Longsor Terjang Manggarai Timur dan Manggarai Barat, Dua Warga Tertimbun dan Ratusan Mengungsi

23 January 2026 09:28 WIB
longsor-di-manggarai-timur-ntt-kamis-2212026-1769091269969_43.jpeg

Kuatbaca.com - Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat aktifnya Bibit Siklon Tropis 91S. Hujan lebat yang turun sejak dini hari memicu tanah longsor di beberapa kabupaten, khususnya Manggarai Timur dan Manggarai Barat. Dampaknya cukup serius, mulai dari korban tertimbun material longsor, ratusan warga mengungsi, hingga lumpuhnya akses transportasi dan jaringan listrik.

1. Dua Warga Tertimbun Longsor di Manggarai Timur

Di Kabupaten Manggarai Timur, longsor terjadi di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang warga tertimbun material longsor dan hingga Kamis malam belum berhasil dievakuasi.

Sekretaris Camat Lamba Leda, Rikardus Samin, mengatakan wilayah terdampak mencakup dua kampung.

“Kampung yang terdampak ada dua, Kampung Tuwa dan Kampung Pau. Warga kedua kampung sudah mengungsi ke Kampung Rentung. Semuanya menyebar di rumah warga,” ujarnya usai meninjau lokasi bencana.

2. Ratusan Warga Mengungsi ke Lokasi Aman

Selain ke Kampung Rentung, sebagian warga juga mengungsi ke Kapela Stasi Meni untuk mencari tempat yang lebih aman. Rikardus menjelaskan bahwa Kampung Tuwa menjadi wilayah paling parah terdampak longsor, dengan material tanah dan batu menutup sejumlah titik permukiman.

Ia menambahkan bahwa tim gabungan sebenarnya telah melakukan upaya pencarian korban sejak Kamis siang, namun kondisi cuaca menjadi kendala utama.

“Kami lakukan upaya pencarian tadi, tetapi dilanjutkan besok pagi karena cuaca tidak mendukung. Dua orang masih tertimbun,” kata Rikardus.

3. Longsor Meluas hingga Manggarai Barat

Tidak hanya Manggarai Timur, bencana longsor juga melanda Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Di wilayah ini, longsor terjadi di sejumlah titik strategis dan menyebabkan badan jalan tertutup material tanah dan batu besar, sehingga arus lalu lintas lumpuh total.

Sejumlah ruas jalan penghubung antar kampung tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

4. Listrik dan Internet Putus Total

Selain menghambat mobilitas, longsor juga berdampak pada infrastruktur dasar. Beberapa tiang penyangga jaringan listrik roboh, menyebabkan pemadaman listrik total di sejumlah desa. Kondisi tersebut diperparah dengan terputusnya jaringan internet, yang menyulitkan komunikasi warga dan koordinasi penanganan bencana.

Seorang warga setempat, Robert Perkasa, menggambarkan kondisi di lapangan.

“Dampak longsor telah merobohkan sejumlah tiang penyangga jaringan listrik. Akibatnya, pemadaman total terjadi di beberapa desa dan jaringan internet juga lumpuh,” ungkapnya.

5. Kerusakan Jalan Terparah dalam Beberapa Tahun

Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon, menyebut longsor kali ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu titik paling kritis berada di ruas jalan antara Kampung Lara Mburak dan Lara Lujang, dekat kawasan Gua Lara.

“Di titik itu, longsor menyebabkan tebing curam sedalam sekitar 70 sampai 100 meter. Tembok penahan jalan sepanjang 40 meter kondisinya kritis dan terancam amblas jika hujan kembali turun deras,” jelas Alfonsius.

6. Akses Jalan Tertutup Total

Material longsor berupa tanah dan batu besar menimbun badan jalan sepanjang kurang lebih 30 meter di wilayah Lara Lujang. Akibatnya, akses transportasi benar-benar terputus.

“Kendaraan roda empat maupun roda dua sama sekali tidak bisa melintas,” tegas Alfonsius.

Satu unit ekskavator dari Dinas Pekerjaan Umum Manggarai Barat telah tiba di lokasi. Namun, proses pembersihan baru dapat dilakukan pada Jumat karena cuaca ekstrem masih berlangsung.

7. Bibit Siklon Tropis 91S Jadi Pemicu Utama

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem di wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya dipicu oleh Bibit Siklon Tropis 91S yang berada di Samudra Hindia bagian selatan NTB.

“Cuaca ekstrem ini dipicu oleh bibit siklon baru yaitu 91S. Sistem ini meningkatkan suplai uap air dan pembentukan awan hujan tebal di wilayah Manggarai Barat,” jelas Maria.

8. Intensitas Diperkirakan Masih Meningkat

Berdasarkan pemantauan BMKG, bibit siklon tersebut masih berpotensi menguat dalam waktu dekat.

“Dalam 24 jam ke depan, intensitas sistem ini diprakirakan cenderung meningkat dan bergerak ke arah selatan–tenggara,” tambah Maria.

ntt
cuaca ekstrem
longsor
manggarai barat
manggarai timur

bencana alam

Fenomena Terkini






Trending