
SMK Prima Wisata di Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat, akan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh siswa pada Jumat (11/9/2026). Kebijakan tersebut diambil setelah terjadi ledakan pada pendingin udara (AC) di ruang kelas 10-1 lantai tiga pada Kamis (10/9/2026) siang. Kondisi sekolah dinilai belum sepenuhnya kondusif untuk kembali menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Pihak Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah II menyebut PJJ hanya diberlakukan sementara sambil menunggu proses penanganan dan pembenahan ruangan yang terdampak.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah II Fahmi mengatakan, pembelajaran tatap muka diharapkan dapat kembali berlangsung pada Senin (14/9/2026). Pihaknya mendorong agar proses pembersihan dan perbaikan ruangan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga lingkungan sekolah kembali aman bagi siswa maupun guru. Selama proses tersebut berlangsung, seluruh siswa akan mengikuti pembelajaran dari rumah. Kebijakan ini juga menjadi langkah antisipasi agar aktivitas pendidikan tidak terganggu oleh kondisi ruangan yang masih terdampak insiden.
Peristiwa tersebut diduga bermula ketika salah satu kabel pada AC mengeluarkan percikan api. Percikan kemudian membesar hingga menyebabkan kabel terbakar dan terjadi korsleting listrik. Kondisi itu memicu munculnya asap hitam pekat dari dalam ruangan. Melihat situasi yang berpotensi membahayakan, guru dan siswa segera diarahkan untuk meninggalkan kelas. Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, orang-orang yang berada di lokasi juga berupaya melakukan pemadaman awal untuk mencegah api semakin meluas ke bagian lain gedung sekolah.
Ledakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Suasana kelas yang semula berjalan normal mendadak berubah menjadi kepanikan setelah AC mengeluarkan asap dan percikan api. Para siswa langsung berhamburan keluar dari ruangan untuk menyelamatkan diri. Seorang siswi kelas 10, Ajeng Natatilas, berada cukup dekat dengan AC yang mengalami kerusakan karena perangkat tersebut terpasang tepat di belakang tempat duduknya. Api yang muncul dari percikan listrik disebut semakin membesar hingga membuat bagian AC terlihat meleleh akibat panas sebelum akhirnya terjadi ledakan.
Meskipun menyebabkan kerusakan pada salah satu ruang kelas di lantai tiga, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Guru dan siswa yang berada di dalam gedung berhasil keluar dari ruangan setelah mengetahui adanya asap dan api. Aktivitas belajar mengajar juga langsung dihentikan untuk memastikan keselamatan seluruh warga sekolah. Setelah kejadian, kondisi ruangan yang terdampak perlu mendapat penanganan lebih lanjut sebelum dapat kembali digunakan. Penerapan PJJ pada Jumat menjadi bagian dari langkah sementara untuk memberikan waktu bagi sekolah melakukan pembenahan sekaligus memastikan kegiatan belajar dapat kembali berjalan dengan aman.