
1. Hubungan Indonesia-Jerman Memasuki Usia 74 Tahun
Hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman telah berlangsung selama 74 tahun dan terus berkembang dalam berbagai bidang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai hubungan panjang tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kemitraan kedua negara, khususnya dalam sektor ekonomi. Hal itu disampaikan Airlangga saat menghadiri peringatan German Unity Day 2026 di Jakarta, Jumat (2/10/2026). Tahun depan, hubungan bilateral Indonesia dan Jerman akan memasuki usia 75 tahun, yang diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kerja sama yang semakin konkret dan memberikan manfaat bagi kedua negara.
2. Kerja Sama Ekonomi Jadi Fokus Kemitraan
Sepanjang 2026, hubungan Indonesia dan Jerman semakin aktif ditandai dengan berbagai pertemuan serta kunjungan tingkat tinggi. Salah satunya adalah kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia pada Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan di sejumlah bidang strategis, mulai dari investasi, transisi energi, pendidikan hingga ketenagakerjaan. Pemerintah Indonesia juga mendorong agar hubungan bilateral tidak berhenti pada kerja sama diplomatik, tetapi menghasilkan proyek dan investasi yang memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.
3. Peluang Besar di Sektor Energi dan Teknologi
Indonesia melihat sejumlah peluang kerja sama strategis dengan Jerman dalam pengembangan energi terbarukan dan teknologi. Bidang yang menjadi perhatian antara lain pembangunan infrastruktur kelistrikan, pengembangan kendaraan listrik dan ekosistem baterai, industri semikonduktor, infrastruktur digital serta pembiayaan berkelanjutan. Jerman bersama Jepang juga memiliki peran sebagai co-lead International Partners Group dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP), yang bertujuan mendukung percepatan transisi energi Indonesia menuju sumber energi yang lebih bersih. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka peluang investasi sekaligus mendukung transformasi industri Indonesia.
4. Pendidikan Vokasi dan Tenaga Kerja Turut Diperkuat
Selain ekonomi dan teknologi, Indonesia dan Jerman memiliki ruang kerja sama yang cukup besar dalam bidang pendidikan vokasi serta pengembangan keterampilan tenaga kerja. Model pendidikan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi salah satu aspek yang dapat dikembangkan melalui kemitraan kedua negara. Penguatan keterampilan juga berpotensi membuka kesempatan bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk memasuki pasar kerja Jerman. Karena itu, kerja sama pendidikan dan ketenagakerjaan dinilai memiliki manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor-sektor tertentu.
5. Perdagangan Bilateral Capai 6,11 Miliar Dollar AS
Jerman menjadi salah satu mitra penting Indonesia dalam bidang ekonomi dan industri. Airlangga menyebut nilai perdagangan antara kedua negara mencapai sekitar 6,11 miliar dollar AS sepanjang 2025. Selain aktivitas perdagangan, hubungan ekonomi kedua negara juga ditopang kehadiran perusahaan-perusahaan asal Jerman di Indonesia. Saat ini tercatat lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman telah menjalankan kegiatan usaha di Indonesia. Besarnya nilai perdagangan dan jumlah perusahaan tersebut menunjukkan adanya fondasi ekonomi yang kuat. Pemerintah berharap hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus dikembangkan melalui investasi, kerja sama industri, teknologi, energi bersih, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.