Perjuangan Veda Ega Pratama di Kualifikasi Moto3 Belanda 2026: Bangkit dari Q1 dan Amankan Start Baris Ketiga

28 June 2026 10:22 WIB
_3231_Pembalap-Indonesia-Veda-Ega-Pratama-Diincar-Tim-Papan-Atas-untuk-Moto3-2027-.jpg

Kuatbaca.com - Perjalanan Veda Ega Pratama pada kualifikasi Moto3 Belanda 2026 tidak berjalan mulus sejak awal. Sesi latihan bebas pada Jumat sebelumnya menjadi tantangan tersendiri karena ia hanya mampu mencatatkan posisi ke-23. Hasil tersebut membuat pebalap Honda Team Asia itu harus memulai perjuangan dari sesi Q1 pada kualifikasi yang digelar di Sirkuit Assen, Sabtu (27/6).

Namun, kondisi tersebut justru menjadi titik balik bagi pebalap muda asal Indonesia tersebut. Dengan fokus penuh dan evaluasi cepat bersama tim, Veda berhasil memperbaiki performanya dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam waktu singkat.

1. Tampil Konsisten di Q1, Veda Lolos dengan Catatan Waktu Kompetitif

Pada sesi Q1, Veda Ega Pratama tampil lebih percaya diri. Ia mampu mencatatkan waktu 1 menit 41,090 detik yang mengantarkannya finis di posisi ketiga pada sesi tersebut. Hasil itu membuatnya berhasil melangkah ke Q2 dan menjaga peluang start dari posisi lebih baik.

Performa ini menunjukkan bahwa adaptasi cepat terhadap kondisi sirkuit serta perubahan setelan motor menjadi kunci penting dalam kebangkitan performanya di hari kualifikasi.

2. Q2 Jadi Panggung Pembuktian, Veda Tembus Barisan Atas

Memasuki sesi Q2, Veda langsung turun ke lintasan tanpa menunggu lama. Pada percobaan awal, ia berhasil mencatatkan waktu terbaik 1 menit 40,690 detik yang sempat menempatkannya di posisi kedua sementara.

Meski demikian, catatan waktu tersebut tidak berhasil diperbaiki hingga sesi kualifikasi berakhir. Persaingan ketat di Q2 membuat posisi tidak banyak berubah, namun hasil akhir tetap membawa kabar positif bagi pebalap Indonesia tersebut.

Veda berhasil mengamankan posisi start ketujuh, yang berarti ia akan memulai balapan dari baris ketiga pada race utama Moto3 Belanda 2026.

3. Evaluasi dan Perubahan Setting Motor Jadi Kunci Kebangkitan

Usai menjalani hari yang cukup menantang, Veda Ega Pratama mengungkapkan bahwa hasil positif di kualifikasi tidak lepas dari evaluasi cepat bersama tim serta perubahan setelan motor yang dilakukan sejak pagi hari.

Veda Ega Pratama: "Alhamdulillah hari ini berjalan lancar setelah hari Jumat saya tidak begitu mulus karena memang sempat terjatuh. Di pagi hari tadi tim saya mengubah setting-an motor dan saya juga evaluasi dengan tim setelah jatuh kemarin,"

Ia juga menambahkan bahwa analisis data menjadi bagian penting dalam proses perbaikan performa.

"Kami cek data lagi dan saya tahu bagian mana yang masih harus saya kembangkan. Tim juga memberikan nasihat ke saya dan di pagi hari saya langsung mendapatkan feeling yang bagus. Akhirnya ada beberapa perubahan sedikit untuk kualifikasi."

4. Strategi Ban dan Perubahan Suhu Jadi Tantangan Tambahan

Selain faktor teknis motor, Veda juga menghadapi tantangan lain berupa perubahan suhu lintasan yang cukup signifikan antara sesi pagi dan siang hari di Sirkuit Assen. Kondisi ini mempengaruhi performa ban serta grip di lintasan.

Ia mengaku mencoba strategi penggunaan ban yang sama pada dua sesi berbeda, yakni Q1 dan Q2, untuk menjaga konsistensi performa. Namun, perubahan kondisi lintasan membuat hasil yang didapat tidak sepenuhnya optimal pada percobaan terakhir di Q2.

Berikut pernyataannya:

"Walaupun pagi hari dan siang hari tadi memang cukup berbeda suhu sirkuit. Di kualifikasi saya mencoba untuk mendapatkan waktu yang bagus untuk ke Q2. Alhamdulillah saya bisa,"

Ia juga menjelaskan tantangan saat mencoba memperbaiki catatan waktu dengan ban baru:

"Di Q2 tadi saya mendapatkan waktu lap yang bagus dengan ban seperti di Q1. Tapi, saat saya mengganti ban baru di Q2 pada menit terakhir belum bisa memperbaiki catatan waktu saya."

5. Start Baris Ketiga Jadi Modal Positif Menuju Race

Meski tidak berhasil menembus posisi lima besar, hasil kualifikasi ini tetap menjadi pencapaian penting bagi Veda Ega Pratama. Start dari posisi ketujuh atau baris ketiga memberi peluang besar untuk bersaing di grup depan pada balapan utama Moto3 Belanda 2026.

Dengan pengalaman menghadapi kondisi sulit sejak sesi latihan hingga kualifikasi, Veda menunjukkan mentalitas kompetitif yang kuat sebagai salah satu talenta muda Indonesia di ajang balap dunia.

veda ega pratama
belanda
balapan moto 3

otomotif

Fenomena Terkini






Trending