Klarifikasi Prabowo Mengenai Isu "Tampar dan Cekik" Wakil Menteri Kabinet Jokowi

20 September 2023 14:22 WIB·15
65095eef0e579.jpg

KuatBaca.com - Rumor yang baru-baru ini menyebar luas mengenai dugaan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menampar dan mencekik salah satu Wakil Menteri Kabinet Jokowi, mendapatkan respons langsung dari Prabowo sendiri. Isu ini bermunculan di tengah-tengah suasana politik yang panas menjelang pemilihan presiden.

1. Prabowo Belum Pernah Bertemu

Setelah mengunjungi pabrik alutsista PT Pindad di Jawa Barat, Prabowo, yang juga merupakan salah satu calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), memberikan tanggapan kepada media yang menunggu di lokasi. Ketika ditanya mengenai isu tersebut, Prabowo terkekeh dan menegaskan bahwa ia belum pernah bertemu dengan Wakil Menteri yang dimaksud.

"Saya belum pernah bertemu dengan beliau. Semua koordinasi saya lakukan langsung dengan Menteri Pertanian," ungkapnya.

Isu tersebut berasal dari kabar yang beredar di media sosial, yang mengklaim bahwa sebuah insiden terjadi di Istana Kepresidenan sebelum rapat terbatas. Rumor menuding Prabowo sebagai pelakunya, sementara Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, disebut-sebut sebagai korban.

Selain Prabowo, Presiden Jokowi juga hadir dalam kunjungan tersebut. Saat ditanya oleh wartawan, Jokowi mengimbau agar masyarakat dan media melakukan verifikasi ulang terhadap informasi yang diterima, terutama di era digital saat ini yang sering kali memunculkan isu-isu tak berdasar.

"Di zaman seperti ini, banyak sekali berita yang beredar. Harap lakukan verifikasi lebih lanjut dan jangan hanya percaya begitu saja," pinta Presiden Jokowi.

2. Sering Menjadi Sasaran Fitnah

Pada kesempatan yang berbeda, Prabowo kembali memberikan klarifikasi mengenai rumor tersebut. Saat berdialog di acara "3 Bacapres Bicara Gagasan" di Universitas Gadjah Mada, Prabowo menyatakan kaget mendengar rumor tersebut. Menurutnya, ia jarang berinteraksi dengan Wakil Menteri Pertanian dan relasinya dengan Menteri Pertanian sangat harmonis.

Mengenai tujuan dari pihak yang menyebarkan rumor tersebut, Prabowo menyebut bahwa ia sering menjadi sasaran fitnah. Namun, ia tidak berniat untuk mencari tahu siapa pelakunya.

"Fitnah semakin kejam justru menandakan kita diperhitungkan. Tapi, bagi saya, ada banyak hal lain yang lebih penting untuk diperhatikan demi bangsa ini," tuturnya.

Prabowo berharap agar pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dapat mempertimbangkan dampak dari tindakan mereka dan memfokuskan perhatian pada isu-isu yang lebih substantif bagi kemajuan Indonesia.

Dengan demikian, isu ini semakin menegaskan betapa pentingnya literasi media di era digital saat ini. Masyarakat dihimbau untuk selalu kritis dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarluaskan informasi, terutama yang bersifat sensitif dan dapat mempengaruhi kondisi sosial politik di negara ini. (*)

Fenomena Terkini






Trending