
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyatakan pihaknya akan menawarkan Josepha Alexandra atau Ocha sebagai duta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar. Ocha merupakan siswi SMAN 1 Pontianak yang menjadi sorotan publik setelah berani memprotes keputusan juri dalam final LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 yang dianggap tidak adil.
Akbar mengatakan pimpinan Badan Sosialisasi MPR bersama Sekretariat Jenderal MPR dijadwalkan terbang ke Pontianak untuk menyampaikan tawaran tersebut secara langsung kepada Ocha dan pihak sekolah. Menurutnya, usulan menjadikan Ocha sebagai duta LCC muncul dari berbagai aspirasi karena keberaniannya dianggap mencerminkan sikap kritis dan keberanian menyuarakan keadilan dalam kompetisi.
MPR menegaskan bahwa penunjukan Ocha belum bersifat resmi dan masih berupa tawaran. Akbar menyebut pihaknya terlebih dahulu ingin mengetahui kesediaan Ocha sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait peran tersebut. Langkah ini disebut sebagai bentuk apresiasi atas sikap Ocha selama polemik lomba berlangsung.
Kontroversi terjadi saat final LCC 4 Pilar mempertemukan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas. Saat pertanyaan mengenai lembaga yang memberi pertimbangan dalam pemilihan anggota BPK diajukan, jawaban Ocha dinilai salah oleh juri hingga timnya dikurangi poin. Namun, jawaban serupa dari tim lawan justru dianggap benar dan mendapat tambahan nilai, memicu protes dari peserta dan penonton.
Cuplikan protes Ocha dalam lomba viral di media sosial dan memicu kritik publik terhadap penyelenggaraan LCC 4 Pilar. MPR sempat menawarkan final ulang sebagai solusi, tetapi kedua sekolah menolak pelaksanaan ulang tersebut. Akhirnya, MPR memutuskan membatalkan final ulang dan tetap mempertahankan hasil lomba yang telah ditetapkan sebelumnya.