Kenapa BEM UI Pakai Baju Serba Hitam untuk Aksi 24 September 2026?

1. BEM UI Gelar Aksi Simbolik dengan Dresscode Hitam
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi simbolik di Fakultas Teknik UI pada Kamis, 24 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta aksi diminta mengenakan pakaian berwarna hitam. Pemilihan warna tersebut bukan sekadar ketentuan berpakaian, melainkan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan isu hak asasi manusia (HAM) dan berbagai peristiwa yang menjadi perhatian mahasiswa. Aksi ini menjadi bagian dari kegiatan yang digelar BEM UI dalam rangka memperingati sejumlah peristiwa pelanggaran HAM.
2. Warna Hitam Dimaknai sebagai Simbol Duka
Ketua BEM UI Yathalatof Himawan menjelaskan bahwa warna hitam digunakan untuk menggambarkan suasana duka sekaligus ironi atas berbagai tragedi yang berkaitan dengan pelanggaran HAM di Indonesia. Melalui pakaian serba hitam, peserta aksi ingin membangun simbol penghormatan terhadap korban sekaligus mengingat kembali sejumlah peristiwa yang hingga kini menjadi bagian dari catatan sejarah. Salah satu peristiwa yang akan dikenang dalam kegiatan tersebut adalah kasus meninggalnya aktivis UI Yap Yun Hap ketika mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Semanggi pada 1999.
3. Istilah September Hitam Memiliki Latar Sejarah
Selain sebagai simbol duka, penggunaan warna hitam juga dikaitkan dengan istilah “September Hitam”. Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI 2026 Lionel Sihaloho menjelaskan bahwa istilah tersebut memiliki kaitan dengan peristiwa Black September di Yordania pada 1970. Peristiwa tersebut merupakan konflik militer yang kemudian membuat istilah September Hitam digunakan dalam konteks yang lebih luas. Dalam perkembangannya, istilah tersebut menjadi metafora untuk menggambarkan September sebagai bulan yang memiliki sejumlah catatan tragedi.
4. September Hitam di Indonesia Dikaitkan dengan Peringatan HAM
Di Indonesia, istilah September Hitam kemudian digunakan dalam konteks memorial terhadap berbagai peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi pada bulan September. Penggunaan istilah tersebut berkembang sejak sekitar tahun 2000-an dan menjadi salah satu bentuk pengingat terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan persoalan HAM. BEM UI menggunakan momentum tersebut untuk mengajak mahasiswa mengenang sejumlah peristiwa sekaligus membicarakan kembali isu HAM melalui kegiatan di lingkungan kampus.
5. Aksi Dilanjutkan dengan Pameran Digital
Rangkaian kegiatan BEM UI tidak hanya berupa aksi simbolik dengan pakaian serba hitam. Setelah penyampaian tuntutan di Fakultas Teknik UI, kegiatan akan dilanjutkan dengan pameran digital yang digelar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI. Melalui rangkaian tersebut, BEM UI mengemas peringatan September Hitam dalam bentuk aksi dan kegiatan edukatif di lingkungan kampus. Agenda ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenang berbagai peristiwa HAM yang menjadi bagian dari tema kegiatan tersebut.