
Kuatbaca.com- Persaingan industri ojek online (ojol) di Indonesia kembali kedatangan pemain baru. Green SM, perusahaan ride-hailing asal Vietnam, mulai mengoperasikan layanan ojek online berbasis kendaraan listrik di Jakarta.
Kehadiran Green SM Bike menambah daftar platform transportasi berbasis aplikasi yang dapat digunakan masyarakat Indonesia. Untuk tahap awal, layanan tersebut belum tersedia di seluruh wilayah Jakarta karena operasionalnya masih difokuskan pada sejumlah kawasan tertentu.
Green SM sebelumnya telah dikenal melalui layanan taksi listriknya. Kini perusahaan tersebut memperluas bisnis ke layanan transportasi roda dua dengan menghadirkan Green SM Bike.
CEO VGreen Edison Mai mengonfirmasi bahwa layanan skuter listrik Green SM mulai beroperasi di Jakarta pada pertengahan September 2026.
"Pada 16 September 2026, layanan skuter listrik Green SM sudah mulai beroperasi di Jakarta," kata Edison Mai melalui akun LinkedIn resminya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ekspansi bisnis Green SM di pasar transportasi Indonesia, khususnya pada segmen mobilitas perkotaan yang memiliki tingkat penggunaan kendaraan roda dua cukup tinggi.
1. Green SM Bike Hadir di Sejumlah Wilayah Jakarta
Untuk tahap awal, Green SM Bike baru dapat digunakan di area tertentu di Jakarta. Berdasarkan pengumuman perusahaan, layanan tersebut telah tersedia di beberapa wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.
Informasi mengenai operasional Green SM Bike juga disampaikan melalui akun media sosial resmi perusahaan. Green SM mengajak masyarakat menggunakan layanan tersebut untuk berbagai kebutuhan perjalanan di dalam kota.
"Green SM Bike kini hadir untuk semua agenda serumu. Sat set dan pasti on budget. Saat ini, tersedia di area tertentu di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat," demikian tulis Green SM melalui akun Instagram resminya.
Perusahaan juga membuka kemungkinan untuk memperluas jangkauan layanan ke wilayah lain di Indonesia. Ekspansi tersebut akan bergantung pada perkembangan operasional dan strategi bisnis Green SM di pasar nasional.
"Namun, tidak menutup kemungkinan Green SM akan ekspansi ke wilayah lainnya di Indonesia. Supaya tidak ketinggalan informasinya, follow akun sosial media kami, ya," lanjut akun tersebut.
Kehadiran layanan ojol listrik ini membuat pilihan transportasi berbasis aplikasi di Jakarta semakin beragam. Masyarakat kini tidak hanya memiliki pilihan dari sisi platform, tetapi juga jenis kendaraan yang digunakan untuk perjalanan.
2. Garda Indonesia Sambut Pemain Baru di Bisnis Ojol
Masuknya Green SM Bike mendapat perhatian dari Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia. Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menilai kehadiran pemain baru dapat memberikan pilihan tambahan bagi konsumen sekaligus pengemudi.
Namun, menurutnya, pertumbuhan industri tetap harus berjalan dengan mekanisme persaingan yang sehat. Keberadaan platform baru diharapkan tidak hanya berorientasi pada perebutan pasar, tetapi juga memperhatikan kondisi para pengemudi yang menjadi mitra operasional.
"Pada prinsipnya, kami melihat hadirnya Green SM Bike sebagai pemain baru dalam industri ride-hailing roda dua di Indonesia dapat memberikan dampak positif, sepanjang kompetisi yang dibangun adalah kompetisi yang sehat dan berkelanjutan," ujar Igun kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).
Bagi konsumen, bertambahnya platform dapat memberikan alternatif ketika memilih layanan transportasi online. Sementara bagi pengemudi, platform baru berpotensi menjadi pilihan tambahan untuk memperoleh pendapatan.
3. Kendaraan Listrik Jadi Pembeda Green SM Bike
Salah satu karakteristik Green SM Bike yang membedakannya dari sejumlah layanan ojol konvensional adalah penggunaan kendaraan listrik. Model tersebut menempatkan layanan Green SM dalam perkembangan transportasi yang mengarah pada elektrifikasi kendaraan.
Igun menilai penggunaan kendaraan listrik menjadi aspek yang menarik untuk diperhatikan, terutama di tengah perkembangan transportasi digital dan upaya mengurangi emisi dari sektor mobilitas.
"Apalagi Green SM membawa diferensiasi berupa ekosistem kendaraan listrik, yag menurut kami menarik untuk dicermati dalam konteks transformasi transportasi digital dan transisi menuju mobilitas rendah emisi di Indonesia," terangnya.
Penggunaan motor listrik juga dapat membawa perubahan pada pola operasional pengemudi. Mulai dari kebutuhan pengisian daya, skema penyediaan kendaraan, biaya operasional, hingga mekanisme perawatan menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan.
Karena itu, Garda Indonesia menyatakan akan mencermati bagaimana model kemitraan Green SM Bike diterapkan di lapangan.
4. Garda Indonesia Ingatkan soal Perang Tarif Ojol
Meskipun menyambut kehadiran pemain baru, Garda Indonesia mengingatkan adanya potensi persaingan harga yang terlalu agresif. Perang tarif antarplatform dinilai dapat memberikan dampak terhadap penghasilan pengemudi apabila tarif perjalanan ditekan terlalu rendah.
Igun berharap persaingan antara platform ride-hailing tidak hanya dilakukan melalui pemberian harga perjalanan yang murah. Menurutnya, aspek pelayanan, keamanan, teknologi, efisiensi, dan transparansi juga seharusnya menjadi bagian dari kompetisi.
"Persaingan seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan, teknologi, efisiensi, transparansi sistem, serta kesejahteraan pengemudi-bukan berlomba menurunkan tarif perjalanan sampai pada tingkat yang akhirnya menekan pendapatan pengemudi," ungkapnya.
Persoalan tarif memang menjadi salah satu faktor penting dalam industri ojol. Tarif yang kompetitif dapat menguntungkan konsumen, tetapi struktur pendapatan pengemudi juga menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan model bisnis platform.
Karena itu, keseimbangan antara harga layanan, biaya operasional, pendapatan mitra, serta keberlanjutan perusahaan menjadi aspek yang akan menentukan perkembangan persaingan ojol ke depan.
5. Struktur Kemitraan Green SM Bike Akan Dicermati
Garda Indonesia menyatakan tidak hanya memperhatikan tarif perjalanan Green SM Bike. Organisasi tersebut juga akan melihat lebih jauh mengenai sistem kemitraan yang diterapkan perusahaan.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pembagian pendapatan, sistem insentif, biaya yang harus ditanggung pengemudi, kewajiban mitra, hingga mekanisme penyediaan kendaraan listrik.
Igun mengatakan seluruh komponen tersebut penting karena akan menentukan pendapatan bersih yang diterima pengemudi setelah dikurangi berbagai biaya.
"Prinsip kami sederhana: inovasi dan kompetisi boleh berkembang, tetapi jangan menjadikan kesejahteraan pengemudi sebagai variabel yang dikorbankan untuk memenangkan pasar," tuturnya.
Dengan demikian, masuknya Green SM Bike tidak hanya akan dilihat dari jumlah pengguna atau cakupan wilayah layanan. Dampaknya terhadap pengemudi ojol juga menjadi salah satu indikator yang akan diperhatikan.
6. Ekspansi Green SM di Indonesia Masih Terbuka
Untuk saat ini, Green SM Bike masih berada dalam tahap awal operasional di Indonesia. Layanan yang tersedia di sejumlah kawasan Jakarta menjadi langkah awal sebelum perusahaan menentukan kemungkinan perluasan wilayah.
Jika ekspansi dilakukan, kehadiran kendaraan listrik berbasis aplikasi berpotensi memperluas pilihan mobilitas masyarakat di kota-kota lain. Namun, keputusan mengenai wilayah baru, jumlah armada, pola kemitraan, serta model operasional selanjutnya berada di tangan perusahaan.
Di sisi lain, industri ride-hailing Indonesia terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan mobilitas masyarakat. Kehadiran kendaraan listrik memberikan dimensi baru dalam persaingan karena platform tidak hanya menawarkan layanan berbasis aplikasi, tetapi juga membawa konsep transportasi yang berbeda.