
Kuatbaca - Pemerintah telah mengirimkan empat nama calon pejabat Bank Indonesia (BI) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keempatnya dipersiapkan untuk mengisi posisi penting di bank sentral, mulai dari calon Gubernur BI hingga Deputi Gubernur.
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan bahwa surat pengajuan dari pemerintah telah diterima DPR pada Rabu, 12 Agustus 2026. Setelah menerima usulan tersebut, DPR akan menjalankan tahapan sesuai mekanisme yang berlaku sebelum menentukan persetujuan terhadap para calon.
Salah satu nama yang diajukan pemerintah adalah Destry Damayanti. Ia diproyeksikan menjadi calon Gubernur Bank Indonesia.
Destry bukan sosok baru dalam struktur bank sentral. Saat ini ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Pengalamannya di lingkungan BI menjadi salah satu latar belakang yang membuat namanya kembali masuk dalam bursa pimpinan tertinggi bank sentral.
Jika proses di DPR berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan, Destry akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan untuk menilai kapasitas serta kesiapan dirinya memimpin BI.
Selain Destry, pemerintah mengajukan Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI. Posisi tersebut memiliki peran strategis dalam membantu Gubernur BI menjalankan tugas dan menjaga kesinambungan kebijakan bank sentral.
Aida juga merupakan pejabat yang telah lama berkarier di Bank Indonesia. Pengalamannya di sejumlah bidang di lingkungan bank sentral menjadi bagian dari rekam jejak yang akan menjadi perhatian dalam proses uji kelayakan di DPR.
Dua nama lainnya yang diajukan pemerintah adalah Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori. Keduanya dipersiapkan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Solikin M. Juhro dikenal sebagai ekonom dan pejabat di lingkungan Bank Indonesia. Sementara itu, M. Anwar Bashori juga memiliki pengalaman dalam struktur bank sentral dan bidang kebijakan ekonomi serta moneter.
Masuknya kedua nama tersebut melengkapi empat calon yang kini akan menjalani proses politik di parlemen. DPR akan melihat kapasitas, pengalaman, serta visi masing-masing calon sebelum memberikan keputusan.
Setelah nama-nama calon diterima, DPR akan melanjutkan proses melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Tahapan tersebut rencananya mulai dilaksanakan pada pekan depan.
Dalam proses ini, para calon akan diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan pandangan mereka mengenai arah kebijakan Bank Indonesia. DPR juga dapat menggali pemahaman calon terhadap berbagai persoalan ekonomi, moneter, sistem keuangan, serta tantangan yang dihadapi perekonomian nasional.
Uji kelayakan menjadi tahapan penting karena posisi yang diperebutkan berkaitan langsung dengan pengelolaan kebijakan bank sentral. Gubernur dan Deputi Gubernur BI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem keuangan, serta mendukung stabilitas perekonomian.
Setelah seluruh rangkaian uji kelayakan selesai, DPR akan menentukan sikap terhadap nama-nama yang telah diajukan pemerintah. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari proses pengisian jabatan pimpinan Bank Indonesia yang melibatkan pemerintah dan parlemen.
Keputusan DPR nantinya akan menentukan siapa yang memperoleh persetujuan untuk menempati posisi yang diusulkan. Dengan demikian, tahapan uji kelayakan tidak hanya menjadi forum untuk memperkenalkan calon, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anggota parlemen menilai kemampuan dan komitmen mereka.
Proses pencalonan pejabat BI kali ini mendapat perhatian karena posisi yang akan diisi berada di level strategis. Gubernur BI memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan moneter ketika perekonomian nasional menghadapi berbagai tekanan, baik dari dalam negeri maupun kondisi global.
Perubahan di jajaran pimpinan bank sentral juga akan menjadi bagian dari kesinambungan kebijakan ekonomi Indonesia. Tantangan seperti pergerakan nilai tukar, inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, serta dinamika pasar keuangan global membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan secara hati-hati dan terukur.
Dengan masuknya empat nama tersebut, proses pengisian jabatan pimpinan Bank Indonesia kini memasuki tahap berikutnya. DPR akan menjalankan uji kelayakan sebelum mengambil keputusan atas usulan pemerintah.
Keempat calon yang diajukan adalah Destry Damayanti untuk posisi Gubernur BI, Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior, serta Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur.
Tahapan di DPR pada pekan depan akan menjadi momentum penting untuk melihat visi dan kesiapan masing-masing calon. Hasil proses tersebut selanjutnya akan menentukan susunan pimpinan Bank Indonesia untuk periode mendatang.