Bima Prawira: Melangkah dari Bayangan Film Porno, Ke Kecewaan dan Keterkejutan

Kuatbaca.com - Bima Prawira, pemeran utama dalam film 'Kramat Tunggak' yang dituduh sebagai film porno, menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus ini. Hasilnya, Bima ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan ini berlangsung pada Senin, 15 Januari 2024, di gedung Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya. Pasca-pemeriksaan, Bima menyatakan keterkejutannya karena dianggap sebagai tersangka.
1. Keterlibatan dalam Film Porno dan Kekecewaan Terhadap Production House
Bima mengakui bahwa keputusan untuk terlibat dalam film porno ini membawanya pada kekecewaan yang mendalam. Sebagai lawan main Siskaeee dalam film tersebut, Bima menyampaikan rasa kecewa dan syok atas kelanjutan kasus ini hingga mencapainya sebagai tersangka.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap production house yang merekrutnya. Sebagai seorang seniman, Bima merasa bertanggung jawab terhadap perannya, dan keterlibatannya dalam produksi film yang berujung pada kasus hukum ini menjadi pukulan keras.
2. Penjadwalan Kembali Pemeriksaan dan Status Wajib Lapor
Sebelumnya, Bima seharusnya menjalani pemeriksaan pada 8 Januari, namun ia tidak hadir dengan alasan sakit. Pengacaranya kemudian meminta penjadwalan ulang pemeriksaan, yang kemudian dilaksanakan pada 15 Januari. Meskipun ditetapkan sebagai tersangka, Bima tidak ditahan dan dikenai status wajib lapor. Ia diwajibkan melaporkan diri setiap hari Senin dan Kamis.
3. Kecewa pada Production House dan Protes terhadap Adegan Porno
Bima mengekspresikan kekecewaannya terhadap production house yang mengontraknya untuk film tersebut. Menurutnya, sebagai pekerja seni, ia hanya menjalankan peran yang diberikan. Namun, ia juga menyampaikan bahwa saat diminta untuk berperan dalam adegan porno, ia sempat protes. Meski demikian, pihak production house meyakinkannya bahwa semuanya legal dan aman.
4. Pilihan Pemeran: Mengikuti Jalan yang Menyeret dan Kecewa
Sebagai seorang aktor, Bima mengakui bahwa ia awalnya ditawari untuk memainkan film dengan genre berbeda, seperti drama religi. Namun, akhirnya, proyek ini berujung pada kontroversi film porno. Bima menunjukkan kekecewaannya terhadap perkembangan ini dan mengecam production house yang terlibat. Ia merasa harus bertanggung jawab atas pilihannya dan mengekspresikan rasa kecewa terhadap peran yang diembannya.
5. Mengakui Kekecewaan dan Menjalani Kewajiban Hukum
Keterlibatan Bima Prawira dalam kontroversi film porno 'Kramat Tunggak' membawanya pada perjalanan hukum yang rumit dan penuh kekecewaan. Dalam wawancara pasca-pemeriksaan, Bima mengungkapkan perasaan kaget dan kecewa, sekaligus menyoroti keterlibatannya dalam film tersebut. Saat ini, ia dihadapkan pada tugas hukum dan tanggung jawab atas peran yang diembannya, yang menjadi sorotan dalam industri hiburan tanah air. (*)