Bupati Nias Utara Sujud di Rapat Koordinasi Kemendes PDT, Menyerukan Perhatian untuk Daerah Tertinggal

Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal yang digelar oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) pada Rabu, 25 Februari 2026, Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, memberikan sambutan yang menyentuh hati. Dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta pejabat kementerian dan lembaga lainnya, Amizaro menyuarakan keluhannya atas kondisi daerahnya yang tertinggal.
1. Amizaro Waruwu Ditunjuk Koordinator Daerah Tertinggal
Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, ditunjuk sebagai koordinator untuk 30 kabupaten tertinggal yang diumumkan oleh Kemendes PDT. Dalam sambutannya, Amizaro memberikan gambaran mengenai kondisi daerah tertinggal, yang menurutnya memiliki kemiripan dengan daerah di Tanah Papua. Ia menggambarkan bagaimana daerahnya, meskipun sudah 80 tahun merdeka, masih berjuang untuk mendapatkan akses dasar seperti listrik dan internet.
2. Kelelahan Masyarakat Daerah Tertinggal
Amizaro tak bisa menahan rasa frustrasi atas ketimpangan yang terus berlanjut, menyatakan, "Kami ini sudah capek miskin." Ia menjelaskan bagaimana masyarakat Nias Utara dan daerah tertinggal lainnya masih berjuang untuk akses dasar yang dianggap seharusnya sudah tersedia, seperti listrik dan infrastruktur dasar lainnya. Sementara itu, daerah-daerah yang lebih maju sudah mulai berbicara tentang pengembangan teknologi tinggi seperti Kecerdasan Buatan (AI), mall, dan jalan tol.
3. Kondisi Masyarakat yang Masih Berjuang untuk Listrik dan Infrastruktur Dasar
“Jika kepala daerah di Jawa berbicara tentang pengembangan teknologi dan infrastruktur besar, kami masih berbicara tentang rumah tidak layak huni dan listrik,” kata Amizaro. Ia menyoroti bahwa meskipun Indonesia sudah merdeka selama 80 tahun, wilayahnya masih berjuang untuk mendapatkan akses terhadap hal-hal dasar yang dianggap penting oleh masyarakat di wilayah lain, seperti listrik dan jaringan internet yang memadai.
4. Sujud sebagai Bentuk Keputusasaan
Amizaro menunjukkan keputusasaannya dengan melakukan sujud di depan forum, sambil memohon kepada pemerintah pusat untuk memperhatikan nasib daerah tertinggal. “Kami sudah capek miskin. Kami mewakili daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” ujarnya dengan suara penuh harap. Tindakan sujudnya menggambarkan betapa dalamnya rasa kelelahan dan ketidakberdayaan yang dirasakan oleh pemimpin daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan.
5. Harapan kepada Pemerintah Pusat untuk Akses yang Lebih Baik
Bupati Amizaro menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia seharusnya mencakup semua wilayah, termasuk daerah tertinggal. Ia berharap agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi daerahnya, termasuk memfasilitasi akses lebih baik ke Presiden Republik Indonesia untuk memperjuangkan nasib rakyat daerah tertinggal. "Kami mohonlah, sesungguhnya kemerdekaan itu untuk kami," ujarnya, menuntut pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.