
Kuatbaca.com- Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Nama Destry disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada DPR pada Senin, 10 Agustus 2026.
Prasetyo memastikan hanya ada satu nama yang diajukan pemerintah untuk mengisi posisi Gubernur BI secara definitif. Sebelumnya, Destry telah menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada akhir Juli 2026.
"Namanya tunggal satu nama yaitu atas nama ibu Destry yang beliau sekarang menjabat Penjabat Gubernur BI Sementara," ujar Prasetyo di Gedung DPR RI, Senin (10/8/2026).
Pengajuan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Destry Damayanti di Bank Indonesia. Sebelum ditunjuk sebagai pejabat sementara Gubernur BI, ia merupakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dan telah dipercaya menduduki posisi tersebut selama dua periode.
Jika proses persetujuan di DPR berjalan sesuai ketentuan, Destry berpeluang melanjutkan kariernya ke posisi tertinggi di bank sentral Indonesia.
1. Destry Damayanti Bukan Nama Baru di Bank Indonesia
Destry Damayanti memiliki pengalaman panjang di sektor ekonomi dan keuangan Indonesia. Bank Indonesia mencatat Destry lahir di Jakarta pada 1963 dan menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia. Ia kemudian memperoleh gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Kariernya tidak langsung dimulai dari Bank Indonesia. Sebelum masuk ke jajaran pimpinan bank sentral, Destry pernah berkiprah sebagai ekonom, peneliti, pengajar, serta menduduki sejumlah posisi strategis di sektor keuangan dan pemerintahan.
Pengalaman tersebut membuat perjalanan profesional Destry cukup beragam. Ia pernah bekerja di Kementerian Keuangan, berkarier sebagai ekonom di sektor perbankan, hingga dipercaya menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pada 2019, Destry kemudian masuk ke struktur pimpinan Bank Indonesia sebagai Deputi Gubernur Senior. Masa jabatannya kembali diperpanjang untuk periode 2024-2029 setelah ia ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024.
2. Sebelum Jadi Ekonom, Destry Pernah Jadi Atlet Tenis
Salah satu sisi menarik dari perjalanan hidup Destry Damayanti adalah latar belakangnya sebagai atlet tenis. Jauh sebelum dikenal sebagai ekonom dan pejabat senior di sektor keuangan, Destry pernah menekuni olahraga tenis secara serius.
Ia bahkan mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional hingga ajang olahraga multinasional. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam masa mudanya sebelum akhirnya memilih jalur pendidikan dan ekonomi.
"Saya waktu itu menang se-Indonesia tuh. Nah dari situ mulai suka banget sama tenis. Sampai saya lanjut sampai ikut yang senior seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) sampai Sea Games juga," ujarnya.
Pengalaman sebagai atlet membuat Destry berada pada situasi yang menuntut kedisiplinan dan konsistensi. Namun, ketika memasuki masa SMA dan mulai memikirkan pendidikan tinggi, ia menghadapi pilihan besar: meneruskan karier di dunia tenis atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Saya merasakan nyaman di tenis sampai saat SMA menjelang kuliah saya berpikir apakah saya terus di dunia ini (tenis) atau tidak. Karena menjadi atlet itu susah," ujarnya dalam sebuah acara yang membahas perjalanan perempuan inspiratif.
Pilihan akhirnya jatuh pada pendidikan. Keputusan tersebut kemudian mengantarkan Destry ke dunia ekonomi yang kelak menjadi bidang utama dalam perjalanan kariernya.
3. Memilih Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Destry tidak langsung masuk perguruan tinggi setelah menyelesaikan SMA. Ia masih sempat mengikuti sejumlah turnamen tenis sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi.
Waktu persiapan yang tersedia juga relatif terbatas. Namun, Destry menggunakan kesempatan tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menjadi pilihannya. Destry bahkan tidak menyiapkan banyak alternatif jurusan ketika mengikuti seleksi tersebut.
"Cuma jurusan itu yang saya pilih," katanya.
Keputusan itu membawanya menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi UI pada 1983. Di lingkungan kampus, ketertarikannya terhadap ilmu ekonomi semakin berkembang.
Ia mengaku menikmati mata kuliah yang berkaitan dengan ekonomi, termasuk ekonomi makro. Salah satu hal yang membuatnya tertarik adalah sifat ilmu ekonomi yang menurutnya terus berubah mengikuti kondisi masyarakat dan perekonomian.
"Saya pilih IPS karena suka yang kualitatif, ya paling nggak bahasa Inggris saya nggak jelek-jelek amat waktu itu. Kalau IPA kan harus belajar lagi, akhirnya keterima di FE UI," ujarnya.
4. Ketertarikan pada Ekonomi Makro Makin Kuat
Ketika menjadi mahasiswa, Destry semakin tertarik dengan ilmu ekonomi. Ia menilai kualitas pengajar di kampus turut membentuk ketertarikannya terhadap bidang tersebut.
Selain menjalani perkuliahan, Destry juga mendapatkan pengalaman sebagai asisten dosen dan asisten peneliti. Pengalaman akademik itu memberikan kesempatan baginya untuk memahami ekonomi tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga melalui kegiatan penelitian.
Salah satu bidang yang menarik perhatiannya adalah ekonomi makro. Menurut Destry, dinamika ekonomi membuat bidang tersebut selalu berkembang dan tidak berhenti pada teori yang bersifat statis.
"Ilmu-ilmu ini sangat dinamis," katanya.
Pengalaman akademik tersebut kemudian menjadi bekal ketika Destry melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di UI pada 1989, ia mendapatkan kesempatan melanjutkan studi melalui beasiswa Kementerian Keuangan.
5. Lanjut Kuliah ke Cornell University Amerika Serikat
Destry kemudian melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat. Di universitas tersebut, ia mengambil program Master of Science bidang Regional Science.
Pendidikan di Cornell menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan analisis ekonomi Destry. Latar belakang akademik tersebut kemudian dipadukan dengan pengalaman profesional yang ia dapatkan setelah kembali ke Indonesia.
Profil resmi Bank Indonesia mencatat bahwa Destry memulai perjalanan kariernya di sejumlah institusi ekonomi dan keuangan sebelum kemudian menduduki posisi strategis di sektor perbankan dan pemerintahan.
Pengalaman lintas sektor itu menjadi salah satu modal utama Destry ketika memasuki jajaran pengambil kebijakan ekonomi nasional. Ia tidak hanya memiliki pengalaman akademik, tetapi juga memahami dunia perbankan, pemerintahan, serta stabilitas sistem keuangan.
6. Pernah Jadi Kepala Ekonom Bank Mandiri
Karier Destry berkembang cukup pesat setelah ia kembali ke Indonesia. Ia pernah berkarier sebagai ekonom dan kemudian dipercaya menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.
Sebelum itu, Destry juga pernah menjalankan peran sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas. Pengalaman tersebut membuatnya semakin dekat dengan dinamika pasar keuangan, kebijakan ekonomi, serta kondisi dunia usaha.
Pada periode 2014-2015, Destry juga dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian BUMN. Posisi tersebut menambah pengalaman Destry dalam menangani isu ekonomi yang berkaitan dengan perusahaan milik negara.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan untuk periode 2015-2019. Pengalaman tersebut menjadi jembatan sebelum Destry masuk ke jajaran pimpinan Bank Indonesia.
7. Perjalanan Destry di Bank Indonesia
Destry resmi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2019. Ia ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 dan menjalani masa jabatan pertamanya pada periode 2019-2024.
Pada 2024, Destry kembali dipercaya menduduki posisi Deputi Gubernur Senior BI untuk periode kedua, yakni 2024-2029. Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Ketika Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Juli 2026, Destry sebagai Deputi Gubernur Senior kemudian menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia.
Kini, Presiden Prabowo mengusulkan namanya kepada DPR untuk menjadi Gubernur BI definitif. Pengalaman panjang Destry di sektor ekonomi dan keuangan menjadi latar belakang penting dalam proses pencalonannya.