Prabowo Telepon Suahasil Nazara dan Purbaya Yudhi Sadewa, Cerita Pergantian Menteri Keuangan

15 September 2026 08:30 WIB
images45h.jpg

Kuatbaca.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) baru di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 14 September 2026. Pelantikan tersebut menandai pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Pelantikan Suahasil berlangsung secara khusus karena pada kesempatan tersebut hanya dirinya yang diambil sumpah sebagai pejabat negara. Presiden Prabowo memimpin langsung prosesi pengucapan sumpah jabatan sebelum Suahasil menjalankan tugas barunya sebagai orang yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan negara.

Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam prosesi tersebut. Di antaranya para menteri koordinator, menteri kabinet, Jaksa Agung, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, hingga pejabat lainnya. Kehadiran jajaran tersebut menunjukkan pentingnya posisi Menteri Keuangan dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintahan.

1. Suahasil Mengaku Baru Mendapat Kabar pada Pagi Hari

Hal menarik muncul dari cerita Suahasil mengenai proses penunjukannya sebagai Menteri Keuangan. Ia mengungkapkan bahwa kabar mengenai pelantikan dirinya baru diterima pada pagi hari di tanggal yang sama dengan pelaksanaan pelantikan.

Menurut Suahasil, pihak Istana menghubunginya untuk menyampaikan informasi sekaligus meminta dirinya mempersiapkan diri mengikuti prosesi pelantikan pada sore hari.

"Mengenai proses, saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap pelantikan pada sore hari ini," kata Suahasil kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9).

Penunjukan secara cepat tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian karena pergantian Menteri Keuangan merupakan keputusan strategis yang berkaitan langsung dengan pengelolaan APBN, kebijakan fiskal, serta stabilitas ekonomi nasional.

Suahasil menyambut penunjukan tersebut sebagai sebuah bentuk kepercayaan dari Presiden Prabowo. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjalankan tanggung jawab sebagai Menteri Keuangan.

2. Purbaya Dihubungi Istana Saat Sedang Rapat dengan DPD

Di sisi lain, cerita berbeda terjadi pada Purbaya Yudhi Sadewa. Ketika kabar pergantian Menteri Keuangan mulai mencuat, Purbaya masih menjalankan aktivitas kedinasannya sebagai Menkeu.

Purbaya diketahui sedang mengikuti rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin siang. Dalam rapat tersebut, Purbaya tengah menyampaikan paparan mengenai sejumlah persoalan ekonomi dan keuangan negara.

Rapat juga dihadiri sejumlah pihak terkait, termasuk unsur Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Salah satu materi yang dibahas Purbaya berkaitan dengan surat utang pemerintah.

Namun, di tengah pemaparannya, agenda rapat harus dihentikan sementara setelah pimpinan DPD menyampaikan bahwa terdapat panggilan telepon yang perlu diterima Purbaya.

"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas)," kata pimpinan rapat kepada Purbaya.

Purbaya kemudian menghentikan penyampaian materi dan menoleh kepada jajaran di sekitarnya untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat sempat diskors selama beberapa menit.

Setelah rapat kembali berjalan, kursi yang sebelumnya ditempati Purbaya terlihat sudah kosong. Momen tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang menandai cepatnya proses pergantian posisi Menteri Keuangan pada hari itu.

3. Suahasil Bukan Wajah Baru di Kementerian Keuangan

Pergantian Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara sebenarnya bukan langkah yang membawa sosok baru ke dalam struktur Kementerian Keuangan. Suahasil telah memiliki pengalaman panjang dalam bidang kebijakan fiskal dan pemerintahan.

Sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih. Ia dilantik untuk posisi tersebut pada 21 Oktober 2024.

Kariernya di pemerintahan juga telah berlangsung selama bertahun-tahun. Suahasil pernah menjalankan sejumlah tugas yang berkaitan dengan kebijakan fiskal, desentralisasi, otonomi daerah, serta program penanggulangan kemiskinan.

Ia pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011. Pada periode yang berdekatan, Suahasil juga menjadi Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah serta Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika Suahasil dipercaya menduduki posisi Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif pada 31 Oktober 2016.

4. Pernah Menjadi Wakil Menteri Keuangan

Pengalaman Suahasil sebagai pejabat Kementerian Keuangan semakin kuat ketika ia dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan pada Kabinet Indonesia Maju. Jabatan tersebut mulai diembannya pada 25 Oktober 2019.

Dalam posisi tersebut, Suahasil mendampingi Menteri Keuangan dalam proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika kini ia harus mengambil tanggung jawab yang lebih besar sebagai Menteri Keuangan.

Dengan latar belakang panjang di bidang fiskal, Suahasil menghadapi tantangan untuk memastikan kebijakan keuangan negara tetap berjalan di tengah kebutuhan pemerintah menjalankan berbagai program prioritas.

Pergantian menteri juga berarti adanya kebutuhan untuk menjaga kesinambungan kebijakan. Karena itu, Suahasil menegaskan bahwa dirinya akan melanjutkan pekerjaan yang selama ini telah dilakukan oleh jajaran Kementerian Keuangan.

5. Pesan Prabowo kepada Suahasil soal Keuangan Negara

Setelah dilantik, Suahasil mengungkap arahan yang diberikan Presiden Prabowo. Salah satu pesan utama Presiden adalah agar pengelolaan keuangan negara tetap sehat sekaligus memiliki kredibilitas di mata masyarakat dan pelaku ekonomi.

"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," kata Suahasil kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Arahan tersebut menjadi tugas penting bagi Suahasil karena APBN memiliki peran besar dalam mendukung berbagai agenda pemerintahan. Pengelolaan anggaran harus dilakukan secara hati-hati agar kebutuhan pembangunan dan program prioritas dapat berjalan tanpa mengabaikan prinsip kesehatan fiskal.

Suahasil menilai APBN bukan hanya instrumen pembiayaan program pemerintah, tetapi juga memiliki fungsi menjaga stabilitas perekonomian nasional.

6. APBN Harus Sehat dan Kredibel

Suahasil menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara harus mampu menjadi fondasi bagi pelaksanaan program prioritas pemerintah. Pada saat yang sama, kredibilitas APBN harus tetap dijaga agar keuangan negara mendapatkan kepercayaan.

"Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan fokus awal Suahasil setelah kembali menduduki posisi strategis di Kementerian Keuangan. Tantangannya bukan hanya memastikan anggaran tersedia untuk berbagai kebutuhan pemerintah, tetapi juga menjaga kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.

7. Suahasil Janji Lanjutkan Kinerja Kementerian Keuangan

Sebagai Menteri Keuangan yang baru, Suahasil tidak mengisyaratkan adanya perubahan total dalam pengelolaan kementerian. Ia justru menyatakan akan melanjutkan pekerjaan yang selama ini telah dilakukan oleh jajaran Kementerian Keuangan.

Menurutnya, para pegawai dan pejabat di kementerian telah bekerja keras menjaga kondisi keuangan negara. Pengalaman tersebut akan menjadi fondasi untuk melanjutkan pengelolaan APBN ke depan.

"Dan untuk itu kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras, akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia," tuturnya.

reshuffle
menkeu
Suahasil Nazara
purbaya yudhi sadewa

Fenomena Terkini






Trending