
Sejumlah pekerja PT Indomarco Prismatama atau Indomaret mengeluhkan kebijakan perusahaan yang tetap mewajibkan karyawan bekerja saat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tanpa pembayaran upah lembur. Salah satu buruh bernama Bayu mengaku hanya diberikan libur pengganti meski tetap masuk kerja pada hari libur nasional. Kondisi tersebut memicu rasa kecewa karena para pekerja merasa pengorbanan mereka saat hari besar keagamaan tidak dihargai secara layak.
Bagi pekerja ritel seperti Bayu, Hari Raya Idul Adha seharusnya menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati suasana Lebaran. Namun, tuntutan pekerjaan membuat dirinya tetap harus membuka toko setelah melaksanakan shalat Ied di pagi hari. Bahkan pada momen Idul Fitri sebelumnya, ia mengaku tidak bisa pulang kampung bersama istri dan anaknya karena harus tetap bekerja menjaga operasional gerai.
Menurut para pekerja, operasional toko saat hari libur justru cenderung lebih sibuk dibanding hari biasa karena tingginya aktivitas masyarakat. Toko yang normalnya tutup sekitar pukul 22.00 WIB sering kali harus beroperasi lebih lama ketika kondisi ramai pengunjung. Para buruh menilai beban kerja tambahan tersebut seharusnya dibarengi dengan kompensasi lembur sesuai aturan ketenagakerjaan agar pekerja merasa lebih dihargai.
Para karyawan menyebut sistem penggantian hari libur tanpa pembayaran lembur tidak sebanding dengan tenaga dan waktu yang dikorbankan saat hari raya. Salah satu pekerja bernama Andre mengatakan, biasanya pekerja ritel menerima tambahan lembur sekitar Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per hari tergantung posisi kerja. Di tengah kondisi ekonomi yang semakin berat, hilangnya tambahan pendapatan tersebut dinilai cukup berdampak bagi kebutuhan rumah tangga pekerja.
Keluhan para pekerja disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di kawasan Jakarta Selatan. Para buruh berharap pemerintah dapat memperhatikan hak pekerja ritel, khususnya terkait pembayaran lembur pada hari besar keagamaan dan libur nasional. Isu ini kembali menjadi sorotan karena sektor ritel dikenal memiliki jam operasional tinggi yang tetap berjalan saat masyarakat lain menikmati hari libur bersama keluarga.