Bonek Siap Bergerak Jika Laga Persebaya Vs. Arema Gagal di SGBT

18 September 2023 21:04 WIB·30
648efec936302.jpg

KuatBaca.com -Sebuah isu kontroversial muncul terkait pelaksanaan pertandingan sepak bola besar antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC. Green Nord 27, kelompok pendukung setia Persebaya, mengungkapkan ketidakpuasannya terkait potensi gagalnya pertandingan tersebut di Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT) Surabaya pada 23 September 2023.

1. Surat Kementerian PUPR Sterilisasi SGBT

Kekecewaan ini terkait surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menginstruksikan sterilisasi SGBT untuk renovasi sebagai bagian dari persiapan Piala Dunia U17 2023 di Indonesia. Surat ini berlaku mulai 15 September 2023 hingga penyelenggaraan event tersebut pada Desember.

Bagi Persebaya dan para pendukungnya, pertandingan ini memiliki makna yang mendalam. Setelah Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, ini akan menjadi pertemuan pertama dengan Arema FC di kandang. Terlebih, sudah empat tahun Bonek tidak dapat mendukung Persebaya melawan Arema di SGBT.

Dalam empat tahun terakhir, berbagai kendala menghalangi Persebaya untuk menjamu Arema di SGBT. Mulai dari sanksi PSSI, pandemi Covid-19, hingga tragedi di pertandingan sebelumnya.

Green Nord 27, salah satu fraksi Bonek, mengekspresikan rasa kecewanya melalui media sosial dengan menuliskan, "GBT adalah rumahnya Persebaya dan Bonek. Tidak ada alasan apapun untuk mengusir Persebaya dari rumahnya. Piala Dunia Sementara. Persebaya Selamanya."

2. Bonek dan Persebaya Antisipasi Bentrokan

Mengantisipasi kemungkinan bentrokan atau masalah keamanan, Bonek dan manajemen Persebaya telah berupaya meyakinkan otoritas dengan berbagai langkah. Salah satunya adalah Bonek membagikan bunga kepada pengendara dengan plat N (Kota Malang) di Surabaya. Ini sebagai bentuk komitmen mereka untuk mendorong atmosfer pertandingan yang positif dan aman.

Namun, manajemen Persebaya merasa ada yang tidak beres dengan kebijakan PUPR. Dengan kick off Piala Dunia U17 yang akan dilaksanakan pada 10 November 2023, mereka berpendapat masih ada cukup waktu untuk melakukan renovasi. Apalagi, berdasarkan penilaian dari mabes Polri dan inspeksi FIFA, SGBT dinilai sebagai salah satu stadion yang sudah siap.

Hal lain yang membingungkan adalah Persis Solo masih diizinkan untuk menggelar pertandingan di Stadion Manahan Solo pada 16 September, meskipun surat sterilisasi telah diberlakukan sejak 15 September.

Tentu, semuanya ini menimbulkan tanda tanya besar bagi para pendukung sepak bola, khususnya Bonek. Mereka berharap ada solusi yang dapat memenuhi harapan semua pihak dan menghindari potensi konflik di masa mendatang.(*)

olahraga

Fenomena Terkini






Trending