
Spanduk dukungan terhadap rencana pembangunan SMPN 25 Tangerang Selatan (Tangsel) mulai terlihat di sejumlah jalan utama Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Ciputat. Kemunculan spanduk tersebut menjadi bagian terbaru dari polemik pembangunan sekolah negeri yang sebelumnya mendapat penolakan dari sebagian warga. Berdasarkan dokumentasi yang diterima pada Kamis (10/9/2026), spanduk berwarna kuning dengan tulisan biru dan merah dipasang melintang di beberapa ruas jalan. Isi spanduk menunjukkan adanya kelompok warga yang mendukung agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera merealisasikan pembangunan gedung SMPN 25 di kawasan Bukit Nusa Indah.
Ketua RW 17 Perumahan Bukit Nusa Indah, Yanofri, membenarkan keberadaan spanduk tersebut. Dukungan itu disebut muncul karena sebagian warga melihat kebutuhan terhadap sekolah negeri yang lokasinya dekat dengan permukiman. Menurut warga, keberadaan SMP negeri dapat membantu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di sekitar Bukit Nusa Indah dan wilayah sekitarnya. RW 17 bersama sejumlah ketua RW lainnya di kawasan tersebut sebelumnya telah menyepakati sikap mendukung pembangunan SMPN 25 Tangsel. Dukungan juga disebut berasal dari sejumlah RT dan RW di luar kompleks perumahan yang turut melihat kebutuhan sekolah negeri di wilayah tersebut.
Dukungan warga terhadap pembangunan SMPN 25 tidak hanya disampaikan melalui pemasangan spanduk. Sejumlah warga juga telah mengumpulkan tanda tangan dari pengurus RW, RT, dan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan sekolah. Dokumen tersebut rencananya akan disampaikan kepada Wali Kota Tangerang Selatan agar pembangunan gedung SMPN 25 dapat segera diproses. Langkah ini menunjukkan bahwa di tengah adanya penolakan dari sebagian warga, terdapat kelompok masyarakat lain yang justru mendorong pembangunan sekolah tersebut. Mereka menilai kebutuhan fasilitas pendidikan perlu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembangunan di kawasan permukiman.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebelumnya menyatakan masih mempertahankan rencana pembangunan SMPN 25 di kawasan Bukit Nusa Indah. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyebut hingga saat ini belum tersedia alternatif lahan lain yang dapat digunakan untuk membangun sekolah tersebut. Keterbatasan lahan menjadi salah satu persoalan utama dalam penyediaan fasilitas pendidikan di Tangsel. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan kebutuhan rombongan belajar yang terus harus dipenuhi. Karena itu, rencana pembangunan SMPN 25 tetap dipertahankan meskipun sebelumnya muncul keberatan dari sebagian masyarakat mengenai kondisi lahan yang akan digunakan.
Pemkot Tangsel menilai keberadaan sekolah tingkat SMP di setiap kelurahan merupakan kebutuhan penting untuk memastikan akses pendidikan yang lebih merata. Kelurahan Serua menjadi salah satu wilayah yang dinilai membutuhkan fasilitas pendidikan tersebut. Di satu sisi, pembangunan SMPN 25 menghadapi penolakan dari sebagian warga yang mempersoalkan kondisi dan luas lahan. Namun, di sisi lain, muncul dukungan dari warga yang menginginkan sekolah negeri segera tersedia di lingkungan mereka. Perbedaan pandangan tersebut membuat rencana pembangunan SMPN 25 masih menjadi polemik. Pemerintah kota kini perlu mencari jalan tengah melalui komunikasi dan mediasi dengan masyarakat agar kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi tanpa mengabaikan berbagai kekhawatiran warga sekitar.