Garmin Bantu Timnas Esports Indonesia Kejar Medali Emas Asian Games 2026

28 August 2026 10:06 WIB
garmin-cirqa-1784853893176_169.jpg

Kuatbaca.com - Persiapan Timnas Esports Indonesia menuju kompetisi internasional semakin serius. Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) menggandeng Garmin untuk membawa pendekatan sports science ke dalam program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga pemanfaatan data untuk membantu tim pelatih memahami kondisi atlet secara lebih menyeluruh. Aspek fisik, tingkat stres, energi tubuh, hingga kualitas tidur menjadi bagian yang dapat dipantau selama program latihan.

Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapan atlet Indonesia menghadapi persaingan esports tingkat dunia, termasuk pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

1. Puluhan Smartwatch Garmin Digunakan Atlet

Dalam kolaborasi tersebut, Garmin menyediakan 50 unit smartwatch Garmin vívoactive 6 untuk mendukung aktivitas para atlet selama menjalani Pelatnas.

Perangkat tersebut memiliki sejumlah sensor yang dapat mengumpulkan data terkait kondisi tubuh. Informasi yang diperoleh kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi bagi atlet maupun tim kepelatihan.

Selain smartwatch, PBESI juga mendapatkan akses ke Garmin Clipboard. Platform tersebut berfungsi sebagai dasbor analitik yang memungkinkan data dari perangkat atlet dikumpulkan dalam satu sistem.

Dengan adanya sistem terpusat, proses pemantauan dapat dilakukan secara lebih praktis dibandingkan harus mengecek perangkat setiap atlet secara manual.

2. Sports Science Mulai Diterapkan pada Atlet Esports

Penggunaan sports science dalam esports menunjukkan bahwa performa atlet tidak hanya bergantung pada kemampuan bermain. Meskipun esports berlangsung di depan layar, atlet tetap membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima untuk mempertahankan performa dalam pertandingan panjang.

Tekanan kompetisi, durasi latihan, kurang tidur, kelelahan, serta stres dapat memengaruhi konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan. Bahkan, perubahan kecil pada kondisi atlet dapat berpengaruh ketika pertandingan berlangsung dalam situasi yang sangat ketat.

Karena itu, pemantauan kondisi tubuh menjadi bagian yang semakin relevan dalam persiapan atlet esports profesional.

3. Kondisi Stres Atlet Ikut Dipantau

Salah satu data yang menjadi perhatian adalah tingkat stres. Atlet esports menghadapi beban kognitif tinggi karena harus terus memproses informasi, mengambil keputusan dengan cepat, dan mempertahankan konsentrasi selama permainan.

Garmin vívoactive 6 dilengkapi teknologi yang dapat membantu memantau sejumlah indikator fisiologis. Sensor Garmin Elevate dan analitik Firstbeat menjadi bagian dari sistem yang digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi tubuh atlet.

Data tersebut dapat memberikan informasi tambahan kepada tim pelatih mengenai bagaimana tubuh atlet merespons latihan dan aktivitas sehari-hari.

4. Denyut Jantung dan HRV Menjadi Indikator

Pemantauan denyut jantung menjadi salah satu komponen yang dapat digunakan untuk melihat respons tubuh. Selain itu, Heart Rate Variability atau HRV juga dapat menjadi indikator dalam memahami kondisi fisiologis seseorang.

Dalam konteks latihan atlet esports, data tersebut dapat menjadi informasi pendukung untuk melihat tingkat pemulihan dan respons tubuh terhadap beban aktivitas.

Penggunaan data bukan berarti menggantikan penilaian pelatih atau tenaga profesional. Sebaliknya, informasi dari wearable dapat menjadi tambahan bahan evaluasi ketika tim menentukan program latihan dan pemulihan atlet.

5. Body Battery Membantu Melihat Energi Tubuh

Salah satu fitur Garmin yang digunakan adalah Body Battery. Fitur tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat energi tubuh berdasarkan sejumlah indikator yang dikumpulkan perangkat.

Konsep ini dapat membantu atlet memahami kapan tubuh berada dalam kondisi relatif siap beraktivitas dan kapan membutuhkan waktu pemulihan. Dalam dunia esports, kondisi tersebut penting karena latihan intensif tidak selalu menghasilkan performa lebih baik jika dilakukan ketika tubuh mengalami kelelahan.

Bagi atlet, informasi mengenai energi harian dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengatur aktivitas di luar sesi latihan utama.

6. Kualitas Tidur Menjadi Bagian dari Evaluasi

Tidur juga menjadi faktor penting dalam menjaga performa atlet esports. Waktu istirahat yang cukup membantu menjaga konsentrasi, kemampuan berpikir, serta kesiapan tubuh menghadapi sesi latihan berikutnya.

Garmin menyediakan fitur Sleep Score yang dapat memberikan gambaran mengenai kualitas tidur pengguna. Data tersebut dapat membantu atlet dan pelatih melihat pola istirahat secara lebih terukur.

Dengan mengetahui pola tidur, tim dapat memiliki informasi tambahan ketika mengevaluasi kondisi atlet. Jika terdapat pola pemulihan yang kurang optimal, jadwal latihan atau aktivitas lainnya dapat dipertimbangkan kembali.

7. Mencegah Burnout dan Penurunan Performa

Salah satu tujuan pemanfaatan data kesehatan adalah membantu menghindari latihan berlebihan. Dalam esports, tekanan untuk terus berlatih dapat membuat atlet mengalami kelelahan mental maupun fisik.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan burnout. Selain itu, kelelahan dan tekanan psikologis juga dapat memengaruhi kestabilan emosi ketika bertanding.

Dengan memantau sejumlah indikator secara berkala, tim kepelatihan memiliki data tambahan untuk mempertimbangkan apakah atlet berada dalam kondisi yang cukup siap menjalani scrimmage atau membutuhkan waktu pemulihan.

8. Garmin Clipboard Satukan Data Atlet

Garmin Clipboard menjadi salah satu bagian penting dalam sistem yang diterapkan pada Pelatnas. Platform tersebut memungkinkan data dari berbagai perangkat atlet dikumpulkan dan ditampilkan melalui satu dasbor.

Sistem ini mempermudah tim pelatih dalam melihat kondisi para pemain tanpa harus memeriksa smartwatch satu per satu. Informasi yang tersedia dapat digunakan untuk mendukung proses evaluasi latihan.

Data tersebut juga dapat membantu tim melihat pola kondisi atlet dari waktu ke waktu sehingga keputusan mengenai program latihan dapat dibuat berdasarkan informasi yang lebih lengkap.

9. Data Membantu Mengatur Porsi Latihan

Pemanfaatan data kesehatan dapat memberikan perspektif baru dalam menentukan beban latihan. Tidak semua atlet selalu berada dalam kondisi yang sama setiap hari.

Ada atlet yang mampu menjalani sesi latihan intensif, sementara atlet lain mungkin membutuhkan waktu pemulihan lebih panjang. Dengan adanya informasi mengenai kondisi tubuh, pelatih dapat menyesuaikan program agar latihan tetap efektif tanpa memberikan beban yang berlebihan.

Data juga dapat digunakan sebagai pertimbangan ketika menentukan kesiapan atlet untuk mengikuti scrimmage maupun latihan fisik pendukung seperti strength training.

10. Persaingan Asian Games 2026 Semakin Ketat

Target penggunaan sports science ini tidak terlepas dari persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Turnamen tersebut menjadi salah satu panggung penting bagi Timnas Esports Indonesia untuk menunjukkan kemampuan di tingkat internasional.

Persaingan di level Asia diperkirakan berlangsung ketat. Kemampuan teknis dalam permainan menjadi faktor penting, tetapi aspek lain seperti konsistensi, konsentrasi, kebugaran, pemulihan, dan kesiapan mental juga dapat menentukan hasil pertandingan.

Esport
Asian games
timnas e-sport
garmin
PBESI

olahraga

Fenomena Terkini






Trending