Luhut Menyoroti Pentingnya Mengatasi Konflik di Rempang demi Stabilitas Investasi di Indonesia

19 September 2023 20:46 WIB·22
luhut-buka-suara-terkait-konflik-di-rempang_169.jpeg

KuatBaca.com - Ketidaksesuaian dalam pendekatan pembebasan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, telah menimbulkan berbagai konflik. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan pentingnya pemecahan masalah ini agar tidak mempengaruhi kepercayaan investor terhadap Indonesia.

1. Relokasi Oleh Pemerintah

Pemberian berbagai pilihan oleh pemerintah kepada warga untuk relokasi, mulai dari penawaran rumah baru, kesempatan pekerjaan, pendidikan, hingga opsi kompensasi uang tunai, merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani isu ini.

"Kami ingin memastikan bahwa pendekatan yang diambil sesuai dan dapat diterima oleh masyarakat. Apabila terdapat kesalahan, kami siap memperbaikinya," ungkap Luhut saat berbicara di acara Marine Spatial Planning and Expo Service 2023 di Jakarta.

Investasi di Rempang memang menjanjikan. Namun, potensi pembatalan investasi dari salah satu investor besar, Xinyi Group, dapat menghambat progres pembangunan. Xinyi Group, perusahaan asal China, telah berkomitmen menginvestasikan US$ 11,5 miliar atau sekitar Rp 172,5 triliun untuk mendirikan industri kaca dan panel surya di Rempang.

"Kami sangat menghargai komitmen dari Xinyi Group dan tidak ingin mereka mengalihkan investasi ke negara lain seperti Malaysia. Kita harus introspektif dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki," tegas Luhut.

2. Investasi Berpotensi Besar

Dalam konteks yang lebih luas, Luhut berpendapat bahwa investasi di Rempang, terutama di sektor photovoltaic untuk produksi panel surya dan semi konduktor, memiliki potensi besar.

"Tidak ada kerahasiaan dalam proses investasi ini. Semuanya terbuka, dan kami berharap masyarakat dapat melihat manfaat langsung dari proyek-proyek ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan bahwa status PSN proyek Rempang tidak akan dicabut. Sebagai bentuk komitmen pemerintah, setiap masalah yang muncul akan segera ditangani dan diperbaiki.

"Menghentikan proyek atau mencabut status PSN bukanlah solusi. Kami akan terus berupaya agar proyek ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia," pungkasnya.

Pembangunan Rempang Eco-City diharapkan dapat menjadi contoh nyata dari komitmen Indonesia dalam memajukan infrastruktur dan menarik investasi asing. Solusi yang cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah yang ada akan memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang ramah investor dan memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang besar. (*)

Fenomena Terkini






Trending