
Kuatbaca.com - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. Langkah besar tersebut menandai perjalanan baru perusahaan hiburan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina dalam mengembangkan bisnis kreatif ke level yang lebih profesional.
Pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) RANS menjadi salah satu momen penting bagi industri kreatif nasional. Perusahaan yang selama ini dikenal melalui konten digital, hiburan, dan berbagai lini bisnis kreatif tersebut kini resmi menjadi bagian dari pasar modal Indonesia.
RANS tercatat sebagai perusahaan ketujuh yang melantai di BEI sepanjang tahun 2026. Kehadiran RANS di bursa juga menjadi simbol bahwa industri kreatif memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing dengan sektor ekonomi lainnya.
1. Saham RANS Langsung Menguat Usai Debut di Bursa
Pada hari pertama perdagangan, saham RANS langsung mendapat respons positif dari investor. Berdasarkan perdagangan di BEI, harga saham RANS mengalami kenaikan hingga mencapai batas atas atau Auto Reject Atas (ARA).
Saham RANS tercatat meningkat sebesar 34,12 persen hingga menyentuh harga Rp228 per saham. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp170 per saham.
Dalam aksi IPO ini, RANS melepas sebanyak 2.525.000.000 saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.
Melalui penawaran umum perdana tersebut, RANS berhasil memperoleh dana segar sekitar Rp429,25 miliar yang akan digunakan untuk mendukung rencana ekspansi dan pengembangan bisnis perusahaan.
2. Nagita Slavina Terharu dengan Pencapaian RANS
Direktur Utama RANS Entertainment Indonesia, Nagita Slavina, mengungkapkan rasa haru saat menghadiri seremoni pencatatan saham perdana di Main Hall BEI.
Menurut Nagita, keberhasilan RANS melantai di bursa bukan hanya pencapaian perusahaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa kreativitas anak bangsa memiliki nilai ekonomi yang besar.
Dalam sambutannya, Nagita sempat menahan rasa haru ketika menyampaikan makna penting dari perjalanan RANS hingga menjadi perusahaan terbuka.
"Maaf ya, saya agak sedikit terharu. Hari ini adalah hari ketika Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya," ungkap Nagita Slavina.
Ia menilai masuknya RANS ke pasar modal menjadi momentum yang menunjukkan bahwa industri kreatif tidak lagi dipandang sebagai sektor pendukung semata, melainkan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
3. Industri Kreatif Dinilai Memiliki Posisi Strategis
Nagita menjelaskan bahwa IPO RANS menjadi bukti bahwa karya dan ide kreatif dapat memiliki nilai yang diakui secara profesional.
Menurutnya, perjalanan RANS menunjukkan bahwa kreativitas dapat berkembang menjadi bisnis berkelanjutan apabila dikelola dengan strategi yang tepat.
"Ide karya ketulusan para kreator Indonesia ini memiliki nilai yang diakui secara profesional di panggung ekonomi nasional. Industri kreatif tidak lagi berdiri di pinggiran, kita sekarang berdiri sejajar di barisan terdepan bersama industri strategis lainnya untuk ikut menggerakkan bangsa ini," ujar Nagita.
Pernyataan tersebut menggambarkan optimisme bahwa industri kreatif Indonesia memiliki potensi besar, terutama dengan dukungan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
4. Dana IPO Akan Digunakan untuk Ekspansi Bisnis
Dana hasil IPO RANS akan dialokasikan untuk memperkuat strategi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Salah satu penggunaan dana terbesar adalah untuk penyelenggaraan konser. RANS menyiapkan sekitar 37,61 persen dana IPO atau sekitar Rp161,5 miliar untuk mendukung kegiatan tersebut.
Selain itu, perusahaan juga berencana memperluas bisnis melalui akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Sekitar 19,80 persen dana IPO atau Rp85 miliar akan digunakan untuk mengambil alih 51 persen saham perusahaan tersebut.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis RANS agar tidak hanya bergantung pada sektor hiburan digital, tetapi juga memasuki berbagai bidang usaha lainnya.
5. RANS Kembangkan Wahana Edukasi hingga Teknologi AI
Selain sektor hiburan dan kosmetik, RANS juga menyiapkan investasi untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland.
Sebesar 18,64 persen dana IPO atau sekitar Rp80 miliar dialokasikan untuk pengembangan proyek tersebut. Wahana ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem hiburan dan edukasi keluarga yang dikembangkan oleh RANS.
Perusahaan juga akan mengalokasikan dana sekitar Rp35 miliar atau 8,15 persen untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Investasi di bidang teknologi tersebut menunjukkan upaya RANS untuk mengikuti perkembangan industri digital dan memanfaatkan teknologi dalam pengembangan bisnis kreatif.
6. Sebagian Dana IPO Digunakan untuk Penguatan Keuangan Perusahaan
Selain ekspansi bisnis, sebagian dana hasil IPO juga digunakan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan.
RANS mengalokasikan sekitar Rp29,95 miliar atau 6,98 persen dana IPO untuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi.
Sementara itu, sekitar Rp37,8 miliar atau 8,82 persen akan digunakan sebagai tambahan modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Dengan tambahan modal tersebut, RANS berharap dapat meningkatkan kapasitas operasional sekaligus memperkuat fondasi bisnis dalam menghadapi persaingan industri hiburan dan ekonomi kreatif.