
Kuatbaca.com - Pemerintah mulai mempersiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg yang selama ini digunakan masyarakat. Rencana tersebut memasuki tahap uji coba setelah pemerintah memastikan aspek keamanan tabung CNG sebelum nantinya digunakan secara lebih luas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan uji coba penggunaan tabung CNG 3 kg kepada masyarakat dijadwalkan berlangsung pada pekan depan. Tahap ini menjadi bagian penting sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya terkait pemanfaatan CNG sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga.
Saat ini, pengujian terhadap tabung CNG 3 kg dilakukan oleh Lemigas. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk memastikan tabung memenuhi standar keselamatan dan layak digunakan oleh masyarakat.
"Uji coba pekan depan. Nanti saya cek dulu ya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
1. Pengujian Tabung CNG 3 Kg Masuk Tahap Akhir
Sebelum digunakan dalam uji coba langsung, pemerintah terlebih dahulu memastikan kesiapan teknis tabung CNG 3 kg. Pengujian di Lemigas menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui untuk menjamin aspek keselamatan penggunaan tabung tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan bahwa pengujian tabung CNG 3 kg di Lemigas telah selesai. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, tabung dinyatakan aman untuk digunakan dalam tahap uji coba.
Dengan selesainya proses pengujian, perhatian pemerintah kini beralih pada bagaimana pelaksanaan uji coba dapat dilakukan secara tepat. Pemerintah tidak langsung memasarkan CNG 3 kg kepada masyarakat, melainkan terlebih dahulu mengujinya secara terbatas untuk melihat kesiapan penggunaan di lapangan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum pemerintah memutuskan apakah CNG 3 kg dapat digunakan sebagai alternatif LPG 3 kg secara lebih luas.
2. Uji Coba CNG 3 Kg Akan Dilakukan di Kota Besar
Tahap berikutnya adalah pelaksanaan uji coba langsung kepada masyarakat. Pemerintah berencana memilih sejumlah kota besar sebagai lokasi awal pengujian penggunaan tabung CNG 3 kg.
Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang kemungkinan masuk dalam lokasi uji coba. Namun, pemerintah masih membahas secara lebih rinci mengenai skema pelaksanaan, termasuk bagaimana mekanisme penyaluran dan penggunaan tabung tersebut di tengah masyarakat.
"Uji cobanya di kota-kota besar dulu ya. Mungkin salah satunya adalah di Jawa Barat dulu," ujar Laode di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Pemilihan kota besar sebagai lokasi awal uji coba diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penerapan CNG 3 kg dalam kondisi penggunaan masyarakat sehari-hari. Hasil uji coba nantinya dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah sebelum mengambil keputusan lebih lanjut mengenai penggunaan CNG 3 kg.
3. CNG 3 Kg Belum Akan Langsung Dipasarkan
Meski pemerintah telah menyelesaikan pengujian keamanan tabung CNG 3 kg di Lemigas, masyarakat belum akan langsung mendapatkan produk tersebut melalui skema pemasaran umum. Pemerintah menegaskan bahwa tahap yang dilakukan saat ini masih sebatas uji coba.
Laode menjelaskan bahwa pemerintah masih menyusun mekanisme pelaksanaan uji coba agar penggunaan CNG 3 kg dapat dilakukan dengan aman dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Bukan dipasarkan, hanya diujicobakan dulu. Ini masih kita bahas skemanya," tegas Laode.
Artinya, rencana penggantian LPG 3 kg dengan CNG 3 kg belum memasuki tahap penerapan secara menyeluruh. Pemerintah masih harus melewati proses evaluasi setelah uji coba berlangsung.
Tahap tersebut penting karena penggunaan bahan bakar di tingkat rumah tangga tidak hanya membutuhkan kesiapan tabung, tetapi juga membutuhkan mekanisme yang jelas agar masyarakat dapat menggunakan produk tersebut dengan aman dan mudah.
4. Pemerintah Utamakan Faktor Keselamatan
Salah satu fokus utama pemerintah dalam rencana uji coba CNG 3 kg adalah aspek keselamatan. Meskipun hasil pengujian tabung di Lemigas telah dinyatakan aman, pemerintah masih perlu memastikan mekanisme penggunaan dan penyiapannya ketika produk tersebut diperkenalkan kepada masyarakat.
Laode mengatakan jumlah tabung yang akan digunakan dalam tahap uji coba juga belum ditentukan. Pemerintah saat ini lebih memprioritaskan kesiapan sistem dan faktor keamanan dibandingkan menentukan jumlah tabung yang akan disebarkan.
"Kita belum bicara masalah angka ya, yang penting sekarang adalah satu, safety-nya. Kedua adalah mekanisme bagaimana menyiapkan ini ke masyarakat," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih berada dalam tahap persiapan dan evaluasi. Besaran skala uji coba belum menjadi keputusan utama karena pemerintah terlebih dahulu ingin memastikan seluruh aspek keselamatan dan mekanisme penggunaan telah siap.