
Kuatbaca.com - Industri kopi Indonesia kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan pilar ekonomi yang dinamis.
Menangkap potensi tersebut, Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) berkolaborasi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan Dyandra Promosindo resmi mengumumkan gelaran Indonesia Coffee Expo (ICX).
Event yang dirancang sebagai platform ekosistem kopi terintegrasi ini akan menyambangi tiga kota besar: Surabaya, Medan, dan Jakarta.
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar menyatukan seluruh mata rantai kopi Indonesia dari hulu ke hilir.
Ketua SCAI, Daryanto Witarsa, mengungkapkan bahwa perjalanan kopi Indonesia telah melewati berbagai tantangan. Kini, kolaborasi dengan BTN menjadi energi baru untuk mewujudkan mimpi besar di tahun 2035.
"Ini adalah mimpi kita untuk menyambungkan jalan menuju sukses di 2035. Melalui ICX, kita akan melakukan eksekusi di tiga kota. Kita melihat animo terhadap kopi Indonesia di pasar internasional, seperti saat World of Coffee, sangat besar. Dari hulu ke hilir, peluangnya sangat dinamis, bahkan diaspora di London banyak yang mencari akses ekspor," ujar Daryanto dalam sambutannya.
Ia juga menekankan peran generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, sebagai motor penggerak utama dalam modularisasi ekosistem kopi saat ini.
Sekjen SCAI, Gusti Laksamana, menjelaskan bahwa ICX bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah "Gerakan Indonesia Kopi".
ICX resmi memperkenalkan empat pilar utama yang menitikberatkan pada perubahan gaya hidup serta keseimbangan ekonomi dan budaya.
Program tersebut diawali dengan Indonesia True Start, sebuah kompetisi barista internasional yang sukses menempatkan Indonesia di jajaran tiga besar dunia.
Selain itu, terdapat platform edukasi OriginTree yang mengajak pengunjung mendalami proses kopi secara menyeluruh, serta sesi Lecture sebagai wadah berbagi ilmu bersama para pakar industri.
Sebagai penutup, ICX menghadirkan Roaster Village yang didedikasikan bagi para pemangku kepentingan di sektor industri sangrai yang kini sedang berkembang pesat.
"ICX adalah collaborative stage. Kami ingin membangun momentum regional mulai dari Surabaya pada akhir Mei, lalu ke Medan, dan puncaknya konsolidasi besar di Jakarta," tambah Gusti.
Presiden Direktur BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan alasan kuat mengapa perbankan kini melirik serius sektor kopi.
Dengan produksi mencapai 10,7 juta kantong (sekitar 640-800 ribu ton) per tahun, kopi adalah warisan sekaligus komoditas masa depan.
"Data menunjukkan 40% masyarakat Indonesia mengonsumsi dua cangkir kopi atau lebih setiap hari. Pasar domestik kita sangat kuat. Nilai ekspornya mencapai 1,4 miliar dolar AS, namun potensinya jauh lebih besar dari itu," papar Nixon.
Nixon juga menyoroti peran sektor informal, di mana terdapat sekitar 460.000 warung kopi yang menjadi penggerak ekonomi rakyat.
Melalui kolaborasi ini, BTN juga memperkenalkan visi Beyond Banking, termasuk dukungan terhadap event-event besar seperti Jakarta International Marathon yang nantinya akan bersinggungan dengan ekosistem gaya hidup kopi.
Sebagai informasi, Indonesia Coffee Expo akan diselenggarakan dengan jadwal lengkap sebagai berikut:
1. Surabaya (Jawa Timur): 29–31 Mei 2026
2. Medan (Sumatera Utara): 31 Juli – 2 Agustus 2026
3. Jakarta (NICE PIK 2): 4–6 September 2026