
1. Luky Alfirman Kembali ke Kementerian Keuangan sebagai Wamenkeu
Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pengangkatan tersebut membuat Luky kembali menduduki posisi strategis di Kementerian Keuangan setelah sebelumnya dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026. Luky dilantik bersama Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai dua Wamenkeu baru. Keduanya akan membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjalankan tugas di kementerian yang menangani kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara.
2. Penambahan Wamenkeu Disebut untuk Memperkuat Kinerja Kemenkeu
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa penambahan dua wakil menteri dimaksudkan untuk memperkuat struktur kepemimpinan di Kementerian Keuangan. Dengan tambahan tersebut, Kemenkeu kini memiliki tiga wakil menteri yang dapat membagi cakupan pekerjaan kementerian yang sangat luas. Pembagian tugas tersebut diharapkan dapat mendukung koordinasi berbagai bidang, mulai dari anggaran, kebijakan fiskal, hingga hubungan dengan lembaga dan otoritas lain. Penataan tersebut berlangsung setelah pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara pada September 2026.
3. Luky Sebelumnya Dicopot dari Posisi Dirjen Anggaran
Sebelum kembali melalui jabatan wakil menteri, Luky menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Purbaya mencopot Luky dari posisi tersebut pada April 2026 bersamaan dengan pergantian Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu. Ketika itu, Purbaya menyebut pergantian pejabat eselon I sebagai bagian dari dinamika internal dan rotasi organisasi. Di sisi lain, muncul pemberitaan yang mengaitkan pencopotan Luky dengan persoalan lolosnya anggaran pengadaan motor listrik untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Purbaya sendiri pada kesempatan lain mengakui adanya persoalan pada sistem penganggaran yang memungkinkan anggaran tersebut tetap berjalan meski sebelumnya mendapat penolakan.
4. Polemik Anggaran Motor Listrik Sempat Menjadi Sorotan
Persoalan pengadaan motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu isu yang muncul setelah pergantian Luky. Sejumlah pemberitaan menyebut adanya kelemahan pada perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran yang membuat pengadaan tersebut dapat lolos dari proses pengendalian anggaran. Namun, alasan resmi pencopotan Luky juga pernah dijelaskan Purbaya sebagai bagian dari proses rotasi pejabat eselon I. Karena terdapat beberapa keterangan dan pemberitaan mengenai latar belakang pergantian tersebut, hubungan langsung antara pencopotan Luky dan polemik pengadaan motor perlu ditempatkan sebagai informasi yang pernah diberitakan, bukan sebagai kesimpulan bahwa satu persoalan menjadi satu-satunya penyebab pergantian.
5. Karier Luky di Kemenkeu Berlanjut pada Posisi Wakil Menteri
Pengangkatan sebagai Wamenkeu menandai kembalinya Luky ke jajaran pimpinan Kementerian Keuangan setelah sempat meninggalkan posisi eselon I. Luky merupakan birokrat senior yang telah berkarier di Kemenkeu sejak 1995 dan pernah menduduki sejumlah jabatan sebelum dipercaya menjadi Dirjen Anggaran. Kini, pengalaman tersebut akan menjadi bagian dari perannya sebagai wakil menteri yang membantu Suahasil Nazara dalam menjalankan tugas kementerian. Dalam struktur baru tersebut, Luky akan bekerja bersama dua Wamenkeu lainnya untuk menangani ruang lingkup pekerjaan Kemenkeu yang mencakup berbagai bidang pengelolaan keuangan negara.