Faktor Penyebab Penyusutan Tinggi Badan Seiring Bertambahnya Usia

18 September 2023 18:26 WIB·28
6357c5c75d028.png

KuatBaca.com - Seiring dengan kemajuan zaman dan perbaikan kualitas hidup, akses terhadap makanan bergizi, sanitasi yang baik, dan pendidikan telah membuat manusia tumbuh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, fenomena menarik muncul ketika manusia memasuki usia lanjut: tinggi badan mulai menyusut. Mengapa hal ini bisa terjadi?

1. Penyusutan Tubuh Manusia Seiring Bertambahnya Usia

Banyak di antara kita mungkin telah menyaksikan perbedaan signifikan antara tinggi badan para orang tua atau kakek nenek saat muda dengan tinggi badan mereka saat ini. Fenomena ini bukan sekadar ilusi atau kesan, melainkan kenyataan.

Berdasarkan survei yang melibatkan individu berusia 40 hingga 70 tahun, ditemukan fakta mengejutkan. Setelah memasuki usia 40 tahun, seseorang bisa kehilangan sedikitnya 1 cm dari tinggi badannya dalam setiap dekadenya. Menariknya, fenomena ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria, yang berkaitan dengan perbedaan hormonal antara keduanya.

2. Pengaruh Hormon Seks pada Tinggi Badan

Hormon seks, seperti androgen yang mencakup testosteron pada pria dan estrogen pada wanita, berperan besar dalam perubahan fisik ini. Seiring bertambahnya usia, kadar hormon ini di dalam tubuh cenderung menurun. Pada pria, penurunan kadar testosteron mempengaruhi massa tulang dan otot, sedangkan pada wanita, menopause dan penurunan kadar estrogen berkontribusi pada hilangnya massa tulang.

Kedua hormon ini memiliki peran penting dalam menjaga integritas tulang, otot, dan lemak dalam tubuh. Sebagai contoh, testosteron pada pria berfungsi mengatur massa tulang, massa otot, dan kekuatan. Akibatnya, seiring penurunan testosteron, massa tulang dan otot pun menurun, sementara jumlah lemak meningkat.

3. Mencegah Penyusutan Tubuh

Meskipun penyusutan tubuh terdengar seperti hal yang tak terhindarkan, ada beberapa cara untuk meminimalisir efek tersebut. Menggunakan tulang dan otot secara rutin melalui aktivitas fisik dan olahraga teratur dapat menjaga kekuatan dan kepadatan tulang. Oleh karena itu, menjaga aktivitas fisik selama hidup sangat direkomendasikan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa individu yang aktif secara fisik, khususnya setelah usia 18 tahun, cenderung mengalami penurunan tinggi badan yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang kurang aktif fisik. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga gaya hidup aktif sejak dini untuk mencegah penurunan tinggi badan di kemudian hari.

Penurunan tinggi badan seiring bertambahnya usia adalah fenomena alami yang berkaitan erat dengan perubahan hormonal dan berkurangnya massa tulang dan otot. Namun, dengan menjalani gaya hidup aktif dan rutin berolahraga, kita dapat meminimalisir efek ini dan menjaga kualitas hidup hingga usia senja.(*)

pengetahuan

Fenomena Terkini






Trending