawaban untuk menegaskan bahwa Partai selama ini tidak pernah mengizinkan adanya kepentingan orang per orang untuk ikut terlibat dalam ‘bisnis’ MBG.”
Menurutnya, PDIP memandang program Makan Bergizi Gratis sebagai kebijakan publik yang harus dijalankan secara profesional tanpa intervensi kepentingan politik praktis. Partai ingin memastikan tidak ada kader yang memanfaatkan momentum program kerakyatan untuk keuntungan pribadi.
2. Respons atas Pernyataan BGN soal Dapur MBG Parpol
Surat edaran ini juga muncul setelah adanya pernyataan dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati, yang menyebut seluruh partai politik memiliki dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Guntur menegaskan bahwa melalui SE tersebut, sikap partai menjadi sangat jelas.
“Surat tersebut juga untuk menjawab tuduhan Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati bahwa seluruh kader partai politik memiliki dapur MBG. Dengan demikian, partai melarang keterlibatan anggota dan kader PDI Perjuangan pada bisnis MBG,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus membantah anggapan bahwa seluruh partai politik terlibat langsung dalam pengelolaan dapur MBG. PDIP menegaskan tidak memberikan izin atau restu bagi kadernya untuk menjadikan program tersebut sebagai ladang usaha.
3. MBG Dibiayai APBN, Harus Transparan dan Akuntabel
Dalam isi surat edaran, DPP PDIP menekankan bahwa anggaran pendidikan pada hakikatnya digunakan sebesar-besarnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dana tersebut mencakup pembiayaan gaji dan tunjangan guru, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.
Karena itu, partai memandang pengelolaan MBG harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Program ini tidak boleh menjadi ruang komersialisasi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan atau penyalahgunaan dana publik.
Guntur kembali menegaskan sikap tegas partai terkait hal tersebut.
“Dengan adanya larangan tersebut sikap Partai sangat jelas. MBG adalah program pemerintah untuk rakyat dan dalam pelaksanaannya tidak boleh ada komersialisasi atas program kerakyatan tersebut.”
4. Pernyataan BGN: Semua Parpol Punya Dapur MBG?
Sebelumnya, Nanik Sudaryati dalam sebuah acara di Jakarta Selatan menyampaikan pandangannya mengenai keberadaan dapur MBG di berbagai daerah.
Ia mengatakan, “Kalau catatan, kita nggak punya, tapi kalau saya mendengar, saya mau jawab, semua partai ada punya dapur (MBG), semua. Karena saya biasanya tanya, saya kan turun ke daerah, pak bupati kan tahu ‘siapa pak yang (punya) ini’, saya tanya.”
Meski demikian, Nanik menegaskan bahwa siapapun boleh memiliki atau mengelola SPPG sepanjang memenuhi standar nasional terkait kebersihan, keamanan pangan, tata ruang, serta kualitas bahan baku makanan.
“Buat saya siapapun juga silakan, asal dapurnya benar, asal kalau menjadi tokoh ya tolong dijaga, bangun dapurnya juga dapur yang benar, jangan malah ini punya tokoh tapi dapurnya keracunan. Jadi justru ini kalau yang punya tokoh atau yang punya siapapun public figure, harus bikin dapur yang bagus dong,” tuturnya.