Prabowo Update Progres Pemangkasan BUMN, Danantara Ungkap Kabar Terkini

1. Prabowo Bahas Kelanjutan Program Streamlining BUMN
Presiden Prabowo Subianto kembali membahas perkembangan program penataan dan pemangkasan jumlah perusahaan dalam ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pembahasan tersebut dilakukan saat Prabowo memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada proses konsolidasi BUMN, tetapi mulai memikirkan langkah lanjutan untuk meningkatkan kinerja perusahaan negara. Salah satu perhatian utama pemerintah adalah bagaimana aset BUMN yang sangat besar dapat dimanfaatkan secara lebih produktif sehingga memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap perekonomian nasional.
2. Optimalisasi Aset BUMN Jadi Fokus Berikutnya
Menurut Rosan, optimalisasi aset menjadi salah satu agenda penting setelah proses penataan BUMN berjalan. Pemerintah akan melihat kembali berbagai aset yang dimiliki perusahaan negara untuk menentukan potensi pemanfaatan dan pengembangannya. Langkah tersebut dinilai penting karena besarnya aset yang tercatat di lingkungan BUMN belum sepenuhnya menghasilkan pendapatan yang sebanding. Karena itu, pemerintah ingin mendorong agar aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar. Upaya tersebut akan dilakukan melalui perencanaan yang lebih terukur dan terstruktur, sehingga pengelolaan aset tidak hanya berorientasi pada kepemilikan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan menghasilkan keuntungan.
3. Produktivitas dan Efisiensi Perusahaan Negara Didorong
Selain optimalisasi aset, pemerintah juga akan mendorong peningkatan produktivitas serta efisiensi di lingkungan BUMN. Rosan menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari kelanjutan program penataan yang sedang berjalan. Pemerintah ingin memastikan perusahaan negara memiliki kinerja yang lebih sehat dan mampu memberikan hasil yang sebanding dengan sumber daya serta aset yang dikelola. Danantara sebagai lembaga pengelola investasi juga akan melihat peluang untuk meningkatkan imbal hasil dari aset yang berada dalam pengelolaan negara. Untuk mencapai target tersebut, berbagai aset dan aktivitas usaha akan dianalisis secara menyeluruh sebelum ditentukan strategi pengembangannya. Tahapan ini diharapkan dapat membuat pengelolaan aset BUMN menjadi lebih produktif sekaligus mendukung peningkatan kontribusinya terhadap perekonomian.
4. Pemerintah Buka Peluang Kerja Sama dengan Swasta
Dalam proses optimalisasi aset BUMN, pemerintah juga membuka kesempatan lebih luas bagi dunia usaha dan sektor swasta untuk ikut terlibat. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan terutama pada bidang yang tidak berkaitan langsung dengan kepentingan strategis negara. Pemerintah menilai sektor swasta dapat mengambil peran lebih besar apabila memiliki kemampuan untuk mengembangkan suatu aset atau kegiatan usaha secara lebih efektif. Dengan adanya kerja sama tersebut, aset BUMN yang belum memberikan hasil maksimal diharapkan dapat dikembangkan melalui model bisnis yang lebih produktif. Namun, ruang kolaborasi tersebut tetap akan mempertimbangkan karakter dan tingkat strategis setiap aset agar kepentingan nasional tetap menjadi bagian dari pertimbangan utama dalam pengelolaannya.
5. Langkah Lanjutan Disiapkan untuk 2027
Program penataan BUMN diperkirakan akan memasuki tahap lanjutan pada awal 2027. Pemerintah akan melakukan konsolidasi terhadap langkah-langkah yang sudah berjalan sekaligus menyusun strategi baru untuk meningkatkan pemanfaatan aset perusahaan negara. Rosan menyampaikan bahwa proses tersebut membutuhkan perencanaan yang matang agar setiap keputusan dapat memberikan hasil yang terukur. Pemerintah tidak hanya ingin mengurangi jumlah perusahaan atau melakukan efisiensi organisasi, tetapi juga memastikan aset yang berada di dalam ekosistem BUMN mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Arahan Presiden Prabowo tersebut kemudian menjadi dasar bagi Danantara dan kementerian terkait untuk menyiapkan langkah berikutnya dalam memperkuat produktivitas, efisiensi, dan nilai ekonomi aset BUMN.