
Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi salah satu keputusan penting dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), kemudian menjalani serah terima jabatan dengan Purbaya di Kementerian Keuangan pada Selasa (15/9/2026).
Pergantian tersebut berlangsung setelah Purbaya memimpin Kementerian Keuangan selama sekitar satu tahun. Perubahan posisi di kementerian yang memegang peran penting dalam pengelolaan APBN itu kemudian memunculkan perhatian publik terhadap arah kebijakan fiskal pemerintahan ke depan.
Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya dikenal cukup aktif menyampaikan pandangan mengenai kebijakan ekonomi dan pengelolaan keuangan negara. Setelah pergantian jabatan, perhatian publik kini beralih kepada Suahasil Nazara yang kembali dipercaya memimpin Kementerian Keuangan. Suahasil bukan sosok baru di lingkungan kementerian tersebut karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Dalam serah terima jabatan, Kementerian Keuangan menyatakan bahwa Suahasil akan melanjutkan agenda kerja kementerian sekaligus mengawal pengelolaan keuangan negara hingga akhir masa pemerintahan.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurrahman, menilai pergantian menteri saja belum otomatis menjawab seluruh harapan masyarakat. Menurutnya, persoalan dalam pemerintahan juga dapat berkaitan dengan konsistensi kebijakan, koordinasi antarlembaga, hingga kemampuan menjalankan program secara efektif. Karena itu, perubahan di posisi Menteri Keuangan perlu dilihat bersama dengan bagaimana tim ekonomi pemerintah bekerja secara keseluruhan. Perspektif tersebut menempatkan reshuffle bukan hanya sebagai pergantian pejabat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbaiki mekanisme kerja dan pelaksanaan kebijakan ekonomi.
Pengamat ekonomi Universitas Andalas Syafruddin Karimi berpandangan bahwa ekspektasi terhadap Suahasil akan lebih terlihat setelah kebijakan dan kinerja pengelolaan keuangan negara mulai berjalan. Salah satu perhatian utamanya adalah bagaimana Menteri Keuangan baru menjaga stabilitas APBN sekaligus merespons perubahan kondisi ekonomi. Pemerintah sendiri menyatakan bahwa Suahasil mendapat mandat untuk menjaga keuangan negara dan memastikan APBN tetap berfungsi sebagai instrumen untuk mendukung pertumbuhan serta stabilitas perekonomian.
Setelah pergantian menteri, perhatian publik tidak hanya tertuju pada siapa yang menduduki kursi Menteri Keuangan, tetapi juga terhadap hasil yang dihasilkan kebijakan pemerintah. Sejumlah indikator ekonomi seperti inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, penerimaan negara, investasi, serta pelaksanaan berbagai program pemerintah menjadi bagian yang dapat diamati dalam periode berikutnya. Dari sisi kelembagaan, tantangan lainnya adalah memastikan koordinasi antara Kementerian Keuangan dengan kementerian dan lembaga lain berjalan efektif. Dengan demikian, dampak reshuffle akan lebih terlihat dari pelaksanaan kebijakan dan hasil pengelolaan APBN dibandingkan sekadar perubahan nama di jajaran kabinet.
Serah terima jabatan Purbaya kepada Suahasil menandai dimulainya fase baru kepemimpinan Kementerian Keuangan. Dalam kesempatan tersebut, Suahasil memberikan apresiasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan Purbaya selama memimpin kementerian. Kementerian Keuangan juga mencatat bahwa pergantian tersebut tidak berarti seluruh pekerjaan sebelumnya berhenti, karena agenda pengelolaan keuangan negara tetap harus dilanjutkan. Tantangan Suahasil selanjutnya adalah menjalankan mandat menjaga kredibilitas keuangan negara, mengawal APBN, serta memastikan kebijakan fiskal dapat mendukung target ekonomi pemerintah.